Artikel: APAKAH ITU YANG DI MAKSUD DENGAN MOTOR DRIVE | HBS Blog

  • 4 min read
  • Jan 22, 2017

Apakah itu yang di maksud dengan Motor Drive…?

Motor drive adalah Salah satu part mesin produksi  sebagai motor penggerak yang berfungsi untuk menggerakkan sebuah benda kerja baik secara langsung ke beban kerja atau melalui perantara beban kerja.

Adapun Contoh Fungsi menurut pelaksanaan motor drive di beberapa benda kerja adalah sebagai berikut :

  • Sebagai penggerak utama  gear box.
  • Sebagai penggerak utama roll line unit.
  • Sebagai penggerak utama roll calender unit.
  • Sebagai Penggerak utama  pengaduk.
  • Sebagai penggerak utama chain atau rantai.
  • Sebagai penggerrak utama V Belt drive.
  • Sebagai penggerak cyclo drive.
  • Dan lain – lain.

Bagian – bagian part dari motor drive adalah sebagai berikut :

  • Casing Motor drive , yang berfungsi sebagai rumah kumparan rotor dan stator sekaligus melindungi kumparan unit dari kebocoran barang asing masuk ke area kumparan seperti air.
  • Cover Bearing depan dan belakang , yang berfungsi sebagai penutup ruang casing motor bagian depan dan belakang, sekaligus sebagai dudukan bearing shaft rotor.
  • Ball Bearing, yang berfungsi sebagai tumpuan pokok dari shaft rotor sekaligus sebagai bagian yang berputar untuk memperingan beban putar dari shaft rotor.
  • Terminal kabel joint, Yang berfungsi untuk joint kabel antara motor dengan power supply utama.
  • Baut dan nut pengikat, yang berfungsi sebagai pengikat antara cover bearing depan dan belakang dengan casing motor sehingga motor unit terikat kencang menjadi unit.
  • Shaft Rotor, yang berfungsi sebagai shaft bagian yang berputar setelah mendapat arus listrik dari kumparan stator.
  • Kumparan Stator, yang berfungsi sebagai pembangkit arus untuk di salurkan ke shaft rotor.
  • Kipas baling – baling , yang berfungsi sebagai pendingin atau pembuang panas yang timbul akibat proses kerja antara stator dengan rotor.

Bagaimana Cara membaca spec atau spesifikasi berdasarkan motor drive…?

  • Ukuran atau spec atau spesifikasi dari motor drive tertera pada name plate yang menempel di body atau casing motor.
  • Di name plate tersebut tertulis spec seperti Berapa Ampere, Berapa KWH, Berapa Pole, Berapa Rpm, Type Motor, Berapa Volt.

Power supply buat motor drive di pabrik umumnya mempunyai dua macam tegangan yang perlu pada perhatikan pada saat kita melakukan pemugaran atau modifikasi benda kerja yaitu :

  • Tegangan 220 Volt
  • Tegangan 380 Volt

Cara Melepas atau membongkar motor drive unit yg kondusif dan sahih adalah menjadi berikut

  • Lepas cover kipas pendingin dengan menggunakan obeng atau juga kunci ring tergantung baut yang di pakai oleh motor drive tersebut, sisihkan cover pada tempat yang sudah di sediakan.
  • Kemudian lepas kipas pendingin motor drive, lalu sisihkan kipas pada tempat yang sudah di sediakan.
  • Kemudian kendorkan dan lepas baut pengikat casing motor drive dengan kunci pas ring, lalu simpan baut nut pengikat casing pada box yang sudah di siapkan.
  • Setelah baut nut pengikat casing terlepas, kemudian pisahkan antara casing motor drive dari shaft rotor, cover depan dan belakang dengan menggunakan palu plastik.
  • Sisihkan part – part motor drive yang sudah di lepas secara rapih , baik itu shaft rotor, stator beserta casing motor dan cover motor.
  • Kemudian lepas bearing yang berada di shaft rotor, check apakah perlu di ganti dengan bearing yang baru atau tidak.

Adapun buat cara merakit kembali part – part motor drive merupakan kebalikan berdasarkan rapikan cara membongkar motor drive.

Alat – indera atau tool kerja yang di gunakan dalam pekerjaan melepas dan merakit kembali motor drive merupakan sebagai berikut :

  • Palu Plastik, yang berguna untuk memukul body motor dirve  dan bearing agar body bisa geser keluar atau masuk.
  • Pahat, yang berguna sebagai penghantar palu plastik untuk memukul body motor drive dan bearing agar geser masuk atau keluar dengan mudah.
  • Kikir, yang berguna untuk menghaluskan permukaan shaft rotor yang sekiranya tidak rata sehingga mempermudah bearing unit untuk keluar atau masuk ke shaft rotor tersebut.
  • Amplas, yang berfungsi untuk menghaluskan permukaan shaft rotor dari kotoran atau karat sehingga bearing unit bisa masuk atau keluar dari shaft rotor tersebut.
  • Cleaner atau juga bisa pakai WD yang berfungsi untuk membersihkan kotoran atau karat pada permukaan shaft rotor agar bearing unit bisa keluar atau masuk ke shaft rotor tersebut.
  • Kunci inggris atau kunci pas, yang berfungsi untuk mengendorkan atau mengencangkan baut dan nut pada motor drive unit.
  • Obeng, yang berfungsi untuk melepas baut cover motor drive.
  • Majun, Yang berfungsi untuk membersihkan part unit atau shaft benda kerja dari kotoran yang menghalangi proses kerja.

Alat pelindung diri yg pada pakai pada waktu proses pekerjaan pemasangan & pelepasan part motor drive unit adalah sebagai berikut :

  • Sepatu safety, yang berfungsi untuk melindungi tubuh bagian kaki dari potensi bahaya tertimpa benda berat seperti palu.
  • Sarung Tangan, Yang berfungsi untuk melindungi tubuh bagian tangan dari potensi terpukul palu atau tertusuk obeng.
  • Kaca mata, yang berfungsi untuk melindungi tubuh bagian mata dari potensi bahaya kemasukan pecahan bearing unit pada saat di palu.
  • Helmet safety, yang berfungsi untuk melindunngi tubuh bagian kepala dari potensi bahaya terbentur benda kerja.

Hal – hal  kerusakan yang bisa terjadi pada motor drive adalah sebagai berikut :

Hal ini sanggup terjadi karena pada sebabkan sang beberapa hal sebagai berikut:

2) Motor drive Tidak mampu berputar.

  • Bearing motor drive rusak atau jebol karena ball bearing kering atau grease pelumasnya habis.
  • Shaft rotor motor drive bengkok sehingga putaran motor drive oleng
  • Baut lock kipas pendingin kendor sehingga kipas menabrak cover motor drive.

Hal ini sanggup terjadi karena pada sebabkan sang beberapa hal sebagai berikut:

3) Motor Drive Over Load.

  • Kumparan antar stator dengan rotor ada yang putus.
  • Terjadi short body karena kemasukan air.
  • Tidak ada arus power yang masuk ke terminal motor drive.
  • Ada kabel power yang putus di terminal motor drive.
  • Dan Lain -Lain.

Hal ini sanggup terjadi karena pada sebabkan sang beberapa hal sebagai berikut:

4) Shaft rotor motor drive patah.

  • Beban motor drive berlebihan dari kemampuan motor drive tersebut.
  • Kumparan motor drive terjadi panas.

  • Pemasangan beban kerja tidak centre atau  miring.
  • Tension dari penghubung motor drive ( chain atau v belt atau T belt ) terlalu kencang sehingga shaft rotor motor drive cenderung ketarik oleh beban tension tersebut.

Demikian ulasan tentang apakah itu yang di maksud menggunakan motor drive beserta langkah – langkah pada melepas dan merakit kembali motor drive.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 7 =