Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: 11 Jenis Eelemen Beton Pracetak | HBS Blog

  • Share

Jenis elemen beton pracetak yang dapat diproduksi di pabrik ada bermacam-macam, mulai dari balok, kolom, plat atap, plat lantai, konsol, cladding (penutup dinding), tiang pancang, dan lain sebagainya.

Masing-masing jenis elemen diproduksi dengan berbagai bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan disain yang telah direncanakan. Dalam memproduksi tiap jenis elemen, produsen menggunakan metode/teknik produksi yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian dari tiap metode.

Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan adalah:

–        Jumlah elemen yang akan diproduksi

–        Jenis atau variasi elemen

–        Berat setiap elemen, dan

–        Dimensi setiap elemen.

Untuk memberikan gambaran tentang jenis-jenis elemen tersebut, dijelaskan sebagai berikut:

1) Kansteen

Kansteen adalah komponen sistem modular yang digunakan untuk pembatas pada pekerjaan landscape atau sebagai divider padajalan raya. Berat dari komponen ini dirancan g agar mampu diangkat oleh satu orang dalam proses handlingnya.

Jenis Eelemen Beton Pracetak

Bentuk dan dimensinya dapat disesuaikan dengan permintaan pengguna. Komponen ini digolongkan dalam kelompok sistem modular ringan.

Keunggulan kansteen pracetak adalah:

–        Mutu bahan terjamin karena dibuat di pabrik dengan kualitas prima.

–        Permukaan kansteen yang halus/kualitas ekspose, memerlukan biaya “finishing”.

–        Fleksibilitas dalam bentuk dan dimensi.

2) Tiang Pancang

Tiang pancang pracetak dimanfaatkan dalam bangunan gedung sebagai komponen sub struktur. Bentuk dan dimensinya bervariasi tergantung dari jenis tanah dan kedalaman lokasi proyek.

Tiang pancang ini antara lain berbentuk segitiga dan bulat. Banyak produsen yang memproduksi komponen ini mengingat kepraktisan dalam pengaplikasiannya.

Keunggulan tiang pancang pracetak adalah:

–        Konsistensi mutu terjamin karena dibuat di pabrik dengan kontrol kualitas prima.

–        Waktu pemancangan lebih cepat, mudah, dan praktis.

3) Pagar Pracetak

Pagar pracetak mulai diproduksi oleh salah satu produsen. Hal ini dipicu oleh tingkat kecepatan dan kepraktisan dalam pemasangannya. Pagar ini terdiri dari dua komponen, yaitu kornponen kolom dan panel.

Dimensi dari panel dengan lebar 400 mm, tebal panel 50 mm panjang panel 2100 mm dan 2400 mm.

Keunggulan pagar pracetak adalah:

–        Konsistensi mutu terjamin karena dibuat di pabrik dengan kontrol kualitas prima.

–   Sangat ideal untuk proyek-proyek dengan sistem knock down karena mudah dibongkar pasang.

–        Pennukaan yang halus/kualitas beton ekspose, tidak memerlukan biaya finishing.

–        Bisa digunakan di berbagai jenis lokasi dan berbagai jenis fondasi.

–        Waktu pemasangan lebih cepat, mudah, dan praktis.

–  Harga bersaing dengan sistem pagar konvensional yang saat ini beredar di pasaran.

4) U DITCH

Komponen ini digunakan untuk saluran air yang dapat ditempatkan di sekeliling bangunan gedung, sebagai saluran drainase. Tingkat kesulitan pemasangan U DITCH ini rendah atau tidak diperlukan usaha keras untuk memasang.

Waktu yang dibutuhkan untuk memasang cukup singkat sehingga dapat mereduksi durasi konstruksi secara keseluruhan. Dengan daya lateral yang tinggi, mampu menahan beban dari tanah dan dari alilan air.

Keunggulan U DITCH adalah:

–        Konsistensi mutu terjamin karena dibuat di pabrik dengan kontrol kualitas prima.

–        Permukaan yang halus/kualitas beton expose, tidak memerlukan biaya finishing.

5) GRC

Komponen ini termasuk dalam kelompok arsitektural, sering diperlukan karena tuntutan perancang untuk memenuhi estetika bangunan. Spesifikasi komponen ini adalah sebagai berikut:

Bahan terdiri dari campuran semen, pasir, dan fibreglass alkali resistant. Teknik produksi sistem spray. Ukuran dan bentuk sesuai pesanan. Ketebalan 8 mm-10 mm.

Keunggulan GRC  adalah:

–        Mutu bahan terjamin karena dibuat di pabrik dengan kontrol kualitas prima.

–     Mudah dibentuk menjadi berbagai disain yang sesuai dengan kondisi lapangan sehingga mampu memberikan solusi untuk mewujudkan berbagai disain secara mudah dan efisien baik, untuk eksterior sebagai selimut bangunan maupun interior seperti ukiran, kaligrafi maupun elemen estetika lainnya. Selain itu juga dapat digunakan pada bangunan infrastruktur seperti monumen, saluran drainase, dan lainnya.

–     Dengan ketebalan yang minim (maksimal 10mm) GRC memilikt bobot yang ringan. Hal ini mampu mengurangi biaya transportasi maupun pemasangan.

Dalam aplikasi gedung-gedung tinggi juga mengurangi beban konstruksi yang menjurus pada penghematan biaya struktur dan fondasi. Karena tidak mengandung asbes, GRC memiliki daya tahan atas bahan kimia maupun korosi, tahan terhadap cuaca, tahan terhadap api, kedap suara, tahan lembab, dan tahan air

–  Teknik produksi sistem semprot tangan dengan cetakan, yakni suatu teknik produksi serbaguna untuk membuat komponen, mulai dari bentuk yang sederhana sampai dengan yang rumit sesuai permintaan dan dilakukan pengawasan yang ketat, mulai dari kondisi cetakan, metode yang dipakai hingga proses pengeringan hingga diperoleh produk GRC yang sempurna.

– Sistem pemasangan yang mudah dan cepat meningkatkan efisiensi pembangunan.

6) Tangga Pracetak

Skuktur tangga pracetak mulai diproduksi untuk bangunan gedung guna mempercepat waktu konstruksi bangunan. Apabila struktur tangga dikerjakan secara konvensional maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat kerumitan dari struktur ini.

Dengan adanya struktur tangga pracetak maka akan lebih mempersingkat waktu karena hanya perlu waktu untuk pemasangannya saja.

7) Balok

Elemen balok dapat diproduksi dengan berbagai bentang dan macam bentuk penampangnya. Penentuan bentuk penampang dari sebuah balok dipengaruhi oleh sistem yang akan digunakan, misalnya sistem sambungan antara balok dan plat lantai, sistem sambungan antara balok dengan kolom.

Macam penampang balok:

–        Rectangular Beant

–        L-Shaped Beant

–        Inverted Tee Beam

8) Kolom

Sebagai elemen struktur bangunan yang mempunyai fungsi meneruskan beban dari lantai-lantai di atasnya, di mana dominasi gaya norrnal yang bekerja maka secara teknis kolom dapat diproduksi secara pracetak.

Elemen kolom pracetak ini sering dijumpai di toko-toko material bangunan, termasuk ornamen arsitekturalnya. Dengan membeli elemen kolom pracetak maka pelaksana proyek tinggal memasang dan menyatukan dengan elemen lain di lokasi proyek. Biasanya elemen ini digunakan untuk bangunan rumah tinggal satu lantai.

Jenis kolom beton yang dapat diproduksi secara pracetak tergantung dari:

(a) ketinggian bangunan/jumlah tingkat

(b) metode erection yang akan digunakan

(c) kemampuan angkat alat bantu/crane

Kolom pracetak dapat diproduksi tanpa menyambung (kolom setinggi bangunan yang direncanakan) atau dengan sambungan (dilakukan penyambungan di antara tinggi bangunan).

Untuk bangunan dengan ketinggian di bawah 30 meter, penggunaan kolom menerus (tanpa sambungan) masih dimungkinkan. Sedangkan untuk yang di atas 30 meter sebaiknya digunakan kolom dengan sambungan.

Keputusan untuk memproduksi kolom dengan sambungan atau tanpa sambungan dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

(a) Kemampuan pabrik untuk memproduksi

(b) Kemampuan alat angkut untuk memindahkan elemen pracetak dari pabrik ke lokasi proyek

(c) Kemampuan alat angkat untuk meletakkan elemen pracetak pada tempatnya

(d) Kemampuan alat sambung kolom.

Apabila ingin menggunakan elemen kolom pracetak dengan sambungan maka pihak perencana harus mendisain kolom menjadi dua bagian atau lebih.

Sambungan kolom dapat ditempatkan di setiap panjang tertentu, misalnya saja setiap 1 tingkat, atau 2 tingkat. Sambungan kolom dapat ditempatkan pada beberapa keadaan:

–        Sambungan ditempatkan tepat di pertemuan antara balok-kolom.

–        Sambungan ditempatkan sedikit di atas pertemuan antara balokkolom.

–        Kolom dengan letak sambungan tepat pada pertemuan balok-kolom.

9) Plat Atap

Sebagai elemen struktur yang berfungsi sebagai penutup bangunan, plat atap dapat diproduksi secara pracetak. Plat atap dengan bentangan lebar lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan plat atap dalam bentuk komponen yang dimensinya relatif lebih kecil karena pertimbanganpertimbangan sebagai berikut:

–    Jumlah elemen yang diproduksi lebih sedikit sehingga memperpendek waktu yang digunakan untuk proses produksi serta erection

–        Plat atap yang diproduksi merupakan satu kesatuan yang utuh (monolit).

–        Hasil yang didapatkan lebih indah (estetis).

Batasan seberapa lebar/bentang plat atap tersebut layak untuk diproduksi? Ukuran elemen plat ini sangat bergantung pada hal-hal berikut:

(a) kemampuan produksi pabrik

(b) kemampuan crane yang tersedia untuk handling serta erection

(c) kemampuan alat angkut ke lokasi proyek

(d) peraturan tentang angkutan jalan raya yang berlaku dalam suatu daerah tertentu

(e) ketersediaan alat sambung untuk menyatukan elemen sehingga menjadi satu kesatuan secara monolit.

Pada umunmya dimensi yang diproduksi berukuran lebar 2,5 meter hingga 3 meter, panjang 15 meter hingga 25 meter dan beratnya berkisar antara 120 kg/m2. Plat atap dapat dibedakan menjadi dua:

Waffle slabs

Waffle slabs adalah plat atap dengan rusuk (ribs) pada arah transversal sebagai rangkanya, atau pada arah horisontal, atau kedua-duanya. Plat jenis ini dapat diproduksi dengan ukuran yang cukup pipih sehingga didapatkan berat sendiri yang relatif lebih ringan.

Dimensi dari plat ini berkisar antara, lebar 1 m hingga 3 m sedangkan panjangnya 5 m hingga 12 m, dimensi rusuk arah transversal + 15 cm hingga 20 cm dan arah longitudinal + 20 cm hingga 65 cm.

Ribbed slabs

Ribbed slabs adalah plat yang dibentuk dengan rusuk sebagai perkuatan (ribs) pada arah longitudinal. Ada dua jenis rusuk yang digunakan, yaitu:

–        Channel unit

–        T unit

10) Plat Lantai

Sebagai elemen struktur yang langsung mendukung beban penghuni sebuah bangunan gedung, plat lantai harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Eksistensi plat lantai dalam bangunan tinggi membutuhkan material hingga 50% dari kebutuhan total material elemen struktur. Oleh karena itu plat lantai merupakan elemen yang penting untuk dikaji guna mendapatkan metode pengadaan yang efisien.

Berbagai cara digunakan untuk mengadakan plat lantai, dari yang konvensional dengan melaksanakan cor di tempat di mana posisi elemen tersebut berada hingga cara pabrikasi.

Berbagai untung/rugi, keunggulan/kelemahan perlu dikaji secara seksama guna mencapai tujuan efisiensi.

Para perencana bangunan akan melakukan perhitungan struktur, khususnya untuk plat lantai, dengan memperhatikan gambar hasil disain dari arsitek.

Hal-hal yang menjadi bahan pemikiran dalam menetapkan asumsi antara lain adalah:

–        jarak antarbalok yang akan mendukung plat lantai.

–        beban yang akan bekerja.

–        kemudahan produksi serta kemungkinan untuk ditransportasikan.

Jenis elemen plat lantai yang akan digunakan dapat dipilih di antara jenis yang ada:

–        wffie slabs

–        ribbed slabs

–        hollow beamfloor unit dengan bentuk lingkaran, oval.

Bentuk dari beberapa jenis plat adalah sebagai berikut:

Bentuk plat lantai wffie slabs dan ribbed s/aDs seperti pada atas, sedangkan gambar berikut adalah hollow beam (lingkaran) pada saat proses produksi:

Komponen pelat pracetak mampu mereduksi waktu pemasangan dan mengurangi biaya konstruksi yang disebabkan oleh pengurangan berat bangunan keseluruhan.

Pengurangan berat ini terjadi karena pelat pracetak yang diproduksi bersifat hollow core slab. Dengan adanya rongga pada pelat pracetak tersebut maka pelat pracetak menjadi lebih ringan.

Rongga berfungsi sebagai isolasi suara dan meringankan beban struktur. Keuntungan lainnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk pemasangannya menjadi lebih singkat dan tidak membutuhkan perancah.

Keunggulan pracetak adalah:

–       Proses produksi dilaksanakan dengan sistem yang sudah terkomputerisasi untuk menjamin mutu beton.

–       Proses penegangan dilakukan secara akurat sehingga menjamin gaya prategang yang disyaratkan.

–  Pelat lantai berongga lebih ringan 29 – 42 % daripada pelat lantai beton konvensional sehingga beban rencana yang dapat dipikul jadi meningkat.

–    Lendutan pelat akibat pembebanan penuh sangat kecil karena adanya lawan lendut dari gaya prategang.

–        Waktu pemasangan singkat, mudah, dan bebas dari struktur penyangga.

–   Permukaan pelat bagian bawah tidak memerlukan finishing dan dapat berfungsi sebagai beton ekspose.

–   Precompression Effect beton prategang memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap suhu tinggi daripada beton konvensional.

11) Cladding

Clodding adalah penutup dinding luar pada bangunan gedung yang berfungsi untuk memisahkan dan rnelindungi dari pengaruh luar. Beberapa kriteria pemilihan material dari cladding adalah harus tahan terhadap air, tahan terhadap pengaruh lingkungan di sekitarnya, serta memenuhi syarat estetika bangunan.

Dalam menganalisis dan memilih material yang akan digunakan harus dilakukan dengan cermat dengan mempertimbangkan ketahanannya terhadap perubahan iklim, temperatur yang tinggi, kelembaban, serta polusi yang ditimbulkan olel, kota besar atau lingkungan industri.

Sistem instalasi cladding yang dapat diaplikasikan adalah stick $tstent, utit system, unit and mullion system, panel slst€m, column cover snd spandrel system.

Komponen-komponen Cladding

Struktur cladding pada umumnya mempunyai enam komponen utama, yaitu:

Material Eksternal

Material yang dapat digunakan adalah semen, pasangan bata, pasangan batu, metal, kaca, plastik. Pemilihan jenis material disesuaikan dengan berbagai pertimbangan teknis dan estetis sehingga dihasilkan bangunan gedung yang memenuhi keinginan perencana, pemilik, dan pengguna.

Rangka Pendukung

Berkaitan dengan pemakaian exterior material cladding tentu dibutuhkan suatu rangka. Rangka ini berfungsi sebagai penopang exterior material, beban yang diakibatkan oleh angin, beban mati, dan beban gempa. Beban-beban tersebut akan diteruskan ke struktur rangka dari bangunan gedung tersebut.

Support framing juga harus dapat mengantisipasi perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh gerakan exterior material, support frarning itu sendiri, bertambah pendek/panjang struktur rangka yang disebabkan oleh perubahan temperatur serta perubahan rangka yang diakibatkan oleh beban angin dan gempa.

Salah satu jenis dari support frarning adalah gridtype frame. Grid-type frame lebih umum digunakan untuk cladding dengan material yang terbuat dari kaca atau metal.

Namun demikian dapat juga digunakan untuk mengaitkan/meletakkan material yang lain, misalnya pasangan batu, panel (pracetak) dari pasangan bata, plester sintetis.

Material yang digunakan dapat terbuat dari aluminium ataupun besi dan kemudian dihubungkan dengan struktur rangka bangunan gedung.

Material Penutup Interior

Untuk menutupi support framing dari cladding biasanya digunakan material yang lebih bersifat arsitektural sehingga dihasilkan ruang yang nyaman.

Insulasi

Untuk menambah kenyamanan pemakai gedung, pemakaian insulasi adalah hal yang tepat. Fungsi dari insulasi adalah untuk mengurangi panas dari luar yang masuk ke dalam gedung.

Untuk keperluan tersebut dapat digunakan material yang berfungsi sebagai peredam panas, seperti plester sintetis atau beton pracetak yang dapat diproduksi dengan sistem komposit (memasang material peredam dalam panel beton pracetak pada saat proses produksi).

Material pada Joint

Penggunaan joint pada cladding bertujuan: Pertama, untuk memudahkan pemasangan panel-panel (karena ukuran panel dapat lebih kecil); Kedua, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kontraksi (memuai, memendek) dari panel.

Drainase Internal

Pemilik bangunan tentu tidak mengharapkan interior ruangannya rusak oleh karena masuknya air dari luar ke dalam ruangan. Hujan yang disertai angin sangat memungkinkan untuk menjadi penyebab masuknya air ke dalam ruangan. Gerakan air permukaan ini biasanya berkumpul pada joint.

Berdasarkan pengalaman, penggunaan sealents tahan air temyata tidak cukup mampu untuk menahan gerakan air tersebut. Hal ini karena kurang sempurna pengerjaannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dapat digunakan internal drainage.

Sistem internal drainage direncanakan dengan asumsi bahwa dinding akan mengalami kebocoran, tetapi begitu hal itu terjadi maka air yang masuk dapat dikumpulkan sehingga tidak merusak interior dalam ruangan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.