Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Drainase Dek Jembatan | HBS Blog

  • Share

Drainase dek jembatan yang efektif memang penting dari aneka macam alasan, termasuk kelemahan struktur geladak dan baja penguat terhadap terjadinya karatan karena penggaraman, pembekasan es dalam geladak jembatan dalam ketika bagian atas jalan-jalan lain masih belum terselimut es, & kemungkinan hidroplaning pada geladak menggunakan sedikit tekstur permukaannya.

Drainase Dek

Geladak jembatan tak jarang kurang elektif pengeringannya daripada jalan-jalan lainnya lantaran menurut lereng silang lebih rendah, lereng-lereng silang samarata buat jalan sempit & bahu jalan, parapet atau tepi jalan yg berisi air & sampah daram bagian jalan, kisi-kisi dan lobang bukaan pembuang air & bukaan tepi yang umumnya nir mengalami tekanan & lebih kecil dibandingkan pada bagian jalan & di mana semprotan kebawah dan pipa-pipa dipakai penyumbatan pada bengkokan tajam pipa berdiametir kecil.

Drainase dek bisa diperbaiki menggunakan memberikan gradien yang cukup buat mengakibatkan air mengalir ke masukan atau keluar dari ujung jembatan, menghindari gradien nol dan lengkung vertikal lendutan pada jembatan, yang memotong semua aliran dari jalan bertepi sebelum mencapai jembatan, & kalau mungkin dengan menggunakan rel jembatan terbuka tanpa tepi.

Akhir-akhir ini terdapat kesamaan penggunaan sambungan rapat air dan mengangkut seluruh drainase dek ke ujung jembatan buat dibuang lantaran drainase dek umumnya nir efektif & nir terpelihara.

Praktek ini perlu dianjurkan, kalau mungkin, karena sifat yang menguntungkan dari buangan air, kisi-kisi dan semprotan turun foto dibawah ini.

Drainase Dek Jembatan

Masukan Dek

Banyak jenis masukan digunakan buat dek jembatan termasuk terali, lobang pembuang air, masukan bertepi, tepi bercelah. Kisi-kisi dan drainase dek vertikal mudah tersumbat dibandingkan dengan bukaan masukan bertepi atau parapet.

Masukan wajib diberi jeda, yg memungkinkan buat dipintas, untuk menghindari penyebaran pada jalan yg akan mengakibatkan gangguan pada kemudian-lintas atau terbentuknya bahaya kemudian-lintas.

Sistem pengumpulan dan semprotan ke bawah sedapat mungkin wajib dihindarkan. Kalau sistem pengumpulan diperlukan, pencucian wajib dapat dicapai pada semua bengkokan, gradien yang relatif wajib diberikan untuk memperkecil perkara sampah, & jalannya wajib sesingkat mungkin.

Sistem pengumpulan menggunakan gradien hiperbola tak jarang menjumpai perkara sumbatan karena kedalaman genre yg nir relatif buat mengangkut sampah yg masuk lewat masukan.

Drainase dek pada sepanjang jalan tunggangan harus diberi jeda sehingga air tersebut tidak pribadi keluar ke jalan di bawahnya. Kalau semprotan kebawah dipakai, kolam ceburan harus diberikan buat memperkecil erosi.

Drainase nir boleh melimpah menuju setiap bagian bangunan. Drainase dek umumnya diperkenankan pada atas jalan air, tetapi beberapa hal harus diutarakan bahwa keluaran bahan-bahan racun akan pribadi melimpah ke dalam arus.

Kalau hal ini terjadi, frekuensi lalu-lintas yang membawa bahan misalnya itu wajib diselidiki dan kemungkinan insiden seperti itu harus dievaluasi. Kalau terjadi bahaya seperti itu, perlengkapan harus diberikan buat perangkap limpahan.

Drainase Ujung Jembatan

Karena ketidakkebalan bahu jalan dan lereng depan terhadap erosi dari genre terkonsentrasi, kapasitas maksud yg relatif wajib dibirikan jauh diujung jembatan buat memotong aliran menurut jembatan.

Saluran tertutup tak jarang dipilih buat terjunan menuruti lereng depan lantaran mengendalikan air menggunakan cara yg lebih baik, secara estetis lebih menyenangkan, dan kurang menerima kerusakan oleh peralatan pemeliharaan.

Kalau drainase ujung jembatan tidak diberikan dalam pembangunan jembatan, perlengkapan ad interim buat melindungi timbunan pengisi terhadap erosi harus dipakai hingga upaya tetap dipasang & berfungsi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.