Artikel: 7 Elemen Utama Pada Bangunan Rumah Tinggal | HBS Blog

  • 4 min read
  • Des 21, 2017

Dengan tahu elemen yang ada pada bangunan tempat tinggal tinggal, maka dibutuhkan kamu sanggup lebih memahami dalam merawat bangunan tempat tinggal tinggal yg engkau miliki atau hal ini sebagai penting apabila engkau sedang merencanakan bangunan baru buat rumah tinggal.

7 Elemen ini biasanya selalu ada di setiap rumah tinggal. Jadi, dalam postingan ini kita akan belajar hal dasar dari konsep rumah tinggal.

Memahami Elemen Utama Bangunan Rumah

Mengetahui Elemen Utama Rumah Tinggal

Berikut ini akan dijelaskan secara sederhana tentang elemen utama yg ada pada bangunan tempat tinggal tinggal & dijelaskan mulai berdasarkan elemen paling atas urut sampai ke bagian elemen bawah.

1. Rangka atap

Rangka atap merupakan struktur yang berfungsi buat menahan, menyangga, & sebagi tempat buat epilog atap.

Rangka atap bisa dibuat berdasarkan bahan kayu atau baja. Rangka dikenai beberapa beban seperti beban angin, beban air, beban hayati ad interim & berat sendiri. Rangka atap yang baik harus bisa menunda beban-beban tersebut.

Rangka atap terdiri menurut banyak bagian yg lebih lebih jelasnya misalnya: kuda-kuda, gording, balok diatas dinding, balok pincang, nok, lisplang, reng, papan suri, hip, papan talang, ikatan angin dan usuk.

Dua. Plafon

Plafon merupakan elemen yg membatasi antara rangka atap dan ruangan pada bawahnya. Plafon berfungsi sebagai resistor, penyerap, & pelindung panas yg didapatkan menurut luar melalui atap.

Dengan adanya plafon sebagai bagian yang tertutup antar ketinggian di setiap ruangan maka panas yang ada akan lebih tertahan & nir langsung ke ruangan.

Plafon umumnya terbuat dari bahan gipsup dan triplek kayu. Bentuk plafon poly jenisnya tergantung desain yg disukai.

Namun, utamanya jenis plafon yaitu plafon miring dan plafon datar. Plafon miring bentuknya menyesuaikan dengan bentuk atap diatasnya dan plafon datar, maka bentuknya datar misalnya sejajar dengan lantai pada bawahnya.

3. Kusen jendela & pintu

Elemen ini sudah pasti ada dalam setiap bangunan tempat tinggal tinggal. Jendela berfungsi buat jalur masuk udara & cahaya matahari ke setiap ruangan. Umumnya ventilasi terbuat menurut bahan kayu & kaca.

Untuk setiap ruangan terdapat baiknya memiliki jendela yg mengarah pada udara yang baru dan sanggup cahaya mentari buat masuk.

Dalam bagian ruang eksklusif yang nir ada ventilasi sanggup disiasati dengan merubahnya dengan sekat kaca atau jendela kaca supaya cahaya mampu tetap masuk dan meminimalisir penggunaan lampu dalam siang hari.

Selain jendela, tentu rumah tinggal jua harus ada pintu. Pintu berfungsi buat jalur masuk penghuni tempat tinggal yg membasi daerah luar dan pada rumah serta pintu pula ada memberi batasan utuk setiap antar ruangan.

Pemilihan pintu disesuaikan dengan fungsi ruangan dan jenis ruangan tadi. Ukuran pintu umumnya pada mulai berdasarkan lebar (70-90 cm) & tinggi (190-200 centimeter).

Ukuran ini biasa di sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk material/bahan pintu tergantung dari manfaatnya.

Misal, pintu ruangan primer umumnya dibentuk dari bahan yg terbaik (kayu kualitas baik) dan pintu kamar mandi umumnya terbuat dari bahan yang anti air misalnya plastik, logam, atau kayu yang tahan air.

4. Dinding

Dinding merupakan elemen yang membatasi antar ruangan & yg membatasi antar bagian luar dan dalam suatu bangunan tempat tinggal tinggal. Fungsi dinding terbagi sebagai dua yaitu menjadi dinding struktur atau dinding sekat ruangan.

Dinding struktur tentu kegunaannya sebagai elemen yang biasa menunda gaya atau beban yang bekerja pada dinding seperi beban dari atas atau gaya horizontal apabila ada. Dinding yg berfungsi buat sekat umumnya hanya buat membatasi antar ruangan agar lebih privasi.

Pemilihan bahan/material dinding sangat krusial karena mempengaruhi kenyaman & keindahan.

Pilihlah bahan dinding yang tahan terhadap sinar panas surya menurut luar dan rapat terhadap air. Hal ini perlu diperhatikan ketika pengerjaan awal bangunan dibangun.

Kejadian kerusakan dinding adalah hal yg begitu generik terjadi dalam bangunan rumah tinggal baru. Maka, berdasarkan itu perhatikan baik-baik hal ini semenjak awal.

Lima. Kolom

Kolom adalah struktur utama dalam bangunan yg menunda gaya-gaya yg bekerja pada bangunan baik menurut atas atau menurut samping dan kemudian meneruskan gaya atau beban tersebut ke struktur pondasi di paling bawah.

Selain itu, kolom juga berfungsi buat mengapit dinding supaya semakin bertenaga. Kolom yang baik tentunya mempunyai ketahanan yang kokoh, tidak terpengaruh terhadap beban yang bekerja yg bisa menyebabkan kolom jadi retak, bengkok dan sebagainya.

6. Lantai

Lantai merupakan struktur pijakan pada rumah yg membatasi antara tanah di bawahnya dan ruangan pada atasnya. Lantai yg baik, maka nir menyerap air yang ada pada bawahnya.

Lantai hendaknya dibuat homogen dan lebih tinggi dari tanah pada lebih kurang rumah. Fungsi ketinggian lantai buat mencegah air yang masuk saat terjadi hujan atau banjir.

Selain itu ketinggian lantai juga hendaknya dibentuk menggunakan melalui pemadatan tanah pada saat pembangunan supaya tanah pada bawah lantai lebih kuat dan nir turun yang bisa menyebabkan lantai sebagai turun & kemudian retak.

7. Pondasi

Pondasi adalah struktur pijakan paling bawah yang ada pada bangunan sebelum dalam akhirnya gaya-gaya atau beban yg bekerja pada bangunan diredam sang tanah di bagian paling bawah.

Pondasi haruslah dibuat kuat & kondusif. Karena tanpa pondasi yg bertenaga & kondusif, maka struktur di atasnya bisa terjadi masalah walaup struktur di atas tadi telah dikerjakan dengan baik.

Umumnya pondasi diletakkan pada bagian tanah yang keras.

Oleh karena itu, tanah keras buat pondasi ini didapatkan melalui penggalian sampai kedalaman tertentu.

Pada bangunan rumah tinggal umumnya hanya ada 2 jenis pondasi yaitu pondasi pada tanah yg lunak dan pondasi tanah keras.

Pondasi dalam tanah lunak umumnya diberikan tambahan berupa besi-besi atau kayu pancang mini buat mengurangi penggalian kedalaman tanah yang lebih pada sebagai akibatnya menyebabkan tambahan porto yg lebih banyak.

7 Elemen Utama Pada Bangunan Rumah Tinggal

7 Elemen Utama yang sine qua non dalam Rumah

Mungkin itu saja pembahasan sederhana mengenai 7 elemen utama yang harus diketahui pada bangunan rumah tinggal.

Jika terdapat kekeliruan atau kekurangan, maka ada baiknya sahabat-teman seluruh mampu memperbaiki dan memberi komentarnya pada bawah.

Jangan lupa menyebarkan postingan ini ke yang lainnya & semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − twelve =