Artikel: Arsitektur Historicism : Pengertian, Sejarah, Tokoh dan Contohnya | HBS Blog

  • 2 min read
  • Agu 07, 2014

Arsitektur historicism atau arsitektur historis merupakan salah satu aliran menurut gaya arsitektur postmodern. Sesuai menggunakan namanya aliran arsitektur ini mencoba mengangkat nilai historis ke dalam bangunan terkini. Artikel ini akan membhas mengenai Pengertian Arsitektur Historicism, Sejarah Arsitektur Historicism, Ciri-karakteristik dan Karakteristik Arsitektur Historicism, Tokoh Arsitektur Historicism & Contoh Bangunan bergaya Arsitektur Historicism.

Pengertian Arsitektur Historicism

Arsitektur historicism adalah aliran arsitektur yang mengambil bentuk-bentuk lama, terutama dari arsitektur klasik yang kemudian diterapkan pada bangunan modern dengan dimensi, bahan dan ukuran yang berbeda.

Menurut Colquohoun, menjelaskan bahwa arsitektur historicism merupakan aliran yang sangat memperhatikan arsitektur masa lalu. Aliran ini dibuat dengan bentukan-bentukan yang merepresentasikan sejarah, elemen-elemen seni masa lalu, prestise, rekonstruksi otentik dan demonstrasi suatu bentuk sesuai dengan makna atau tujuan yang ingin disampaikan.

Baca juga : Pengertian Arsitektur Jenki, Karakteristik dan Contohnya

Sejarah Arsitektur Historicism

Sejarah arsitektur historicism bermula pada abad 20an. Perkembangan arsitektur modern di saat itu membawa kepada kejenuhan terhadap gaya arsitektur modern yang kaku serta monoton. Orang-orang cenderung merindukan gaya arsitektur lampau yang dinilai lebih memiliki makna. Karena adanya kerinduan terhadap bentuk-bentuk lama ini, berkembanglah gaya arsitektur postmodern pertama yaitu arsitektur historicism.

Penganut gaya arsitektur historicism ingin tetap menampilkan elemen-elemen bangunan klsik tetapi diselesaikan menggunakan cara terkini. Misalnya ukiran yg dulunya dibuat menggunakan media kayu sekarang dibuat pada media beton cetak menggunakan bentuk yang sama. Aliran arsitektur ini dipercaya relatif berhasil berkembang di negara Jepang & Italia.

Baca pula : Perkembangan Arsitektur Kolonial di Indonesia Beserta Contoh-misalnya

Tokoh Arsitektur Historicism

Dalam perkembangannya arsitektur historicism dipelopori oleh arsitek arsitek populer yang turut memberikan dampak terhadap gaya arsitektur history kitchen. Mereka diantaranya Kisho Kurokawa, Ieoh Ming Pei, Paul Wolton, Charles Jenks dan Curtis

Ciri Dan Karakteristik Arsitektur Historicism

Dalam suatu karya arsitektur historicism, ditemukan beberapa ciri-ciri yang menjadi keunikan arsitektur historicism. Ciri-ciri Arsitektur Historicism tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

  • Menggunakan kembali elemen-elemen dekorasi khususnya dekorasi gaya lama yang memiliki nilai sejarah
  • Meskipun menggunakan bentuk ala gaya lama Namun penyelesaian atau teknik pembuatannya dilakukan dengan cara yang lebih modern
  • Memperhatikan proporsi elemen-elemen bangunan misalnya meniru proporsi kolom ionic, doric dan corinthians yang berasal dari arsitektur klasik
  • Menggunakan konsep dan detail arsitektur lama secara utuh
  • Mempertimbangkan unsur sejarah terhadap proporsi, bentuk, warna maupun bahan yang digunakan

Baca juga : Arsitektur Metafora : Pengertian, Prinsip, Tokoh dan Karyanya

Contoh Bangunan Bergaya Arsitektur Historicism

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa arsitektur aliran historicism terbukti pernah sukses di Italia dan Jepang hingga tahun 1927. Berikut adalah contoh karya arsitektur historicism yang menjadi bukti perkembangan aliran arsitektur ini.

Louvre Museum sang Ieoh Ming Pei

Louvre Museum sang Ieoh Ming Pei

Louvre Museum sang Ieoh Ming Pei

Pada bangunan ini karakteristik khas arsitektur historicism ditemui dalam bentuk utamanya yg merogoh nilai sejarah dari bentuk piramida di Mesir. Sesuai dengan karakteristik khasnya bangunan bergaya historicism yg merogoh bentuk utuh berdasarkan arsitektur usang, yang kemudian diterapkan dalam arsitektur terbaru menggunakan cara yang berbeda.

Baca jua : Pengertian Arsitektur Kontekstualisme, Sejarah, Ciri-karakteristik dan Contohnya

Hal ini dapat ditinjau dalam penggunaan material. Piramida Mesir menggunakan bahan material batu yang berat masif & tertutup. Sementara bangunan ini mempunyai penyelesaian yg tidak selaras yaitu menggunakan kaca & rangka baja. Meskipun Jika dilihat menurut jauh bangunan ini tetap mempertinggi kita dalam piramida di Mesir.

Pacific Tower oleh Kisho Kurokawa

Pacific Tower oleh Kisho Kurokawa

Pacific Tower oleh Kisho Kurokawa

Pacific Tower ini mengambil nilai sejarah Jepang yg terinspirasi menurut Chu Mon yaitu gerbang simbolik dari pintu masuk ruang minum teh pada negara Jepang. Dalam bangunan ini yang ditonjolkan merupakan bentuk yang bermakna, daripada hanya memikirkan efisiensi fungsi menurut bentuk tadi.

Demikianlah mengenai arsitektur porstmodern historicism. Semoga bisa berguna menambah wawasan bagi pembaca.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =