Artikel: Aspek Pemeliharaan Bangunan Gedung | HBS Blog

Posted on 12 views

Pada umumnya usia suatu bangunan diperhitungkan 120 tahun. Oleh karena itu, pekerjaan pemeliharaan sangat krusial dan wajib dilakukan. Aspek-aspek pada pemeliharaan bangunan mempunyai banyak manfaat. Terdapat beberapa sesi pemeliharaan bangunan yg memungkinkan bangunan selalu tampilsehat & nyaman untuk dihuni atau dipakai.

Bangunan memang tidak sekadar fisik yg terlihat menurut luar, tetapi pula adalah sosok yang harus kita jaga & rawat dengan baik sebagaimana menjaga tubuh kita sehari-hari. Adanya perawatan dengan konsep kentara dan terencana menciptakan nilai bangunan nir akan pudar ditelan zaman, tetapi justru akan semakin menaikkan gambaran dan menambah nilai investatidariwaktu ke ketika.

Gambaran Pentingnya Pemeliharaan Bangunan Terhadap Kondisi Bangunan Dan Infrastukturnya

Gambaran Pentingnya Pemeliharaan Bangunan Terhadap Kondisi Bangunan Dan Infrastukturnya

A. Prinsip Dasar Pemeliharaan Bangunan

1)  Pemeliharaan harus dilakukan secara terencana sesuai dengan spesifikasi bahan yaqg dipakai serta disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang mungkin mempengaruhi selama masa pakai bangunan.

2)  Apabila rencana pemeliharaan diabaikan, akan memperparah tingkat kerusakan material atau komponen struktur.

3)  Pemilihan kualitas material dan kualitas pekerjaan secara relatif menambah umur penggunaan sehingga mengurangi intensitas jadwal pemeliharaan.

4)  Perancang harus memperhitungkan jika terjadi penurunan kualitas bahan seiring berjalannya waktu hingga prosedur pemeliharaan dapat dilakukan secara mudah dan tepat.

5)  Dalam perancangan, kita perlu memikirkan secara detil pembuatan komponen bangunan serta jenis bahan sehingga memudahkan proses pekerjaan pemeliharaan. Alasannya adalah detil rumit memerlukan pemeliharaan yang sulit sehingga biaya pemeliharaan akan menjadi lebih tinggi pula.

6)  Rendahnya kualitas pelaksanaan sena tidak tersedianya os built drawing dan informasi lainnya akan mempersulit proses pemeliharaannya.

7)  Perancang sering tidak dilibatkan secara langsung dalam proses pemeliharaan sehingga pelaku pemeliharaan akan sulit mendapatkan informasi tentang bangunan tersebut. Perancang perlu motivasi diri dalam berkarya dengan bertanya pada diri mengenai:

8)   Bagaimana komponen dapat dibersihkan?

9)   Seberapa mudah pemeliharaan nantinya?

10)      Berapa lama perkiraan umur komponen?

11)      Pemeliharaan merupakan pekerjaan minimal yang harus dilakukan

pada upaya menjaga bangunan supaya dapat dipakai sinkron umur planning.

12)    Pemeliharaan harus dilakukan secara rutin dan berkala sesuai dengan umur rencana.

13)  Pemeliharaan harus dilakukan sepanjang umur bangunan dan dilakukan dalam kondisi ada atau tidak kerusakan pada bangunan tersebut.

B. Langkah Yang Harus Dilakukan Dalam Pemeliharaan

1)   Catat dan buat file semua nama jenis, produsen, dan jenis uji yang dilakukan dari bahan dan proses kerja yang digunakan.

2) Pelajari spesifikasi bahan guna menentukan jadwal pemeriksaan dan pemeliharaan.

3)   Catat dan buat fire semua gambar rencana kerja peraksanaan, terutama gambar as buitt drowing yang menjeraskan terjadinya perubahan gambar rencana semula.

4)   Buat catatan peristiwa yang terjadi sepanjang umur bangunan tentang kejadian yang menyimpang seperti perubahan fungsi, perubahan posisi komponen struktur, terjadinya kerusakan, bencana, dan lainnya

5)   Lakukan pemeriharaan bira sudah tiba saatnya atau seberumnya sehingga dapat diketahui rebih dini bira terjadigelata terusatan.

6)   Organisasi pengoperasian dan pemeriharaan bangunan gedung dipengaruhi oleh tingkat kompreksitas bangunan yan! meriputi ruas dan dimensi bangunan, sistem bangunan yang digunakan, teknologi yang diterapkan, serta aspek teknis dan noniekn-is tJinnva, seperti:

a)   Ukuran fisik bangunan gedung

b)   Jumlah bangunan

c)   Jarak antar bangunan

d)   Modeltransportasi yang digunakan oleh pekerja dan penyelia

e)   Kinerja produksi atau opersionaltiap lokasi

f)    Jenis peralatan dan perlengkapan

g)   Jenis dan fungsi bangunan gedung

Organisasi demikian bertanggung jawab atas kerancaran operasionar bangunan, aplikasi pengoperasian, & perawatan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.

Baca: Manajemen Pemeliharaan Bangunan Gedung

Perlunya Pemeliharaan Bangunan

Mengapa bangunan juga properti lainnya memerlukan pemeriharaan? Untuk menjawab pertanyaan di atas maka ayo kita ambir contoh perkara generik bangunan komersial, yaitu sebuah mal. Tentu kita telah nir asing menggunakan properti satu ini karena minimal hari pada seminggu kehidupan kita terutama pada kota-kota akbar nir akan tanggal darinya.

Mengapa dianggap bangunan komersial, tentu lantaran tujuan pembangunan & operasional adalah mendapatkan laba dari sisi komersial. Bagaimana kriteria mal yg menguntungkan? Mari kita tinjau menurut beberapa sudut pandang yang tidak sama:

1) Pemilik/owner

1)   Mal terisi Penuh Pihak tenant

2)   Nilaijual dan harga sewa meningkat

3)   Biaya operasi rendah

4)   Mal nyaman dan aman

5)   Modalcepat kembali

2) Penyewa/tenant

a)   Fasilitas gedung dapat beroperasi dengan baik

b)   Kegiatan usaha berjalan dengan tenang dan mendatangkan keuntungan

c)   Keamanan, kebersihan, dan kenyamanan dalam kondisi baik

d)   Harga jual atau sewa ruangan murah

e)   Biaya pelayanan(service chorgel murah

f)    Pengelola cepat tanggap terhadap keluhan atau komplain

g)   Banyak Pengunjung

3) Pengunjung

a)   Kebersihan, kenyamanan, dan keamanan fungsi-fungsi peralatan maupun fasilitas Yang terjaga

b)   AC, eskalator, dan lift berfungsi baik

c)   Toilet berfungsidan bersih

d)   Koridor bersih

e)   Penerangan cukuP

f)    Mudah parkir

g)   Harga jual Produk Yang murah

Bagaimana supaya ketiga sudut pandang yg tidak sinkron tadi menerima titik temu optimal dan memenuhi kebutuhan masing-masing pihak? Jawabannya adalah pemeliharaan dibutuhkan buat menjaga kelangsungan operasi sistem atau indera agar dapat berfungsi secara baik (efektif & efisien).

Gambar tadi mendeskripsikan syarat alat atau mesin & bangunan yg semakin usang menurun mendekati syarat optimum meskipun ditopang pemeliharaan memadai, Tetapi, kita perlu jangan lupa bahwa pemeliharaan bangunan tidak ditujukan buat menaikkan kemampuan atau kapasitas sistem atau alat pada atas kemampuan maksimumnya, pemeliharaan bangunan bersifat mencegah bangunan menurut segala kerusakan.

Unsur-unsur pemeliharaan merupakan:

a)   Mencegah terjadinya kerusakan alat

b)   Memperpanjang umur ekonomis alat

c)   Mengupayakan kinerja alat dalam keadaan optimum

Jenis kegiatan pemeliharaan terdiri atas:

1) Terencana

a) Preventive Moigtenonce

Adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan buat mencegah timbulnya kerusakan tidak terduga dan menemukan syarat atau keadaan tidak terduga dan menemukan syarat atau keadaan yg dapat mengakibatkan fasilitas produksi mengalami kerusakan saat digunakan.

b) Predictive Maintenonce

Adalah tindakan perbaikan berdasarkan berita berdasarkan output pemeriksaan, yaitu terdapat bagian sparepart yang perlu diganti.

c) Corrective Mointenance

Adalah aktivitas pemeliharaan setelah ada atau ketika muncul kerusakan. Kegiatan demikian tak jarang diklaim perbaikan dan perlu memPerhatikan porto yg timbul.

2) Tidak terencana

Breakdown Mointenance

Adalah kegiatan pemeliharaan yg terjadi datang-datang di luar prediksi maupun jadwal dampak kerusakan atau tidak berfungsi nya suatu sistem ataupun peralatan. Hal ini sangat dihindari agar tidak terjadi.

Dampak yg ada sangat akbar dan merugikan seluruh pihak Jenis pemeliharaan yang sangat krusial adalah preventive mointenonce, Mengapa? Penentu preventive mointenonce merupakan pengelola atau pemilik sendiri, bukan tergantung pada suatu keadaan.

Jadi apa apabila preventive maintenance nir dilakukan, hal tersebut dapat dipastikan adalah bagian kebijakan yg diambil Secara generik preventive maintenance bisa dilakukan menggunakan menciptakan:

a)   Schedule Plon Mointenonce

b)   Pemeriksaan atau insPeksi

c) Penggantian dan pengadaan suku cadang yang dapat diperkirakan umurnya setelah sekian lama usia.

Keuntungan preventive maintenance antara lain:

a)   Menghemat energi

b)   Menghindari segala kerusakan yang tidak perlu

c)   Meningkatkan efisiensi alat

d)   Memperpanjang umur alat

e)   Menjaga kualitas atau performa gedung

f)    Menjaga kelangsungan operasional

g)   Menjaga aset

h)   Peralatan dapat beroperasi dengan efektif dan efisien

i)   Hasil akhirnya akan memberikan keuntungan keuangan bagi gedung yang berimbas ke pihak pemilik maupun penyewa bahkan ke pihak lain, misalnya pengunjung.

j)  Dalam sudut pandang yang sedikit berbeda hal di atas tetap berlaku bagi bangunan nonkomersial.

Untuk memastikan acara preventive mointenance bisa dicapai dengan baik, kita perlu menerapkan hal-hal sebagai berikut:

1)   Perusahaan yang bersangkutan wajib memiliki SOP Pemeliharaan Bangunan, SOP ini mencakup basisdata spesifikasi peralatan dan alat sebagai acuan kerja untuk pekerjaan operasional dan pemeliharaan bangunan bagi perusahaan, mempermudah pengaturan jadwal atau shifi karyawan, serta kontrol komunikasi antara marketing, finance, purchasing, operotion, storoge, monogement owner, dan tenant.

2)   Penyediaan pelatihan bagi karyawan tentang metode dan alat-alat terbaru untuk pemeliharaan bangunan.

Untuk memudahkan pemahaman, secara garis akbar pemeliharaan bangunan komersial maupun nonkomersial bisa dibagi menjadi berikut:

1)   Manajemen pemeliharaan bangunan

2)   Pemeliharaan arsitektural bangunan

3)   Pemeliharaanstruktural bangunan

4) Pemeliharaan mekanikal bangunan (tata udara, sanitasi, plumbing, dan transportasi dalam bangunan)

5)   Pemeliharaanelektrikal bangunan

6)   Pemeliharaan tata ruang luar

7)   Kebersihangedung (lausekeeping)

Leave a Reply

Your email address will not be published.