Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Arsitektur Rumah Gadang : Rumah Adat Minangkabau | HBS Blog

  • Share

Sejarah Arsitektur Rumah Gadang

Arsitektur Rumah Gadang : Rumah Adat Minangkabau

Arsitektur Rumah Gadang : Rumah Adat Minangkabau

Rumah Gadang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau dan merupakan rumah tradisional Indonesia yang sering di jumpai di provinsi Sumatera Barat. Rumah gadang disebut pula dengan nama lain Bagonjong oleh masyarakat setempat serta ada juga yang menyebut Rumah Gadang dengan nama Rumah Baanjuang.

Rumah Gadang ini juga poly dijumpai di sumatra barat, Tetapi ternyata tidak seluruh daerah di Minangkabau (darek) boleh membentuk rumah tata cara ini. Kepemilikan Rumah Gadang hanya boleh dilakukan untuk tempat yg telah mempunyai status sebagai "nagari" saja yang boleh mendirikan Rumah Gadang.

Begitu juga buat kawasan yg disebut dengan rantau, tempat tinggal istiadat ini jua dulunya tidak terdapat yg dibangun oleh para perantau Minangkabau. Sebagai sebuah anggaran adat, prinsip ini dipegang teguh sebagai akibatnya makna tradisi Rumah Gadang nir hilang.

Arsitektur Rumah Gadang Dan Ciri Khasnya

Rumah Gadang memiliki ciri khas pada arsitekturnya dengan bentuk puncak atapnya yang runcing menyerupai tanduk kerbau. Tanduk ini awalnya dibuat dari bahan ijuk yang mampu bertahan hingga puluhan tahun. Namun seiring perkembangan jaman, atap rumah ini banyak berganti dengan atap seng.

Rumah Gadang ini berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas 2 bagian yaitu muka & belakang. Bagian depan pada Rumah Gadang dihiasi dengan tabrakan ornamen dan umumnya bermotif akar, bunga, daun serta bidang persegi empat dan genjang.

Sementara bagian luar belakang  biasanya dilapisi dengan belahan bambu. Rumah tradisional ini disokong oleh tiang-tiang panjang. Bangunan rumah semakin ke atas semakin besar, namun tetap tidak mudah rebah oleh goncangan layaknya pohon.

Setiap elemen berdasarkan Rumah Gadang memiliki makna tersendiri. Makna tadi dilatari oleh tambo yg terdapat dalam adat & budaya masyarakat setempat. Inilah yang menciptakan Rumah Gadang memiliki karakter yg unik.

Pada umumnya Rumah Gadang memiliki satu tangga yang terletak pada bagian depan. Sementara dapur dibangun terpisah dalam bagian belakang rumah yang didempet dalam dinding.

Struktur Tahan Gempa pada Arsitektur Rumah Gadang

Karena wilayah Minangkabau yang rawan gempa karena berada di pegunungan Bukit Barisan, maka arsitektur Rumah Gadang juga mempertimbangkan desain yang tahan gempa. Seluruh tiang Rumah Gadang ini ternyata tidak ditanamkan ke dalam tanah, tetapi justru ditumpukan pada batu datar yang kuat dan lebar.

Seluruh sambungan dalam setiap rendezvous antara tiang dan kasau (kaso) besar nir memakai paku, tetapi menggunakan pasak yg terbuat menurut kayu. Ketika gempa terjadi Rumah Gadang dapat bergeser secara fleksibel tanpa roboh, seperti menari pada atas batu datar loka tiang strukturnya berdiri.

Begitu juga setiap sambungan yang dihubungkan sang pasak kayu pula bisa berkiprah secara fleksibel. Rumah Gadang yg dibangun menggunakan sahih akan tahan terhadap goncangan gempa bumi.

Demikianlah mengenai Kekayaan Arsitektur Rumah Gadang, Rumah Tradisional menurut Minangkabau yang unik & tahan gempa. Semoga bermanfaat & dapat menambah wawasan kita seluruh.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.