Artikel: Contoh laporan praktikum pemeriksaan keausan agregat dengan mesin Los Angeles | HBS Blog

  • 3 min read
  • Feb 24, 2021

Praktikum Pemeriksaan keausan agregat dengan mesin Los Angeles merupakan salahsatu praktikum yang terdapat dalam praktikum Perkerasan Jalan Raya. Maskud dari praktikum ini adalah untuk menentukan tingkat keausan agregat dengan menggunakan   mesin los angeles. Untuk lebih lengkapnya di bawah!

KEAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN LOS ANGELESE

(AASHTO T-96-74)

(ASTM C-131-55)

(ASTM C-535-9)

1. DASAR TEORI

Mesin yang digunakan untuk pengujian keausan  adalah mesin los angeles. Mesin ini berbentuk slinder dengan diameter 170 cm yang terbuat dari baja. Dalam pengujian ini menggunakan bola-bola baja yang berukuran 4 – 6 cm sebagai nilai bantu untuk menghancurkan agregat. Jumlah bola yang digunakan tergantung dari tipe gradasi dan agregat yang diuji.  Yang dimaksud dengan keausan merupakan perbandingan antara berat bahan aus lewat saringan no 8 dan tertahan di saringan no 16 terhadap berat semula dalam persen. Untuk menguji kekuatan agregat kasar dapat mengguankan bejana Rudolf ataupun dengan alat uji los angeles test.

Di pada mesin los angeles terdapat sirip yang berfungsi sebagai pembalik material yg diuji & usang pengujian tergantung dari jumlah berat material.

Berdasarkan SK SNI 2417 ? 1991, keausan agregat tergolong sebagai berikut :

•Apabila nilai keausan yang diperoleh > 40%, maka agregat yang diuji tidak baik digunakan dalam bahan perkerasan jalan.

•Apabila nilai keausan agregat yang diperoleh < 40%, maka agregat yang diuji baik digunakan dalam bahan perkerasan jalan.

Rumus buat memilih keausan agregat merupakan :

Keausan =     (A – B)/A x 100%

Dimana :

A : Berat awal agregat

B : Berat akhir agregat yang lolos  saringan no 8 dan tertahan di no 16

dua. MAKSUD

Maskud dari praktikum ini adalah untuk menentukan tingkat keausan agregat dengan menggunakan   mesin los angeles.

Tiga. PERALATAN

Peralatan yang dipakai dalam praktikum ini merupakan :

1. Mesin Los Angelese

Berfungsi buat menguji keausan agregat kasar.

Dua. 6 butir bola baja menggunakan 500 gram

Berfungsi buat alat bantu dalam proses pengujian keausan agregat.

3. Timbangan menggunakan ketelitian 0.1 gram

Berfungsi buat menimbang berat agregat

4. Oven

Brfungsi buat mengeringkan agregat

5. Saringan no 8 & no 16

Berfungsi buat menyaring agregat.

6. Keranjang berbentuk silinder

Berfungsi buat menyimpan agregat.

7. Stopwatch

Berfungsi buat mengukur waktu proses pengujian agregat dengan memakai mesin los angelese.

8. Plat Besi

Berfungsi menjadi tempat buat mengeluarkan agregat

4.BAHAN

Bahan yang dipakai dalam praktikum ini merupakan agregat kasar sebanyak 5000 gr yg lolos saringan no 8 & tertahan pada noomor saringan no 16. .

5.PROSEDUR PRAKTIKUM

Prosedur dari praktikum ini adalah :

  1. Siapkan alatan dan bahan yang akan digunakan;
  2. Timbang berat wadah, lalu ambil 5 kg agregat kasar lalu cuci agregatnya pada bak air secara perlahan  – lahan ;
  3. Sesudah itu lap dan masukan ke dalam oven untuk dikeringkan selama 24 jam dengan suhu 110ºc
  4. Setelah 24 jam di oven kemudian keluarkan agregat tersebut.
  5. Siapkan mesin los angelese kemudian masukan agregat bersama bola-bola baja 6 buah ke dalam mesin los angeles;
  6. Tutup rapat mesin los angeles, lalu nyalakan mesin sampai 15 menit;
  7. Setelah 15 menit buka tutup mesin los angeles, dan keluarkan bola-bola baja;
  8. Lalu pindahkan agregat dari mesin los angeles ke wadah;
  9. Setelah itu masukan agregat sedikit demi sedikit ke saringan yang telah disusun yaitu dari saringan no.8, saringan no.16, sampai ke pan;
  10. Lakukan penyaringan sampai agregat habis;
  11. Lalu timbang agregat yang tertahan pada setiap saringan;
  12. Lakukan perhitungan keausan dan catat hasilnya

6. LAPORAN

helm-proyeku.blogspot.co.id

7. CATATAN

  1. Pastikan mesin los angeles yang telah digunakan sebelumnya, ketika digunakan kembali harus dalam keadaan bersih dari sisi agregat lain, untuk menghindari pencampuran agregat sisa  yang terdapat dalam mesin los angeles.
  2. Saat menyaring sample dengan saringan no 8 dan 16, usahakan tidak mengunakan mesin penggetar melainkan harus manual mengunakan tangan, agar nilai keausannya tidak melebihi batas keausan maksimum.

Berikut ini merupakan tabel gradasi agregat benda uji:

helm-proyeku.blogspot.co.id

8. PERHITUNGAN

Deketahui :

Berat awal benda uji (A) = 5000 gram

Berat agregat kasar yang tertahan dalam saringan no 8 dan 16 = 4288 gram

Keausan =

= (A-B)/A ? 100%

= (5000-4288)/5000 ? 100%

= 14.24%

9. KESIMPULAN

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dengan bahan awal agregat sebesar 5000 gram menjadi 4288 gram setelah di uji menggunakan alat los angelese. Maka dari data tersebut didapat nilai keausan sebesar 14.24% yang berarti bahwa agregat baik digunakan untuk campuran aspal karena nilai keausan kurang dari 40% sesuai dengan  ASTM C-131-55.

Itulah  contoh  laporan praktikum pemeriksaan keausan agregat dengan mesin Los Angeles. Dengan catatan bahwa hasil praktikum diusahakan apa adanya. Bagi kalian yang membutuhkan bisa dijadikan referensi.Apabila ada kesalahan/kekeliruan baik dalam langkah kerja ataupun perhitungan bisa kalian tuliskan di kolom komentar di bawah, supaya saya bisa memperbaikinya!.

Kunjungi terus helm-proyeku.Blogspot.Co.Id. Supaya kita mampu belajar Teknik Sipil Bareng

Salam bloger!!!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − one =