Artikel: CARA MENGUKUR GETARAN MESIN DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

  • 2 min read
  • Sep 12, 2020

Bagaimanakah cara mengukur getaran pada mesin produksi yg kondisinya sedang running ?

Setiap mesin yang running niscaya mempunyai getaran karena effect berdasarkan proses pergerakan yang pada timbulkan oleh mesin itu sendiri.

Mengapa getaran yg pada timbulkan sang mesin tersebut harus pada ukur ?

Getaran yang pada timbulkan sang proses pergerakan komponen – komponen mesin wajib pada check menggunakan indera ukur karena :

  • Sebagai salah satu cara maintenance atau perawatan preventif terhadap mesin untuk mengetahui kondisi mesin.
  • Untuk mencegah potensi terjadinya trouble mesin atau keabnormalan mesin yang fatal.
  • Untuk mendeteksi lebih awal terjadinya abnormal mesin.

Sedangkan indera ukur yg di gunakan buat mengukur getaran dalam mesin pada waktu running merupakan Vibration Meter.

Adapun cara buat mengukur Getaran yg di timbulkan mesin pada ketika running menggunakan memakai indera ukur Vibration Meter merupakan sebagai berikut :

  • Pastikan kondisi mesin yang akan di ukur dalam kondisi running.
  • Kemudian On kan power alat ukur Vibrasi meter.
  • Pilih satuan ukur mm/s atau juga bisa m/s tergantung kebutuhan.
  • Kemudian tempelkan bagian kepala yang bermagnet dari alat ukur vibrasi meter pada bagian titik mesin yang akan di ukur besaran getaran yang di timbulkan.
  • Kemudian lihat nilai angka besaran yang muncul pada layar vibrasi meter.
  • Apabila nilai angka menunjukkan hunting naik turun, maka tunggulah sampai angka besaran tersebut berhenti pada salah satu angka yang muncul.
  • Setelah itu tulislah nilai besaran yang muncul tersebut pada form inspeksi mesin sebagai list data.
  • Kemudian Off kan power alat ukur vibrasi meter tersebut.
  • Kemudian lepaslah kepala magnet dari alat ukur vibrasi meter tersebut dan proses pengukuran getaran pada mesin sudah selesai.

Bagian – bagian berdasarkan Alat ukur Vibration Meter merupakan sebagai berikut :

  • Tombol operation vibrasi meter yang berfungsi untuk mengoperasikan fungsi vibrasi meter.
  • Kabel check getaran yang berfungsi sebagai media untuk menyalurkan data informasi kondisi actual getaran mesin.
  • Kepala magnet yang berfungsi sebagai bagian yang menempel ke body mesin untuk mengambil data besaran getaran dari mesin.
  • Layar monitor yang berfungsi untuk menampilkan nilai data besaran yang muncul dari hasil getaran pada mesin.

Getaran atau vibrasi yang di timbulkan menurut sebuah mesin yg dalam syarat running tidak selaras – beda dan memiliki baku toleransi yang tidak sinkron – beda juga tergantung kondisi awal pemasangan mesin tersebut pada waktu masih baru.

Tetapi umumnya kondisi normal vibrasi mesin sekitar 0,03 mm/s pada waktu running.

Mesin pada waktu running bisa mengakibatkan getaran atau vibrasi pada saat running itu pada sebabkan karena :

  • Adanya persinggungan atau gesekan antar part mesin tersebut.
  • Karena Base mesin bersentuhan dengan dudukan mesin secara langsung.
  • Ada komponen mesin yang mengalami abnormal atau kerusakan.

Mengapa kondisi vibrasi atau getaran mesin harus pada perhatikan ?

Getaran atau vibrasi yang abnormal atau getaran yg besar dalam mesin sanggup mengakibatkan beberapa hal seperti :

  • Kerusakan fatal yang bisa berakibat mesin tersebut stop untuk membutuhkan perbaikan.
  • Suara noise atau bising yang bisa mengganggu Operator Mesin.
  • Mempengaruhi hasil produk yang di proses oleh mesin tersebut.

Adapun cara buat menangani adanya vibrasi atau getaran dalam mesin adalah sebagai berikut :

  • Getaran mesin tinggi bisa di sebabkan dari ausnya bearing, solusinya adalah lakukan penggantian terhadap bearimg tersebut.
  • Getaran mesin tinggi bisa di sebabkan karena kondisi mounting base kendor atau rusak, solusi kencangkan baut mounting atau ganti ganti mounting baru.
  • Getaran mesin bisa di sebabkan adanya body mesin yang retak atau crack, solusi segera lakukan perbaikan kondisi body yang retsk dengan di welding ulang.
  • Getaran mesin bisa di sebabkan adanya baut nut body mesin yang kendor, solusi kencangkan baut dan nut tersebut sampai benar – benar kencang.

Demikian sedikit ulasan tentang Bagaimana Cara Mengukur Getaran atau Vibrasi dalam Mesin di Pabrik Industri.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =