Artikel: Contoh laporan/prosedur praktikum pengujian indeks kepipihan dan kelonjongan agregat | HBS Blog

  • 2 min read
  • Mei 08, 2021

Salah satu praktikum yang di lakukan dalam perkuliahan jurusan teknik sipil yaitu pengujian indeks kepipihan dan kelonjongan agregat. Sinkron menggunakan judul praktikum diatas, tujuan menurut praktikum ini yaitu buat menentukan persentase (%) indeks kepipihan & kelonjongan suatu agregat yg dapat dipakai dalam campuran beraspal. Di bawah ini merupakan contoh prosedur/laporan praktikumnya. Nah, bagi kalian yg sedang mencari reperensi atau yang sedang membutuhkan sanggup disimak contohnya di bawah!

PENGUJIAN INDEKS KEPIPIHAN DAN KELONJONGAN AGREGAT 1. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan dari praktikum ini yaitu buat menentukan persentase (%) indeks kepipihan & kelonjongan suatu agregat yg dapat dipakai dalam campuran beraspal.

2. PERALATAN

a.Saringan ? ,tiga/8

b.Timbangan digital

c.Wadah

d.Oven

e.Alat pengatur panjang lonjong dua set

f.Alat pengukur panjang pipih 1 set 3. BAHAN

Pada praktikum ini menggunakan agregat kasar sebanyak dua,lima kg.

4. PROSEDUR PRAKTIKUM

  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan;
  2. Ayak agregat yang lolos saringan ½ dan 3/8;
  3. Ambil agregat yang tertahan saringan masing-masing tersebut (syarat untuk agregat dalam persentase > 5%);
  4. Lalu ukur agregat dengan menggunakan alat pengukur pipih;
  5. Timbang berat masing-masing agregat yang lolos dari pengukur pipih;
  6. Kemudian uji agregat yang tertahan dengan alat uji kelonjongan;
  7. Timbang berat agregat yang tertahan dengan alat uji kelonjongan;
  8. KCatat data di dalam form data kemudian lakukanlah perhitungan kepipihan dan kelonjongan.

Lima. PERHITUNGAN

Dari pengujian indeks kepiphan dan kelonjongan agregat yg dilakukan diperoleh data sebagai berikut:

komputermiliku.blogspot.co.id

Komputermiliku.blogspot.co.id

6. KESIMPULAN

Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa agregat yg pada saring memakai nomor saringan 3/8 di dapatkan nilai indeks kelonjongan sebanyak 96,01 % & nilai indeks kepipihan sebesar 4,03 % maka agregat maka agregat tadi tidak cocok buat digunakan dlam campuran nilai indeks kelonjongan agregat diatas 45 %.

Sedangkan, agregat yang disaring memakai nomor saringan ? Pada dapatkan nilai indeks kelonjongan sebanyak 0% & nilai indeks kepipihan sebanyak 0% maka agregat ini cocok buat dipakai pada adonan beraspal dikarenakan nilai indeks kepihan & kelonjongan agregat dibawah 45%.

Itulah Contoh laporan/prosedur praktikum pengujian indeks kepipihan dan kelonjongan agregat. Dengan catatan bahwa praktikum tersebut dilaksanakan apa adanya. Bagi kalian yg sedang membutuhkan sanggup dijadikan surat keterangan.

Semoga contoh laporan di atas mampu bermanfaat untuk kita seluruh. Apabila terdapat kesalahan baik pada prosedur ataupun perhitungan sanggup kalian tuliskan di kolom komentar di bawah, supaya aku bisa memperbaikinya!.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + 8 =