Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Concrete Curing : Pengertian dan Manfaatnya | HBS Blog

  • Share

Apa yang Dimaksud Concrete Curing ? Beton menerima kekuatannya melalui hidrasi partikel semen. Hidrasi semen bukan tindakan sesaat melainkan proses yang berlangsung usang. Tingkat hidrasi cepat dimulai sehabis pengecoran, namun berlanjut dalam saat yg usang menggunakan intensitas yg menurun.

Concrete Curing : Pengertian & Manfaatnya

Pengertian Concrete Curing

Concrete curing atau perawatan beton adalah proses untuk membantu menguatkan beton sebelum benar-benar kering dan keras. Curing juga dapat digambarkan sebagai menjaga beton tetap lembab dan cukup hangat sehingga hidrasi semen dapat berlanjut.

Selama kelembaban & semen yang nir terhidrasi terdapat di pada beton, kekuatan, kekerasan, & kepadatan beton akan meningkat secara bertahap melalui hidrasi tadi.

Jadi secara mudah, proses curing merupakan proses menjaga agar beton yang keras tetap lembab supaya terus mendapatkan kekuatan. Ketika beton semakin bertenaga & lebih padat, porositasnya berkurang. Ini penting, lantaran beton sejak awal jauh lebih keropos daripada ketika beton sudah tua & sudah terhidrasi lebih usang.

Manfaat Concrete Curing

Beton yang berpori kehilangan kelembaban karena penguapan lebih cepat, dan ini dapat menurunkan tingkat kelembaban internal dan menghentikan hidrasi. Jika beton mengering terlalu cepat, itu berarti beton berhenti mendapatkan kekuatan. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk menutup beton segera setelah pengecoran dan menjaganya tetap lembab.

Secara teoritis, untuk beton yang dibentuk dalam wadah tertutup akan memuluskan proses hidrasi sehingga tidak ada rongga kapiler yg tersisa. Tetapi syarat pada lapangan sangat tidak sinkron lantaran faktor lokasi, cuaca, jenis beton dll.

Cara Curing Beton

Beton mula-mula dikeringkan, kemudian ditutup dengan kain goni basah atau kantong goni yang diperas dengan benar (air tidak boleh menetes) dan tidak membiarkan beton mengering. Itu harus dilakukan untuk minimal 24 jam di mana beton akan berproses menuju volume akhir.

apabila air dituangkan sehabis saat ini, tidak akan berpengaruh. Jadi lebih baik memakai kain goni selama 24 jam pertama, lalu proses curing dilakukan menggunakan menyemprotkan air.

Baca Juga :

  • Beton Burnish yang Mengkilap
  • Beton Ringan Aerasi
  • Delaminasi Beton dan Solusinya
  • Menghitung RAB Beton
  • Harga Cor Beton Per Meter Persegi
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 2 =