Artikel: CARA MENGOPERASIKAN MESIN MILLING ATAU FRAIS YANG BAIK DAN BENAR | HBS Blog

  • 3 min read
  • Des 19, 2017

Ada beberapa jenis mesin cutting tool atau alat bantu kerja yg di gunakan dalam permesinan, perbengkelan dan work shopnya sebuah pabrik industri seperti :

  • Mesin Milling atau Mesin Frais.
  • Mesin Bubut.
  • Mesin Slotter.
  • Mesin Drilling.
  • Mesin Grinding.
  • Dan Sebagainya.

Mesin – mesin tersebut di pakai sebagai alat bantu kerja buat mengerjakan pekerjaan yg herbi :

  • Perbaikan komponen atau onderdil mesin produksi ataupun perkakas lainnya.
  • Untuk melakukan modifikasi pada komponen atau onderdill pada sistem kerja.
  • Sebagai alat bantu pada project development atau pengembangan mesin produksi.
  • Dan lain Sebagainya.

Dari sekian jenis mesin cutting tool di sini aku mencoba mengulas tentang Cara menggunakan alat bantu kerja Mesin Milling atau Frais.

Mesin Miling atau Frais mempunyai fungsi sebagai berikut :

  • Untuk meratakan permukaan benda kerja seperti plat, besi pejal, bushing dan lain sebagainya.
  • Untuk membuat alur key way pada shaft penggerak atau pada benda kerja lainnya.
  • Untuk memperbesar lubang pada benda kerja.
  • Untuk membuat lubang oval pada permukaan benda kerja
  • Dan Sebagainya.

Adapun Cara menggunakan Mesin Milling atau Frais adalah Sebagai berikut :

1) Menggunakan Alat Pelindung Diri.

Sebelum mengoperasikan mesin milling atau frais, langkah awal buat menjaga keselamatan operator merupakan memakai alat pelindung diri secara lengkap.

Adapun alat pelindung diri tadi merupakan sebagai berikut :

  • Sarung Tangan kulit yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi anggota tubuh bagian tangan dari potensi bahaya terkena serpihan logam, tertimpa benda kerja, terjepit benda kerja, terpukul palu dan Sebagainya.
  • Helmet safety yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi anggota tubuh bagian kepala dari potensi bahaya terbentur dengan body mesin, terkena percikan serbuk logam dan lain sebagainya.
  • Face Shield atau kaca mata yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi anggota tubuh bagian mata dan wajah dari percikan serbuk logam yang panas dari benda kerja.
  • Sepatu Safety yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi anggota tubuh bagian kaki dari potensi bahaya tertimpa atau kejatuhan benda kerja, terkena percikan serbuk logam, tersandung body mesin dan lain sebagainya.
  • Apron tangan yang berfungsi sebagai alat pelindung anggota tubuh bagian tangan dari potensi bahaya terkena percikan serbuk logam benda kerja.

Setelah menggunakan Alat Pelindung Safety, langkah berikutnya merupakan Setting Benda kerja dalam ragum.

Sebelum benda kerja pada setting atau di pasang dalam ragum, umumnya melalui proses kerja pembuatan garis pada benda kerja dengan memakai high gauge yaitu buat memberi indikasi batasan area yg akan pada milling.

Posisikan benda kerja benar – sahih lurus, centre dan kencang dalam saat di setting pada ragum, supaya dalam ketika mesin running nir terjadi lepas & getaran pada benda kerja.

3) Check Kondisi Safety Device

Safety Device adalah perlengkapan keselamatan kerja yang terdapat pada mesin milling.

Contoh yang termasuk safety device pada mesin milling diantaranya :

  • Safety wire adalah seling wire yang di hubungkan ke limit switch emergency stop mesin yang berfungsi untuk mematikan mesin milling secara darurat pada saat mesin running.
  • Push Botton emergency stop yang berbentuk tombol tekan yang berfungsi untuk mematikan mesin milling secara darurat pada saat mesin running.
  • Check kondisi mata end mill dari segi ketajaman dan kekencangan baut lock mata end mill.

4 ) On kan Mesin Milling.

Setelah benda siap di kerjakan, maka langkah berikutnya adalah On kan mesin milling.

Setelah men On kan mesin milling, lalu lakukan :

  • Test putaran mesin milling.
  • Atur speed mesin milling sesuai kebutuhan.
  • Atur posisi head milling terhadap benda kerja sesuai kebutuhan.

5) Proses Milling Benda Kerja.

Setelah beberapa langkah di kerjakan, langkah berikutnya yaitu proses milling benda kerja.

Atur ketebalan pemotongan benda kerja sinkron kebutuhan, semakin tebal pemotongan maka akan semakin cepat jua waktu yg di butuhkan pada dalam pengerjaan milling benda kerja.

Lakukan pengerjaan milling sesuai dengan gambar job kerja atau request sheet menurut konsumen.

6) Kebersihan Area Kerja.

Setelah seluruh benda pada kerjakan dengan baik & sahih, kemudian lepas benda kerja menurut ragum dan matikan power mesin milling.

Kemudian lakukan kebersihan area kerja dengan menyemprot serpihan – serpihan benda kerja menggunakan memakai angin.

Bersihkan seluruh serpihan benda kerja tadi menggunakan sapu dan kuas.

Setelah area kerja bersih dari serpihan benda kerja, lalu rapikan dan rapihkan seluruh alat-alat pekerjaan milling dalam tempat yang telah di sediakan.

Demikian sedikit ulasan mengenai cara mengoperasikan mesin milling atau frais yang baik dan sahih.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 17 =