Artikel: APAKAH ITU BOOSTER ANGIN DAN BAGIAN BAGIANNYA | HBS Blog

  • 3 min read
  • Feb 04, 2018

Apakah itu yang pada sebut menggunakan booster yg biasa di gunakan dalam salah satu onderdill atau komponen mesin pada pabrik industri..?

Memang tidak semua orang atau pekerja di pabrik industri mengetahui atau paham mengenai apa itu booster.

Lantaran memang hanya orang eksklusif saja yang mengerti dan paham mengenai booster, salah satunya adalah Teknisi mesin atau Teknisi mekanik pada pabrik industri.

Sedangkan booster Angin itu sendiri merupakan merupakan keliru satu komponen atau onderdill mesin bagian pipping atau instalasi angin yang berfungsi buat membarui tekanan atau pressure angin menurut rendah ke tinggi.

Adapun cara kerja booster angin adalah sebagai berikut :

  • Tekanan atau pressure angin supply utama yang masuk ke ruang booster akan di pompa oleh booster pump unit yang kemudian booster tersebut akan menghasilkan out put tekanan atau pressure angin yang lebih tinggi dari tekanan atau pressure angin supply.
  • Misalkan tekanan atau pressure angin dari supply utama 4 Kg/cm2, maka angin tersebut akan di pompa oleh booster pump yang kemudian booster tersebut akan menghasilkan out put tekanan atau pressure angin di atas 4 Kg/cm2 tergantung settingan kebutuhan.

Jadi dengan istilah lain, booster di gunakan sebagai indera bantu buat menaikkan tekanan atau pressure angin berdasarkan supply utama yang akan pada pakai sang komponen mesin yang memakai tekanan angin yg lebih tinggi berdasarkan tekanan angin supply primer.

Adapun komponen – komponen yang ada dalam booster unit adalah sebagai berikut :

1) PORT IN.

Port In ini berfungsi sebagai pintu masuknya tekanan angin supply primer menuju ruang pompa booster.

Ukuran ulir Port In tadi bermacam – macam berukuran tergantung akbar kecilnya booster.

Port In ini akan di connect menggunakan Fitting connector yang akan pada sambungkan oleh hose atau tubing sebagai perantara angin dari supply primer.

Dua) PRESSURE GAUGE SUPPLY IN.

Pressure gauge supply In merupakan indera ukur yang berfungsi buat menandakan besaran nilai pressure atau tekanan angin supply utama yg masuk ke ruang booster unit.

Tiga) PORT OUT.

Port Out berfungsi menjadi pintu munculnya tekanan angin yg di pompa dari ruang booster unit untuk di teruskan ke komponen mesin yg membutuhkan angin tekanan tinggi.

Sebagaimana Port In, Port Out jua mempunyai mediator berupa hose atau tubing buat menyalurkan angin menuju ke komponen mesin yg pada supply.

4) PRESSURE GAUGE OUT.

Pressure gauge Out mempunyai fungsi sebagai alat ukur untuk indikasi besaran nilai adanya tekanan atau pressure angin yang keluar dari booster unit.

Setelah angin supply utama masuk ke ruang booster unit maka angin supply tersebut akan di pompa buat di salurkan ke komponen mesin yang di indikasikan melalui pressure gauge out.

Tekanan atau pressure angin yang keluar menurut booster unit itulah yang pada butuhkan sang komponen mesin sinkron settingan.

5) REGULATOR.

Regulator adalah salah satu komponen pada booster unit yang mempunyai fungsi untuk mengadjust atau menyetting pressure atau tekanan angin yang akan di supply ke komponen mesin sesuai dengan yang di kehendaki kebutuhan.

Dengan regulator ini, maka angin yg keluar berdasarkan booster unit bisa di setting sesuai kebutuhan komponen mesin.

6) POMPA BOOSTER.

Pompa Booster merupakan komponen utama pada booster unit karena pompa booster tersebutlah yang bekerja memompa tekanan atau pressure angin yang masuk dari supply utama untuk menjadi tekanan atau pressure angin yang lebih tinggi dari tekanan angin supply utama sesuai settingan regulator yang akan di supply untuk menggerakkan komponen mesin.

Booster angin termasuk galat satu komponen pneumatik, karena pada gerakkan sang angin & untuk mensupply tekanan angin yang lebih tinggi menurut tekanan supply angin primer.

Karena pompa booster selalu bekerja memompa, sehingga seringkali terjadi tabrakan antara piston booster dengan cylinder booster. Maka berdasarkan itu booster unit membutuhkan sebuah pelumasan dalam sistem unit yang bergesekan tadi melalui FRL unit.

Melihat hal tadi maka salah satu bentuk perawatan seorang Teknisi Mesin terhadap booster unit adalah memperhatikan kondisi pelumasan pada FRL unit menggunakan cara sebagai berikut :

  • Selalu check kondisi volume oli pelumas pada Lubrikator FRL.
  • Bersihkan Filter pada FRL unit apabila terdapat kotoran agar angin yang masuk ke booster unit benar – benar bersih.

Demikian sedikit ulasan mengenai apakah itu booster angin & bagian – bagiannya di pabrik industri.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − three =