Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: ADA BERAPA JENISKAH LAPORAN PROYEK? | HBS Blog

  • Share

Baiklah  kali ini saya akan membahas tentang macam-macam laporan proyek pada bangunan sebenarnya untuk masalah laporan laporan atau surat-surat bahkan lembar pertanggungjawaban ada banyak sekali namun saya akan memfokuskan pada laporan untuk jalannya suatu bangunan dari 0 hingga 100%  dalam hal ini termasuk administrasi proyek yang sangat penting, karena laporan prakerin yg berfungsi untuk menyampaikan progres pekerjaan pada waktu awal hingga selesai jadi proses pekerjaan bisa tercatat dengan rapi di laporan pekerjaan, ini untuk cara menghitung progres sudah saya bicarakan pada artikel sebelumnya yaitu cara menghitung cara menghitung progres bangunan.

          Kemudian buat apa laporan ini? Sebenarnya fungsi menurut laporan ini ditujukan kepada si pemberi tugas atau owner bangunan. Hal ini krusial dilakukan karena dipakai sebagai syarat pengajuan termin.

Administrasi ini sangat krusial sekali lantaran administrasi ini merupakan pondasi menurut sebuah perusahaan layaknya bangunan, memanagemen semua berkas atau file arsip dengan rapi merupakan hal yg vital bagi perusahaan , lantaran apabila managemennya musnah ,maka secara otomatis pastinya akan musnah jua perusahaan tersebut.

Dengan menciptakan laporan yg baik rapi dan teratur akan memberitahuakn keahlian kontraktor yg mengerjakan bangunan tersebut, tidak sinkron dengan kontraktor yg membuat laporannya secara asal-asalan dan tidak rapi , niscaya jua akan merasa tidak nyaman kita sebagai owner contohnya melihat laporan yang berantakan sulut difahami.

Sedikit perlu diiketahui para pembaca funngsi dari laporan proyek antara lain :

  1. Syarat administrasi untuk pengajuan termin kepada owner
  2. Melaporkan kepada Owner kondisi dan kemajuan proyek dari waktu ke waktu
  3. Untuk internal bisa sebagai evaluasi proges yang telah dicapai tiap harri minggu dan bulannya.

Baiklah langsung saja buat jenis laporan proyek antara lain :

     1.  LAPORAN HARIAN

        Adalah laporan yang dibuat oleh pelaksana lapangan yang lalu diolah oleh bagian teknik. Laporan harian ini sangat mudah lantaran umumnya hanya 1 lbr kertas saja. Laporan ini memuat beberapa berita krusial yang harus ditulis antara lain :

  •  Pekerjaan yang sedang dikerjakan termasuk lokasi pekerjaan.
  • Cuaca pada hari tersebut, Berapa jam hujan dan berapa jam cerah.
  • Alat-alat yang digunakan termasuk jumlah alat (alat berat, alat pendukung, dan alat bantu)
  • Bahan-bahan material yang akan digunakan
  • Tanda tangan dari pelaksana dan konsultan pengawas.

       Laporan diisi menggunakan tulisan tangan bukan diketik sebagai akibatnya diharapkan pelaksana selalu tertib mengumpulkan laporan harian ke bagian teknik. Sengingga pengawasan jalannya proyek bangunan akan berjalan secara teliti & gampang buat difahami & laporan akan digunakan menjadi berkas laopran senjutnya.

  2.  LAPORAN MINGGUAN

      Laporan mingguan tidak selaras menggunakan laporan harian lantaran isi yang dilaporkan tentu lebih lengkap. Laporan mingguan ini dibentuk oleh teknik berdasarkan syarat lapangan ketika itu. Pada proyek menggunakan sistem kontraktor yg dilaporkan hanya progress saja kepada owner. Format laporan mingguan ini umumnya mengikuti format RAB buat item-item pekerjaan. Isi berdasarkan laporan ini antara lain

  • Volume RAB dan bobot dimasing-masing pekerjaan
  • Volume yang sudah dikerjakan (Minggu lalu, minggu ini dan total)
  • Bobot dalam persen di masing-masing item pekerjaan (Minggu lalu, minggu ini dan total)
  • Nilai kumulatif progress pada minggu ini (dalam persen)

Atau umumnya yang pailing mudah pengertiannya adalah perpaduan laporan yg menurut harian dikumpulkan sampai menjadi satu pada satu minggu , dan dijadikan menjadi laporan mingguan .

Laporan ini akan lebih jelas lagi dalam penglihatan progresnya sebagai akibatnya akan lebih gampang pada melihat perkembangan bangunannya.

   3.  LAPORAN BULANAN

Laporan bulanan adalah jenis laporan proyek yang paling lengkap lantaran terdiri berdasarkan beberapa liputan penting yang dirangkum pada satu kitab . Laporan dalam proyek kontraktor menggunakan proyek swakelola tidak sama Berikut isi dari laporan bulanan pada proyek dengan sistem kontraktor.

  • Data proyek, meliputi nama proyek, nama paket, lokasi proyek, nomor kontrak, tanggal kontrak, tanggal SPMK, waktu pelaksanaan, Waktu serah terima pekerjaan, nama kontraktor, nama konsultan pengawas dan sebagainya.
  • Lokasi proyek, berisi peta lokasi dan sket lokasi proyek
  • Laporan progres akhir bulan
  • Daftar staf di proyek tersebut
  • Daftar alat yang digunakan dan jumlah alat.
  • Foto dokumentasi pekerjaan

       Salah satu perbedaan antara proyek swakelola dengan kontraktor adalah laporan keuangan. Di kontraktor nir ada laporan keuangan pada owner karena adalah privasi berdasarkan kontraktor. Berbeda menggunakan sistem swakelola yg dilaporkan selain progres adalah penggunaan dana.

      Jenis-jenis laporan yang umum dipakai dalam proyek selalu berisi tentang progres lapangan sebagai akibatnya owner mampu memantau pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor. Hal yg terpenting dalam pembuatan laporan proyek merupakan adanya sinkronisasi antara laporan harian, mingguan & bulanan. Yang dimaksud adalah volume pekerjaan dalam laporan harian harus sama dengan laporan mingguan & bulanan.

Di sini lah peran teknik sangat diperlukan buat memasak seluruh laporan proyek agar diterima menggunakan baik oleh owner.

Terimakasih telah berkunjung , terimakasih juga Ilmusipil.Com. Atas referensinya.

Sebarkan ilmu walau sebutir biji sawi.

Mohon kritik & sarannya bila terjadi penulisan artikel

Salam sipil

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.