Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Gambar Raster vs Vektor : Apa Perbedaannya dan Kapan Menggunakannya | HBS Blog

  • Share

Apakah teman Arsitur tahu disparitas antara arsip gambar raster dan arsip vektor? Baca artikel singkat ini buat membedakan karakteristik berdasarkan setiap format arsip gambar yang dipakai buat kebutuhan desain yg lebih baik.

Dengan banyaknya jumlah gambar yg dapat dipilih secara online, mungkin sulit buat memilih format file gambar mana yg akan kita perlukan. Apakah sahabat menggunakan gambar raster atau vektor? Gambar raster terdiri berdasarkan gugusan piksel, sedangkan gambar vektor dibuat sang kurva & garis. Mari kita bahas perbedaan gambar raster dan vektor.

Gambar Raster

Jika sahabat menjelajahi situs web, kemungkinan besar sahabat telah melihat gambar raster. Gambar raster, atau bitmap, terdiri dari sekumpulan kotak kecil yang disebut piksel. Pixel ini mengandung bit warna dan ketika digabungkan, mereka membangun suatu gambar. Semakin banyak piksel dalam sebuah gambar, semakin tinggi kualitasnya, dan sebaliknya. Ketika sahabat memperbesar gambar, kotak piksel menjadi lebih jelas sementara detail gambar menjadi buram.

Perhatikan bagaimana tepi gambar pola tropis di bawah ini menjadi pixelated (buram) dan bergerigi ketika diperbesar. Ini adalah indikator utama gambar berbasis raster. Pixel kentara menciptakan gambar terlihat tidak profesional & nir enak dilihat. Sebagai patokan, yg terbaik merupakan hanya memperkecil berukuran gambar raster buat menghindari pixelasi (buram) yang berat.

Gambar raster

Lantaran banyaknya piksel dalam gambar raster, berukuran arsip sanggup sangat akbar. Sebuah gambar ilustrasi dengan DPI lebih tinggi (titik per inci) atau PPI (piksel per inci) akan lebih akbar dalam ukuran & data, yg bisa mengkhawatirkan waktu ada batasan buat penyimpanan gambar atau pembatasan berukuran arsip yg diunggah.

Tips: teman dapat dengan cepat mengurangi berukuran arsip menggunakan mengurangi resolusi menjadi 72 PPI buat gambar yg akan diunggah online atau buat web.

Kapan Menggunakan Gambar Raster

Gambar raster digunakan dalam aplikasi fotografi dan digital. Ketika sahabat mengambil gambar dengan ponsel atau kamera, gambar tersebut direkam sebagai data piksel, dan ketika gambar-gambar ini diunggah secara online, hasil akhirnya adalah gambar raster. Untuk mengedit gambar ini, sahabat memerlukan akses ke program berbasis raster seperti Adobe Photoshop atau Shutterstock Editor. Untuk pekerjaan desain, yang terbaik adalah menggunakan program ini untuk fotografi dan pencitraan saja; hindari menggunakannya untuk mendesain logo dan ikon.

Format File untuk Gambar Raster

File raster disimpan dalam berbagai format:

.Tiff (Tagged Image File Format)

.Psd (Adobe Photoshop Document)

.Pdf (Portable Document Format)

.Jpg (Joint Photographics Expert Group)

.Png (Portable Network Graphic)

.Gif (Graphics Interchange Format)

.Bmp (Bitmap Image File)

Sementara seluruh piksel pada tampilan ini, setiap format file memiliki pengaturan tampilan yg tidak selaras. Beberapa file merogoh data tambahan dan menggunakan resolusi yang lebih tinggi, sementara yg lain mengambil lebih sedikit penyimpanan namun cenderung lebih rendah pada resolusi & kualitas.

Gambar Vektor

Gambar berbasis Vektor menggunakan pendekatan berbeda untuk rendering gambar. Mereka terbuat dari garis dan kurva yang ditentukan oleh rumus matematika. Jalur dan kurva ini diproduksi secara eksklusif melalui perangkat lunak desain yang dirancang untuk vektor, seperti Adobe Illustrator, Sketch atau CorelDraw. Karena susunan algoritmiknya, vektor dapat diukur secara tak terbatas dan tetap halus dan tajam bahkan ketika dicetak pada dimensi besar.

Bahkan ketika diperbesar ke proporsi yang substansial, pola di bawah ini tetap bersih & sempurna. Elemen-elemen lain misalnya font (huruf) menggunakan cara yg sama: Ketika ukurannya naik atau turun, mereka tetap mempertahankan kualitasnya.

Gambar raster

Keunggulan gambar vektor merupakan menjaga berukuran file seminimal mungkin dibandingkan menggunakan jenis raster. Cara ini sangat berguna saat ada batasan buat ukuran arsip atau penyimpanan gambar. Sementara arsip gambar vektor juga memiliki kekurangan terutama masalah kompatibilitas ketika dibagikan. Sahabat harus memiliki akses ke program berbasis vektor yang cocok buat mengedit file orisinil.

Kapan Menggunakan Gambar Vektor

Program seperti Adobe Illustrator atau CorelDraw merupakan contoh yang paling baik digunakan untuk membuat dan memanipulasi gambar vektor. Hindari program berbasis raster seperti Adobe Photoshop saat memasukkan elemen vektor yang perlu dimanipulasi.

Skalabilitas vektor membuatnya ideal buat pekerjaan desain yang terdiri menurut logo dan ikon. Baik logo dan ikon membutuhkan lebih jelasnya yang sangat besar dan poly pilihan ukuran, umumnya tergantung pada aplikasi mereka. Misalnya, teman bisa memakai logo dalam sesuatu yg sekecil kartu nama atau sesuatu yg sebesar papan reklame. Vektor merupakan format gambar yg ideal buat cetakan format besar atau kecil, karena desain raster akan kehilangan kualitas ketika diubah ukurannya.

Format File buat Gambar Vektor

File vektor dapat disimpan atau diedit dalam format ini:

.Ai (Adobe Illustrator document)

.Eps (Encapsulated PostScript)

.Svg (Scalable Vector Graphic)

.Pdf (Portable Document Format)

.Cdr (CorelDraw document)

Demikianlah tentang Gambar Raster vs. Vektor: Apa Perbedaannya & Kapan Menggunakannya. Semoga dapat menambah wawasan sahabat dan ingat buat share artikel ini di media sosial kalian.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.