Artikel: Bagian Bekisting Kolom Dan Tahapan Pemasangannya | HBS Blog

  • 4 min read
  • Feb 19, 2017

Tinggi kolom pada sebuah bangunan umumnya berkisar tiga atau 4 meter. Hal ini bisa diartikan bahwa tinggi kolom sama menggunakan tinggi ruang menurut bangunan. Dalam syarat masuk akal secara umum kolom mempunyai dimensi arah tinggi ukuran lebih akbar dibanding dimensi lainnya (panjang dan lebar kolom).

Untuk menerima struktur kolom yg monolit disarankan agar proses pengecoran struktur kolom ini dilakukan pada kesatuan waktu tertentu. Oleh karena itu kemampuan Cetakan/Bekisting kolom harus direncanakan sedemikian rupa sebagai akibatnya rnampu menahan gaya-gaya yg muncul selama proses pengecoran, terutama yang ditimbulkan sang agregat beton basah.

Perencanaan Cetakan/Bekisting kolom sangat tergantung menurut volume aglegat beton yang akan mengisi & mengakibatkan timbulnya gaya-gaya tertentu yg wajib ditahan sang Cetakan/Bekisting.

Cetakan/Bekisting Kolom

Ditinjau menurut bentuk penampangnya, kolom bisa dibedakan sebagai 3, yaitu:

–        Kolom dengan sisi-sisi lurus (segi tiga, segi empat, segi enam, segi delapan, dll)

–        Kolom dengan sisi-sisi lengkung (kolom bulat, kolom elips, dll)

–        Kolom dengan bentuk khusus

Bagian-bagian Cetakan/Bekisting Kolom

Secara umum bagian-bagian dari Cetakan/Bekisting kolom adalah: sepatu kolom, panel Cetakan/Bekisting, penguat tegak, penguat datar, klem pengatur, balok penunjang, lubang untuk membersihkan kotoran di dalam kolom (cleanout).

Bagian-Bagian Cetakan/Bekisting Kolom

Bagian-Bagian Cetakan/Bekisting Kolom

Berikut Merupakan Penjelasan dari bagian-bagian Cetakan/Bekisting kolom:

Sepatu Kolom (Kicker)

Pembuatan sepatu kolom diubahsuaikan menggunakan planning bentuk tampang kolom. Material yg digunakan umumnya kayu dan menjadi penyambung sambung bisa digunakan paku atau baut atau keduanya sehingga dihasilkan bentuk yang sahih-benar kalu.

Kicker dipasang pada dasar kolom atau lantai menggunakan cara dipaku. Selain material kayu bisa pula menggunakan cor beton setinggi lima centimeter atau memakai besi siku atau aluminium.

Tujuan utama pemasangan kicker ini merupakan untuk menempatkan Cetakan/Bekisting kolom dalam posisi yang sempurna.

Panel Cetakan/Bekisting (Shutter)

Berbagai macam material bisa digunakan menjadi panel Cetakan/Bekisting. Tetapi yg tak jarang digunakan adalah plywood karena pertimbangan diantaranya aspek ekonomis, karena penggunaannya dapat berulang kali (empat atau lima kali) & permukaan beton yang dihasilkan relatif lebih halus.

Pembuatan panel-panel buat sisi-sisi Cetakan/Bekisting kolom diperkuat menggunakan balok kayu menggunakan arah tegak & diperkuat secara horizontal dengan penguat horizontal yg berupa klem yg sinkron dengan perencanaannya.

Bagian yang perlu diperhatikan merupakan bagaimana rendezvous antarpanel yg membentuk sudut dapat bertemu menggunakan baik. Balok penguat tegak secara konvensional menggunakan balok kayu dengan ukuran & jeda sinkron perencanaan.

Saat ini balok penguat tegak banyak digunakan oleh perusahaan/pabrik Cetakan/Bekisting yg mempunyai hak paten (contohnya PERI dan DOKA).

Keuntungan penggunaan balok pabrikan merupakan: relatif lebih ringan, lebih lurus, dimensi seragam, lebih bertenaga dan awet, bisa dipakai berulang-ulang. Balok penguat horizontal (klem) secara konvensional memakai balok kayu yang dipres dan dikunci/dimatikan dengan paku.

Balok horizontal ini mengikat erat Cetakan/Bekisting sekeliling kolom, dan akan berfungsi pada waktu pengecoran, di mana berat agfegat basah akan menekan panel plywood diteruskan dalam penguat tegak dan dalam akhirnya akan ditahan sang bulok horizontal ini. Material lain yang mungkin dipakai adalah klem baja.

Dalam upaya membersihkan dari segala kotoran yg dapat memberikan impak kurang baik dalam beton, dalam salah satu panel sebaiknya disiapkan lubang dalam dasar panel.

Lubang itu memungkinkan buat membersihkan bagian dasar kolom sebelum pengecoran dilakukan. Lubang ini dinamakan cleanout hole. Dimensi cleanout hole ini diadaptasi dengan kebutuhan.

Penyangga (Braching)

Cetakan/Bekisting kolom harus ditopang dalam banyak sekali arah buat menghindari terjadinya perubahan posisi terutama dalam saat pengecoran. Material yg bisa digunakan merupakan balok kayu, pipa besi, & pipa-pipa scaffolding.

Baca:

Hal yg perlu diperhatikan pada pengecoran kolom merupakan batas pengecoran kolom pada pertemuan menggunakan balok.

Keuntungan batas pengecoran di atas dasar balok (setebal beton decking) adalah:

–   Hubungan antara balok dengan kolom akan tampak rapi. Hal ini sangat penting bila balok tidak tertutup oleh plafon.

–        Lebih mudah dalam pembersihan Cetakan/Bekisting sebelum pengecoran.

–        Sambungan Cetakan/Bekisting antara balok dan kolom lebih mudah.

Hal-hal yg disarankan tersebut di atas memerlukan ketelitian elevasi penghentian/batas cor, yaitu nir boleh lebih tinggi berdasarkan ketebalan beton decking.

Untuk penghentian/batas cor pada bawah dasar balok memang nir memerlukan ketelitian (lebih dalam atau kurang dalam tidak menjadi kasus akan tetapi nir akan memberikan keunggulan tersebut pada atas).

Tahap Pemasangan Cetakan/Bekisting Kolom

–        Penetapan posisi as kolom dengan alat ukur.

–  Pembuatan tanda untuk sepatu kolom sesuai dengan ukuran kolom yang direncanakan dengan menarik benang yang dibasahi dengan cat dan kemudian ditarik dari ujung-ujung kolom. Dilakukan pengontrolan kelurusan atas posisi kolom-kolom lain.

–        Pemasangan sepatu kolom.

–   Memasang dan melengkapi tulangan kolom, termasuk memasang beton decking pada sisi-sisi luar tulangan.

–     Pasang panel Cetakan/Bekisting yang telah dilapisi minyak. Pasang penutup pada bagian sudut pertemuan panel untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran.

–        Pasang klem kolom sesuai rencana.

–   Stel posisi Cetakan/Bekisting agar vertikal dan ditopang kuat (sebaiknya digunakan thedolile).

–      Bersihkan kotoran maupun sisa-sisa potongan kawat, kayu, atau lainnya yang ada di dalam Cetakan/Bekisting (melalui cleanout hole).

–        Cor beton sampai dengan ketinggian yang direncanakan (+ 2,5 cm di atas elevasi dasar balok).

–        Setelah beton cukup umur maka Cetakan/Bekisting dapat dilepas.

Kolom dengan Sisi-sisi Lurus

Cetakan/Bekisting kolom dengan sisi-sisi lurus dapat memiliki banyak sekali macam bentuk, pada antaranya merupakan kolom segi 3, segi empat, segi lima, segi enam, segi delapan, atau yang lainnya.

Pada prinsipnya pembuatan kolom ini tidak berbeda, hanya saja poly sedikitnya panel Cetakan/Bekisting diubahsuaikan dengan segi yg telah direncanakan, sementara proses pelaksanaannya sama seperti pembuatan kolom pada umumnya.

Kolom dengan Sisi-sisi Lengkung

Cetirkan besi umumnya dipakai buat membentuk kolom bulat. Cetakan/Bekisting ini dibagi menjadi dua bagian yg lalu disatukan dengan menggunakan baut-baut penyatu.

Pengadaan Cetakan/Bekisting besi ini harus mendapat perhatian spesifik terutama dalam menetapkan buat menciptakan sendiri atau menyewa untuk menekan biaya .

Pengembangan material Cetakan/Bekisting dengan menggunakan fiberglass sangat dimungkinkan, tetapi Cetakan/Bekisting jenis ini mentpunyai beberapa kekurangan terutama buat pembentukan kolom dengan diameter akbar.

Kolom menggunakan Bentuk Khusus

Kolom dengan tampang yg lain daripada yg lain membutuhkan Cetakan/Bekisting beton yg lain juga. Pengadaan Cetakan/Bekisting beton menggunakan berbagai macam tipe, dimensi, dan tampang yang bhineka dalam satu bangunan akan mengakibatkan peningkatan porto, khususnya pada hal pengadaan Cetakan/Bekisting beton.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi jika hal itu merupakan tuntutan arsitektur.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − four =