Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Fungsi Regulator Unit pada Pneumatik di Pabrik Industri | HBS Blog

  • Share

Apakah Fungsi berdasarkan Regulator yg terdapat dalam FRL ( Filter Regulator Lubrikator ) Unit yang di Instalasi Pneumatik di pabrik Industri ?

Regulator Unit merupakan salah satu komponen penting pada rangkaian FRL Unit Pneumatik Instalasi karena Regulator tersebut mempunyai fungsi sebagai alat untuk setting atau adjust besaran pressure tekanan angin yang akan di gunakan untuk di supply menuju komponen mesin.

Berikut urutan peredaran pressure atau tekanan angin yg pada pakai dalam Instalasi Pneumatik yaitu Angin supply primer masuk ke FRL Unit kemudia pressure angin tadi akan di setting oleh Regulator dari kebutuhan pressure angin yang pada butuhkan oleh komponen mesin sebelum angin tadi masuk ke komponen primer mesin.

Pressure atau tekanan angin primer umumnya lebih akbar atau sama dengan besarnya pressure atau tekanan angin yang akan pada butuhkan buat menggerakkan komponen mesin.

Sehingga jika kondisi pressure angin supply primer lebih besar berdasarkan kebutuhan buat menggerakkan komponen mesin, maka buat mengadjust atau setting pressure tadi merupakan tugas utama berdasarkan Regulator Unit.

Misalkan Pressure atau tekanan angin dari supply utama sebesar 7 Kg/cm 2 sedangkan buat kebutuhan menggerakkan komponen mesin seperti Cylinder Angin hanya memerlukan 4 Kg/centimeter 2, maka buat menurunkan settingan pressure angin yg akan masuk ke komponen mesin cylinder angin tersebut merupakan dengan menggunakan Regulator Unit dalam FRL.

Berikut merupakan cara setting pressure atau tekanan angin menggunakan memakai Regulator Unit yg akan masuk ke komponen mesin yaitu :

  • Sebelumnya pastikan bahwa kondisi valve atau kran supply angin utama sudah di buka.
  • Kemudian pastikan bahwa Pressure Gauge  tidak bermasalah atau tidak dalam kondisi rusak.
  • Selanjutnya pastikan bahwa kita tahu kebutuhan besarnya pressure atau tekanan angin yang akan di butuhkan untuk menggerakkan komponen mesin.
  • Kemudian kita lakukan setting Regulator Unit sesuai kebutuhan besarnya pressure atau tekanan angin yang akan di gunakan dengan cara tarik ke bawah atau ke atas ( menyesuaikan posisi pemasangan dan model regulator ) knop kepala adjuster pada Regulator sampai benar – benar knop kepala regulator tidak pada posisi terkunci.
  • Selanjutnya putar knop kepala regulator ke kanan atau ke kiri ( menyesuaikan kebutuhan ) sambil melihat pergerakan jarum pada pressure gauge.
  • Jika kita menghendaki menaikkan besarnya pressure angin, maka knop kepala regulator kita putar ke kanan atau searah putaran jarum jam.
  • Jika kita menghendaki menurunkan besarnya presure angin, maka knop kepala regulator kita putar ke kiri atua berlawanan dengan putaran jarum jam.
  • Setelah kita menemukan besarnya pressure atau tekanan angin sesuai dengan kebutuhan, kemudian knop kepala regulator kita tekan ke atas atau ke bawah ( sesuai dengan posisi knop regulator ) agar knop kepala regulator mengunci.

Mengapa setiap Regulator Unit pada lengkapi dengan sebuah Pressure Gauge ?

Lantaran Pressure Gauge merupakan spart part yang krusial sebagai indikator besarnya pressure angin yang masuk, sebagai akibatnya kita punya patokan seberapa banyak kita memutar knop kepala regulator buat menentukan settingan besaran tekanan angin yang akan pada pakai.

Dengan demikian pressure gauge merupakan keliru satu hal krusial yg wajib di perhatikan oleh seseorang Teknisi tentang kondisinya, karena pressure gauge merupakan indera ukur buat mengukur besaran pressure atau tekanan angin yg masuk ke pada Instalasi Pneumatik.

Ada keliru satu hal yg sangat krusial pada waktu sehabis melakukan setting Regulator Unit adalah mengembalikan posisi knop kepala regulator dalam posisi mengunci atau lock.

Hal tersebut pada maksudkan supaya tidak terjadi perubahan settingan yg nir sengaja knop regulator terputar sang orang lain sebagai akibatnya hal ini akan merubah kondisi besarnya pressure atau tekanan angin yg masuk ke Instalasi Pneumatik.

Tetapi menggunakan terjadinya perubahan besarnya pressure angin yang masuk ke sistem Instalasi Pneumatik tersebut akan terdeteksi sang perubahan jarum dalam pressure gauge.

Sehingga adalah galat satu hal yg penting jika pada pada pressure gauge pada beri pertanda berapa akbar toleransi pressure yg di butuhkan oleh komponen mesin tersebut, sehingga jika terdapat perubahan besarnya pressure angin akan terdeteksi oleh Teknisi yg melakukan Inspeksi Job.

Berikut merupakan hal – hal yg biasa terjadi kerusakan dalam Regulator Unit yaitu :

  • Knop Kepala Regulator sudah aus sehingga Regulator tidak bisa di setting.
  • Knop Regulator macet sehingga tidak bisa di gunakan untuk setting.
  • Pressure gauge pecah terbentur benda keras.
  • Jarum Pressure gauge macet.
  • Pressure gauge bocor angin sehingga noise.
  • Dan Lain Sebagainya.

Demikian sedikit ulasan mengenai Fungsi Regulator Unit pada Pneumatik FRL di Pabrik Industri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.