Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Harga Rumah Bakal Turun Hingga 20 % | HBS Blog

  • Share

Turunnya harga semen berdampak pada penurunan harga rumah, utamanya rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).  Penurunan harga Rp3.000 per sak, secara signifikan mampu mengoreksi  harga rumah MBR.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Eddy Hussy berkata penurunan harga semen berpengaruh pada porto konstruksi rumah sederhana tapak yg berkisar Rp125 juta-Rp165 juta. Selama ini, donasi semen terhadap seluruh konstruksi bangunan tempat tinggal menyumbang sebanyak 20% sampai 30%.

?Kami menyambut baik terhadap penurunan harga semen lantaran turut menurunkan harga tempat tinggal sederhana tapak sebanyak 20%,? Pungkasnya pada Bisnis selepas acara EBA-SP Peluang dan Tantangan Pembiayaan Perumahan pada Jakarta, Selasa (20/1).

Meski demikian, Eddy menambahkan, penurunan harga tempat tinggal tidak bisa dirasakan pada waktu dekat. Pasalnya, material bangunan adalah bahan utama yg bersifat jangka panjang.

?Kemungkinan penurunan harga tempat tinggal , baru dapat dirasakan kurang lebih 3 hingga 6 bulan lagi,? Ungkapnya.

Lagipula, penurunan harga tempat tinggal jua hanya dirasakan oleh proyek baru yang dikerjakan mulai semester II/2015. Untuk proyek semester ini, kontraktor & pengembang masih menggunakan harga semen normal sebelum terjadi penurunan.

Turunnnya harga semen pula disambut baik oleh pelaku usaha adalam hal ini pengembang. Meskipun pengembang besar tidak bermain dalam rumah MBR, mereka juga masih permanen berkontribusi menciptakan rumah pada konsep hunian berimbang.

Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi berkata turunnya harga semen adalah dampak menurut pernurunan harga bahan bakar minyak.

Dia mengatakan bila harga tempat tinggal mengalami penurunan, bukan semata-mata lantaran turunnya harga semen tetapi jua harga BBM yg berpengaruh terhadap transportasi pengangkut bahan material.

?Tetapi kami permanen menyambut positif,? Ungkapnya.

Penurunan harga semen, lanjutnya, nir terlalu berimbas terhadap pembangunan tempat tinggal skala menengah ke atas. Penurunan harga rumah skala tersebut juga nir bakal ditemui. Pasalnya kehilangan satu sak semen dalam penggarapan rumah skala tadi pun juga tidak berpengaruh.

Lain cerita menggunakan tempat tinggal MBR, dimana kehilangan satu sak semen atau material lain akan berimbas pada efisiensi kontraktor. Kondisi tadi akan membuat pengerjaan molor dan menambah ongkos yang akan dibebankan pada harga satu unit rumah.

?Harga rumah MBR niscaya akan turun lantaran segmen tersebut sangat sensitif & bergantung terhadap volume material,? Jelasnya.

Untuk itu, dia memprediksikan akan ada koreksi harga yg signifikan terhadap tempat tinggal skala MBR yang dapat dirasakan beberapa bulan lalu.

Adrianto berharap, turunnya harga semen jua akan diikuti oleh penurunan harga material lainnya misalnya pasir, kerikil, besi dan keramik. Pasalnya pengangkutan material tersebut mengggunakan bahan bakar minyak yg waktu ini juga mengalami penurunan harga dampak merosotnya harga minyak global.

Dengan begitu, bila semua material mengalami penurunan maka tidak ayal harga rumah segala bakal mengalami penuruan.

Pendapat tidak selaras diutarakan sang Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (APERSI) Fuad Zakaria. Dia mengungkapkan material semen adalah bagian kecil dari proses pembangunan sebuah unit rumah.

?Turunnya harga semen hampir nir berpengaruh terhadap harga rumah. Itu adalah komposisi yg sangat mini ,? Terangya.

Dia mengungkapkan pada pembangunan sebuah tempat tinggal diharapkan 50:50 antara tanah dan material bangunan. Tanah memilik porsi terbesar yaitu 50% sedeangkan sisanya dibagi antara semua material bangunan.

?Apabila harga tanah permanen tinggi, jangan berharap terlalu banyak dengan turunnya harga rumah,? Pungkasnya.

Sumber : Bisnis.Com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.