Artikel: Cara Pengujian Menggunakan Sand Cone | HBS Blog

  • 7 min read
  • Agu 02, 2014

Dalam pengerjaannya, Teknik Sipil akan selalu berkaitan menggunakan tanah, lantaran tanah adalah tempat berpijaknya semua bangunan sipil. Maka daripada itu, diharapkan penelitian terhadap sifat & kemampuan tanah itu. Salah satunya menggunakan dilakukannya beberapa pengujian terhadap tanah, baik dilakukan di laboratorium juga di lapangan.

Adapun pengujian yang dilakukan diantaranya; uji vane shear & pengeboran, sondir, CBR lapangan, DCP, sand cone test, berat isi, kadar air, berat jenis, batas-batas atterberg, kuat tekan bebas, geser langsung, triaxial, konsolidasi, permiabilitas, pemadatan tanah, & CBR laboratorium.

Sand Cone

Sand cone adalah alat yg digunakan buat tes pengujian dalam hal ini buat menentukan kepadatan lapisan tanah pada lapangan dengan menggunaka pasir baik itu lapisan tanah atau perkerasan lapisan tanah yang dipadatkan.

Percobaan kerucut pasir adalah galat satu jenis pengujian yg dilakukan dilapangan buat memilih berat isi kering (kepadatan) tanah asli ataupun hasil suatu pekerjaan pemadatan yang dilakukan baik pada tanah kohesif maupun tanah non kohesif.

Nilai berat isi tanah kemarau yang diperoleh menurut percobaan ini biasanya dipakai buat mengevaluasi hasil pekerjaan pemadatan pada lapangan (degreed of compaction) yaitu perbandingan antara yd (kerucut pasir) menggunakan yd hasil percobaan pemadatan dilaboraturium.

Percobaan ini umumnya dilakukan buat mengevaluasi hasil pekerjaan pemadatan di lapangan yg dinyatakan dalam derajat pemadatan (degree of compaction), yaitu perbandingan antara yd lapangan (kerucut pasir) dengan yd maks. Output percobaan pemadatan di laboratorium dalam persentase lapangan.

Kerucut pasir (sand cone) terdiri menurut sebuah botol plastik atau kaca dengan sebuah kerucut logam dipasang diatasnya. Botol kaca dan kerucut ini diisi menggunakan pasir Ottawa kering yg bergradasi buruk, yg berat isinya sudah diketahui. Jika menggunakan pasir lain, cari terlebih dahulu berat isi pasir tadi. Di lapangan, sebuah lubang mini digali pada permukaan tanah yg telah dipadatkan. Jika berat tanah yg telah digali menurut lubang tersebut bisa ditentukan (Wwet) dan kadar air dari tanah galian itu pula diketahui, maka berat kering berdasarkan tanah (Wdry) dapat dicari dengan persamaan:

Wdry = Wwet / (1 (w/100))

Dimana:

w = kadar air.

Setelah lubang tersebut digali (tanah orisinil ditimbang seluruhnya), kerucut menggunakan botol berisi pasir diletakkan di atas lubang itu. Pasir dibiarkan mengalir keluar dari botol mengisi semua lubang & kerucut. Sesudah itu, berat menurut botol, kerucut, & sisa pasir dalam botol ditimbang. Volume menurut tanah yg digali dapat dipengaruhi menggunakan persamaan menjadi berikut:

V = (Wch – Wc) / ?Dry

Dimana:

Wch  = berat pasir yang mengisi kerucut dan lubang pada tanah

Wc   = berat pasir yang mengisi kerucut

Γdry  = berat isi kering (pasir)

Tujuan berdasarkan pemadatan adalah buat memperoleh stabilitas tanah & memperbaiki sifat- sifat teknisnya, Oleh karena itu, sifat teknis timbunan sangat krusial untuk diperhatikan, nir hanya kadar air dan berat keringnya. Pengujian buat control pemadatan dalapangan disfesifikasikan dan hasilnya menjadi standar buat mengontrol suatu royek. Ada 2 spesifikasi untk pekerjaan tanah yaitu:

–        Sfesifikasi dari hasil akhir

–        Sfesifikasi untuk cara pemadatan.

Selain itu test sand cone bertujuan buat memilih derajad kepadatan lapangan yg didapat berdasarkan presentase perbandingan antara berat isi tanah kering di lapangan (kepadatan kemarau lapangan) dan berat isi tanah kering dalam waktu pengujian pada laboratorium (kepadatan baku). Pengujian sand cone Biasa digunakan buat pengujian dalam perencaan pondasi atau jalan raya.

Peralatan Dan Bahan

Dalam praktek tes sand cone saudara wajib mempersiapkan alat-alat & bahan, adapun peralatan & bahan tadi mencakup:

Cara Pengujian Menggunakan Sand Cone, alat pengujian sand cone

Alat Pengujian Sand Cone

Peralatan:

1)  Kerucut yang dilengkapi dengan kran pengunci

2)  Botol transparan dengan kapasitas 9 kg

3)  Alat perata (Scraper)

4)  Timbangan

5)  Wadah

6)  Oven

7)  Palu

8)  Sekop kecil

9)  Paku

10)Kuas

Bahan

1)  Pasir otawa

2)  Tanah dilapangan

Pasir yg dipakai dalam metoda kerucut pasir (Sand Cone) merupakan pasir otawa / kuarsa, sebab adalah:

1)  Pasir tersebut mudah dialirkan

2)  Gradasinya seragam

3)  Dapat mengisi semua ruang yang kosong

4)  Pasir tersebut benar – benar kering

Baca: Tekban,Macam Dan Jenis-Jenis Pasir

Prosedur Pelaksanaan

Dalam tindakannya yg harus dijalankan dalam aplikasi pengujian ini merupakan menuruti rujukan yang terdapat agar selalu memperoleh hasil yang sempurna, dibawah ini adalah serangkaian langkah?Langkah dalam pengujian.

1) Menentukan Volume (isi botol)

a)  Persiapan semua peralatan serta bahan – bahan yang diperlukan dalam pengujian

b)  Timbangan berat botol + corong dalam keadaan kosong (W1)

c)   Buka kran pada corong kemudian isi air kedalam corong sampai penuh

d)  Tutup kembali kran tersebut lalu balikkan botol agar air yang tersisa pada corong keluar.

e)  Timbang berat botol beserta corong yang berisi air (W2)

f)   Tentukan volume botol tersebut dengan rumus:

Vbotol = W2 – W1/Yair

2) Menentukan Berat Isi Pasir

a)  Keluarkan air dari dalam botol, lalu keringkan botol tersebut

b)  Masukkan pasir ke dalam botol sampai penuh kemudian timbang (W3)

c)   Berat isi pasir diperoleh dengan rumus:

Ypasir = W3 ? W1 / Vo. Botol

3) Menentukan Berat Pasir Dalam Corong

a)  Masukkan pasir secukupnya, minimal ½ botol kemudian timbang (W4)

b)  Balikkan botol pada tempat yang rata, buka kran pada corong sehingga pasir mengalir melalui corong

c)  Corong atau kerucut yang telah berisi penuh dengan pasir, bila pasir dalam corong tidak bergerak lagi kunci kembali kran pada corong / kerucut lalu botol ditegakkan kembali

d)  Tentukan berat botol beserta kerucut yang berisi sisa pasir (W5)

e)  Tentukan berat pasir dalam corong = W4 – W5

4) Menentukan berat isi tanah di lapangan

a) Tentukan lokasi tempat pengujian tanah, bersihkan permukaan dari material – material lain yang dapat menghambat selama pengujian

b)  Ratakan permukaan tanah tersebut, kemudian letakkan plat dasar di atasnya

c)  Buat lubang sesuai dengan diameter pada pelat dasaar dengan kedalaman yang hamper sama dengan diameter lubang

d)  Tanah hasil galian dimasukkan kedalam plastik lalu timbang dan tentukan kadar airnya.

e)  Siapkan botol yang telah berisi pasir ± 2/3 dari tinggi botl lalu timbang (W6).

f)   Letakkan botol diatas lubang dengan posisi kerucut menghadap ke dalam lubang, lalu buka kran kerucut sehingga pasir mengalir mengisi lubang hingga penuh

g)  Timbang sisa pasir dalam lubang dan kerucut (W7)

h)  Hitung berat pasir dalam lubang dan kerucut (W8):

W8 = W6 ? W7

i)   Hitung berat pasir dalam lubang (W9):

W9 = W8 ? W6

j)   Hitung volume galian:

Vol = Berat Pasir / Ypasir

5) Pengkalibrasian Cone Set

a) Setelah dicari colume dari botol, air dalam botol dibuang dan botol dikeringkan

b)  Isi botol dengan pasir otawa melalui corong sampai benuh

c)   Usahakan pasir dalam corong jangan sampai kurang dari ½ tinggi corong

d)  Apabila Botol sudah hamper penuh dan pasir dalam corong tidak mengalir lagi, miringkan botol hingga pasir bisa memenuhi semua ruang di dalam sand cone

e)  Tutup keran ketika botol sudah terisi penuh oleh pasir, dan buang pasir yang masih tertinggal di corong

f)   Timbang botol berisi pasir (W2)

g)  Kemudian botol dibalik untuk mencari berat pasir yang ada di corong

h)  Buka kearn dan tunggu hingga pasir berhenti mengalir

i)   Tutup keran ketika pasir sudah berhenti dan timbang botol (W5)

j)   Cari berat pasir dalam kerucut (Wc = W5 – W2)

k)   Kemudian cari berat isi pasir (γ sand) = (W2 – W1) / (W3 – W1)

6) Pengujian di lapangan

a)  Sebelum ke lapangan, hendaknya botol sand cone disii penuh tanpa menggunakan corong dan timbang (W12)

b)  Timbang nampan (W9)

c)   Letakkan pelat dasar berlubang (bagian dari peralatan sand cone) pada daerah yang akan diuji

d)  Buat lubang galian pada lubang pelat setinggi kira-kira 15 cm

e)  Tanah pada lubang diletakkan pada nampan dan ditimbang (W10)

f)   Kemudian balik botol sand cone di atas pelat berlubang dan buka keran penutupnya

g)  Tunggu hingga lubang terpenuhi

h)  Setelah penuh tutup keran pada corong dan timbang botol berisi pasir sisa pengujian (W13)

i)   Kemudian hitung volume lubang (V hole) = (W12 – W13 – Wc)/γ sand

7) Pengujian Kadar Air (di laboratorium)

a)  Timbang dahulu cawan kosong (W6)

b)  Ambil sedikit tanah pada nampan dan letakkan di cawan dan timbang (W7)

c)   Oven tanah tersebut selama kurang lebih 24 jam

d)  Timbang lagi cawan setelah di oven (W8)

e)  Hitung kadar air (w) = (W7 – W8) / (W8 – W6) x 100%

Keselamatan Kerja

Sasaran dalam keselamatan kerja merupakan segala tempat keja baik di darat atau di dalam tanah maupun udara ataupun dalam alat yg digunakan pada hal ini buat pengujian kepadatan tanah harus benar-sahih diperhatikan menggunakan tujuan buat melindungi menurut resiko kecelakaan dalam saat melakukan percobaan pengujian, menjaga supaya orang ? Orang yg berada disekitar terjamin keselamatanya, menjaga agar indera yang dipakai kondusif & utuh. Berikut peraturan keselamatan kerja dalam pengujian ini:

1)  Baca lembaran kerja (Jobsheet) terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian

2)  Pusatkan perhatian pada pekerjaan serta lakukan pengujian dengan penuh kecermatan dan ketelitian.

3)  Gunakanlah pakaian praktek selengkapnya

4)  Gunakan alat dengan benar dan sesuai fungsinya dan hindari sikap ceroboh dalam menggunakan alat uji.

5)  Simpan alat yang telah dipakai pada tempat yang telah disediakan.

6)  Gunakan peralatan sesuai petunjuk prosedur pelaksanaan praktikum dan atas petunjuk pembimbing praktikum.

7)  Gunakan jas labor praktikum dan sarung tangan pada saat pengujian

8)  Periksalah peralatan sebelum dipergunakan

9)  Bersihkan peralatan peralatan sebelum dipergunakan

10)Bersihkan alat-alat dan ruang kerja selesainya terselesaikan praktikum

Data Percobaan dan Perhitungan

1)  Masukkan data pengujian ke dalam formulir.

2)  Kemudian hitung:

a)  Kepadatan basah

?Soil wet = Berat tanah galian / Volume lubang

b)  Kepadatan kering lapangan

?Lap = ?Soil wet / (1 kadar air)

c)   Derajat kepadatan tanah

Dr = ?Lap / ?Lab ? 100%

? Lab pada bisa dari pengujian kepadatan standart (standart proctor).

Masalah?Perkara yg dijumpai pada pengujian destruktif adalah:

1)  Waktu yang lama dalam menetukan kadar air dengan menggunakan oven untuk pengeringan

2)  Penimbunan kembali lubang yang telah digali

3)  Kurangnya perhatian terhadap hal – hal yang kecil, sehingga berat isi yang diukur kurang tepat.

Keuntungan primer berdasarkan pengujian nir destruktif merupakan:

1)  Dapat melakukan banyak percobaan dengan tepat.

2)  Langsung mendapat data kadar air.

Kekurangan ? Kekurangan dari pengujian tidak destruktif adalah:

1)  Harga peralatan yang digunakan cukup mahal.

2)  Kalibrasi yang diteliti akan dibutuhkan pada tanah yang diselidiki.

Itulah yg saya tuliskan serangkaian berdasarkan pengujian kepadatan tanah menggunakan menggunkan alat sand cone, kini saya terpikir waktu telah memaparkan langkah ? Langkah tersebut, apa wajib saya sertakan data hitungan lengkap output percobaan tersebut pada tulisan ini, menjadi model bagi saudara, buat lebih jelas pada segi penyajianya. Untuk itu saya putuskan menyertakanya, berikut buat detail.

Contoh data pemeriksaan & hitungan

–        Berat tabung + corong (W1) 870 gram

–        Berat tabung + corong + air (W2) 5460 gram

–        Berat tabung + corong + pasir penuh (W3) 7610 gram

–        Berat tabung + corong + pasir 2/3 h (W4) 4370 gram

–        Berat tabung + corong + pasir sisa (W5) 2380 gram

–        Berat pasir dalam kerucut (W6 = W4 – W5) 1540 gram

–        Berat tanah hasil galian (W7) 3377 gram

–        Berat tabung + corong + pasir sebelum diuji (W8) 5720 gram

–        Berat tabung + corong + pasir sesudah di uji (W9) 1561 gram

Berat isi pasir uji (?Sand)

= W2 ? W1 / W3 ?W1

= 6438 ? 1373 / 8440 ? 1373

= 0,716 gram/cm?

Berat pasir pada lubang dan kerucut (W10)

= W8 ? W9

= 8440 ? 5740

= 2700 gram

Berat pasir dalam kerucut (W11)

= (W8 ? W9) ? W6

= (8440 ? 5740) ? 1290

= 1410 gr

Volume lobang (Vn)

= W11 / ?Sand

= 1410 gr / 0,716 gram.cm

= 1969,27 cm3

Berat isi tanah basah (?Sand)

= W / Vh

= 2510 gr / 1969,27 centimeter

= 1,274 gram/cm3

Berat isi tanah kemarau (?D)

= ?D / 1 w

= 1,274 / 1 0,3509

= 0,943 gram/cm3

Derajat kepadatan dilapangan (DR)

= yd field / yd lab ? 100%

= 0,943 / 0,1372 ? 100%

= 68, 713 %

Demikian semuanya telah saya tuliskan, semoga sehabis membaca & tahu tulisan ini, dibutuhkan mahasiswa atau siapapun bisa memilih kepadatan tanah & memilih derajat kepadatan tanah dengan menggunakan indera tadi. Terimaksih.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + three =