Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Contoh laporan/prosedur praktikum pemeriksaan kekentalan (viscositas) aspal | HBS Blog

  • Share

helm-proyeku.blogspot.co.id

Pemeriksaan Kekentalan (viscositas) aspal merupakan salahsatu praktikum yang terdapat dalam Praktikum Perkerasan Jalan Raya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan tingkat kekentalan (viscositas) aspal dengan menggunakan alat saybolt viscometer, seperti gambar diatas serta untuk mengetahui suhu pencampuran  dan suhu pemadatan untuk pengujian campuran panas (hot mix). Untuk lebih lengkapnya di bawah.

PEMERIKSAAN

KEKENTALAN (VISCOSITAS) ASPAL

(AASHTO T-54-61)

(ASTM D-1665-61)

1.    DASAR TEORI

Viscositas atau kekentalan aspal secara universal merupakan waktu yang diperlukan buat mengalirkan bahan sebesar 60 ml dalam dtk dalam slum eksklusif melalui lubang universal (Universal Office) yang telah distandarkan dan dinyatakan pada S.U.S (Saybolt Universal Second). Viscositas bisa jua disebut menjadi kekentalan saybolt furol yaitu ketika yang diharapkan buat mengalirkan suatu bahan sebesar 60 mililiter dalam dtk dalam suhu tertentu melalui lubang Furol (Furol Office) yang sudah distandarkan & dinyatakan pada S.F.S (Saybolt Furol Second).

Tingkat material bitumen dan suhu yg dipakai tergantung pada kekentalannya. Kekentalan aspal sangat bervariasi terhadap suhu dan tingkatakan padat, encer sampai cair. Hubungan antara kekuatan dan suhu adalah sangat krusial dalam perencanaan dan penggunaan material bitumen kekuatan akan berkurang (dalam hal ini aspal menjadi lebih encer), saat suhu semakin tinggi.

Kekuatan absolute atau dinamik dinyatakan dalam satuan pada detik atau poise (1 poise = 0,1 Pa detik) viskositas kinematika dinyatakan dalam satuan cm2/detik dan stoket  atau centitokes ( 1 stokes = 100 centistokes. 1 cm2/detik) karena kekentalan kinematik sama dengan kekentalan absolute dibagi dengan berat  jenis ( kira-kira 1 cm2/detik untuk bitumen)

Kekentalan kinematik absolute & kekentalan kionematik mempunyai harga yg relative sama bila ke 2-duanya dinyatakan masing-masing pada stokes. Pada pratikum kekentalan kedua-duanya dinyatakan sang waktu menetes ( dalam detik /menit) dan pada suhu berapa dilakukan pengujian. Waktu yang didapat harus dirobah dalam bentuk C(cst)

C(cst) = Waktu yang dicatat x 2,18

C(cst) berguna untuk pembuatan dan memasukan nilai pada grafik natinya pada pratikum pengujian viskositas diperlukan 60 ml sampel untuk melalui suatu lubang yang telah dikalibrasi. Diukur dibawah kondisi tertentu dan selanjutnya dilaporkan sebagai nilai viskositas dari sampel tersebut pada suhu tertentu, sedangkan viskositas kinematik dinyatakan dengan waktu yang dibutuhkan  oleh bitumen cair dengan suhu 60o C untuk mengisi penuh wadah gelas (viscositas)

Penentuan  kekentalan dengan menggunakan alat saybolt ini sebenarnya kurang praktis karena hasilnya didapat dari hasil percobaan tidak bisa digunakan langsung tetapi harus dihitung dulu dengan menggunakan factor koreksi.

2.    MASKUD

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan tingkat kekentalan (viscositas) aspal dengan menggunakan alat saybolt dan dapat mengetahui suhu pencampuran  dan suhu pemadatan untuk pengujian hot mix.

3.    PERALATAN

Peralatan yg digunakan pada praktikum ini yaitu:

1.    Saybolt Viscometer

Berfungsi menjadi indera buat menguji kekentalan suatu aspal

2.    Labu Viscometer

Berfungsi menjadi wadah untuk menampung aspal cair menurut indera Saybolt viscometer

3.    Thermometer

Berfungsi buat mengukur suhu perendaman di pada gelas ukur

4.    Stopwach

Berfungsi buat mengukur ketika perendaman aspal

5.    Wadah

Berfungsi menjadi tempat aspal waktu dipanskan

6.    Penjepit

Berfungsi sebagai alat buat menjepit cawan

7.    Kompor Gas

Berfungsi buat memanaskan aspal

8.    Blue Gas

Berfungsi menjadi bahan bakar buat kompor gas

 4.    BAHAN

Bahan yg digunakan pada praktikum ini yaitu:

1.    Aspal Pen 60/70

Digunakan menjadi benda uji

2.    Oli

Digunakan menjadi bahan buat membersihkan alat berdasarkan aspal yg inheren

5.    PROSEDUR PRAKTIKUM

Prosedur percobaan dalam praktikum ini yaitu:

  1. Pertama-tama siapakan peralatan dan bahan yang akan digunakan;
  2. Siapkan alat saybolt viscometer, lalu atur suhu dengan cara mengatur suhu pada alat hingga mencapai 120oC;
  3. Sambil menunggu alat saybolt viscometer mencapai suhu 100oC, panaskan aspal dengan kompor/tungku hingga mencapai 100oC, panaskan dengan merata kemudian masukan ke dalam tabung saybolt viscometer;
  4. Ukurlah suhu didalam tabung saybolt viscometer yang berisi aspal, apabila suhunya sudah mencapai 100oC, mulai lakukan pengujian untuk menghitung waktu aspal jatuh kedalam labu viscometer;
  5. Letakan labu viscometer 60 ml dibawah saybolt viscometer, tabung ini digunakan untuk menampung aspal yang mengalir kebawah;
  6. Cabut gabus penyumbat dan mulai hidupkan stopwatch disaat aspal pertama menetes d labu viscometer;
  7. Matikan stopwatch apabila aspal sudah mencapai pada batas 60 ml (sampai leher labu viscometer);
  8. Catat waktu pengaliran dalam detik sampai 0,1 detik terdekat;
  9. Tutup lubang saybolt viscometer dengan gabus penyumbat aliran aspal tadi;
  10. Lalu catat hasil pengamatan tersebut ke dalam form praktikum yang telah disediakan;
  11. Setelah itu rapihkan dan bereskan kembali peralatan yang telah digunakan.

6.    PERHITUNGAN

Viscositas Kinetic (cst) : SFS dtk) x FK

Dimana : SFS = Kekentalan Saybolt Furol yg sudah dikoreksi pada dtk

FK   = Faktor Koreksi, Fk = 2,18

Pembacaan pada suhu 120?

Viscositas Kinetic (cst) = 37 detik x 2,18  = 80,66

Waktu alir viscositas ali standar seharusnya sama menggunakan waktu alir dari viscositas saybolt. Apabila ketika alir tadi berbeda lebih dari 0,20%. Hitung faktor koreksi F menggunakan cara menjadi berikut:

F = V/t

Dimana :

F= Faktor Koreksi

V= Kekentalan Standar

T= Waktu Alir pada 37,8 ? (dalam dtk)

Gunakan faktor koreksi buat kekentalan dalam berbagai suhu jika kalibrasi alat viscometer memakai ali standar yang memiliki waktu alir antara 200 – 600 dtk

7.    CATATAN

Pada ketika pengujian aspal pen 60/70 yang digunakan, ketika melaksanakan pengujian tersebut aspal yg jatuh ke pada labu viscometer nir langsung masuk ke dalam labu viscometer, akan namun menggumpal di atasnya. Hal ini bisa terjadi lantaran suhu aspal yg digunakan kurang sebagai akibatnya aspal cepat menggumpal lantaran terlalu kental sebagai akibatnya tidak langsung masuk ke dalam labu viscometer.

8.    KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan tidak didapatkan nilai kekentalan aspal. Nilai kekentalan ini digunakan untuk suhu campuran aspal cair dan  juga untuk menentukan suhu pemadatan campuran beraspal panas yang dikarenakan human error maka tidak didapat nilai kekentalan viscositasnya.

Itulah  contoh laporan/langkah-langkah praktikum Pemeriksaan Kekentalan (viscositas) aspal. Dengan catatan bahwa hasil praktikum diusahakan apa adanya. Seperti yang tertera pada kesimpulan diatas praktikum pemeriksaan kekentalan (viscositas) diatas bisa  gagal dikarenakan kemungkinan terjadinya human error atau kerusakan pada alat penguji. Bagi kalian yang membutuhkan bisa dijadikan referensi.

Semoga sanggup bermanfaat buat kita seluruh,terutama bagi kalian yg sedang belajar ilmu Teknik Sipil dan sedang praktik perkerasan jalan raya. Jika terdapat kesalahan/kekeliruan baik dalam langkah kerja ataupun perhitungan bisa kalian tuliskan di kolom komentar di bawah, supaya saya sanggup memperbaikinya!.

Kunjungi terus helm-proyeku.Blogspot.Co.Id. Supaya kita bisa belajar Teknik Sipil Bareng

Salam bloger!!!

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.