Artikel: BENARKAH, INDONESIA KEKURANGAN INSINYUR? | HBS Blog

  • 3 min read
  • Mei 15, 2017

Bila kita lihat kenyataan waktu , melihat menggunakan sudat pandang orang umum pastinya biasa biasa saja atu bahakan terdapat yg bilang sudah poly insinyur , parahnya lagi tidak usah banyak banyak karena membentuk sedikit kok,

      Memang itu asumsi nir galat karena kita melihatnya menurut sudut pandang orang umum /nir bekerja di bidangnya ,namun bila kita lihat secara aktul indonesia sangatlah kekurangan para insinyur di minat para pemuda tentang jurusan teknik sangatlah kecil entah kenapa diperguruan perguruan tinggi , Kita sanggup Lihat pada Universitas PGRI Semarang mahasiswa yg mengambil jurusan teknik sangatlah berbanding jauh menggunakan mahasiswa yg ambil jurusan pendidikan , ini menandakan bahwa indonesia memang sangat kekurangan insinyur, dilansir berdasarkan www.Antaranews.Com, PII(Persatuan Insinyur Indonesia) berkata bahwa Indonesia sangat kekurangan insinyur hanya ada 7.50.000 insinyur di Indonesia , Bila dibandingkan dengan jumlah rakyat Indonesia yang jumlahnya ratusan juta lebih kurang 240 juta data penduduk tahun 2004, jika 750 Insinyur bekerja sesuai dengan bidangnya mungkin akan lebih sedikit membantu kekurangan Insinyur Indonesia , namun fenomena nir seluruh para insinyur bekerja pada bidang yang seharusnya ia geluti namun mereka lebih memilih bekerja pada bidang yg lain hanya 40% saja yang bekerja sinkron menggunakan bidang ,ini sangat miris sekali apabila Indonesia hanya memiliki sedikit sekali Insinyur.Apalagi buat menghadapi MEA(Masyarakat Ekonomi ASEAN), riset Indonesia memerlukan 120 ribu insinyur buat 5 tahun kedepan gunan berbagi infrastruktur yg ada di Indonesia, padahal nantinya akan mengerjakan proyek lebih kurang lima.500 Triliun , ini adalah proyek yang sangat besar bagi lulusan teknik sipil/arsitektur, mesin, pada dasarnya para insinyur .

Rangkumansipil.Blogspot.Com

    Bila aku teliti menggunakan akal aku sendiri selaku mahasiswa teknik sipil yg nantinya akan memegang alih kendali pembangunan pada Indonesia ini Aamiin,

Kebanyakan para pemuda jarang mengambil progdi Teknik karena alasan beberapa hal menjadi berikut :

  1. TAKUT

Rasa yg dalam atau kerangka berpikir rakyat awam takut mengambil jurusan teknik banyak sekali alasan ,takut nir dapat pekerjaan , baiklah aku sanggah tidak mungkinlah kita mahasiwa yang pekerjaannya saja kekurangan tenaga ahli tidak mungkin aku kira kalau nir dapat pekerjaan, kemudian takut jarang dirumah , adalah pekerjaan yang poly mengandung resiko, ya memang ada benarnya pula sih , proyek pembangunan nir selalu berada didekat rumah kita tidak sporadis kita harus keluar dari pulau ,bahkan negara buat menyelesaikan garapan /proyek, namun menggunakan kita poly menangani pekerjaan poly ketemu orang poly luar kota membuat kita sebagai lebih berpengalaman dalam segi skill kita kemapuan mental kita , yang membuahkan kita akan lebih berkembang & profesional lagi.

     2.  BERAT

 Ini juga menjadi momok bagi para pemuda kenapa nir merogoh jurusan teknik sipil, merasa mata kuliahnya berat poly tugas tugas , wajib nglembur hingga bermalam malam , yg berakibat ah masa belia kok adanya belajar belajar terus kapan mainya , kiata haruas manfaatkan kesenangan selagi belia, itu aku kira perkataan orang kaya sodara hehehe, aku tidak mau berprasangka tidak baik.

    Mungkin pemerintah harus banyak bersosialisai pada rakyat buat menutupi kekurangan para insinyur insinyur kita lantaran Indonesia baru menyuplai 35ribu insinyurnya per tahun jadi masih sangat kurang jika kebutuhanya pertahun 65 ribu.Kenapa aku menyatakan Pemerintah harus bersosialisai tentang ini karena jika Indonesia telah mempunya para ahlinya di bidang bangunan jadi infrstruktur negara tidak lagi meminta donasi para insinyur asing , jika ini terus terus terjadi , bangunan atau rumah menjadi ciri khas daerah akan tergantikan dengan designya orang asing sehingga rumat istiadat Indonesia akan tegeserkan , dikiranya bila Indonesia sudah mempunya insunyurnya energi energi pakar maka rumah rumah istiadat daerah akan terangakat pada mata global , banyak sekali tempat tinggal adat Indonesia yang unik yg perlu pada lestarikan , tetapi fenomena menggunakan seiringnya zaman tempat tinggal tempat tinggal adat tegusr bahakan asumsi lagi mereka memalukan mengakui tempat tinggal adatnya sendiri. Karena dianggap kuno. Jadi ayo Mahasiswa Indonesia generasi generasi penerus bangsa yg memegang perenan krusial nantinaya dalam pembangunan infrastruktur Indonesia pesan para leluhur jangan pernah membuat malu dari mana engkau dari.

Sekian salam sipil maju terus buktikan karyamu

Negara menunggu karyamu.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − ten =