Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Hubungan Manusia dan Arsitektur | HBS Blog

  • Share

Sejak manusia diciptakan dibumi ini, beliau selalu berdampingan dengan alam, yang disini dijabarkan sebagai iklim dan lingkungan. Kemana saja manusia melangkah, alam selalu didekatnya. Manusia memang tak akan bisa melepaskan diri dari pelukannya, berdasarkan batasan-batasan & aturan-hukumnya.

Oleh sebab itu alam (iklim dan lingkungan) memegang peranan yang amat besar dalam membentuk  segala cara hidup manusia: pola tingkah laku serta hasil tingka laku manusia itu sendiri. Secara singkat dapat dikatakan bahwa: iklim dan lingkungannlah yang membentuk kebudayaan manusia.

Manusia dan Arsitektur

Hubungan Manusia dan Arsitektur

Keadaan alam yang berbeda melahirkan jenis kebudayaan yang berbeda pula. Perbedaan alam yang kecil saja sudah cukup kuat untuk melahirkan kebudayaan yang bercorak lain. Kebudayaan dengan  warna tertentu, mempunyai corak arsitektur yang tertentu pula. Karena itu dapat dikatakan. Arsitektur adalah cermin kebudayaan.

Para antropologi & archeologi dapat mengisahkan secara jelas kebudayaan yang telah usang berlalu, hanya menggunakan meneliti arsitektur yang masih tertinggal dengan indera-alat yg terdapat di dalamnya. Dari reruntuhan bangunan ibadah bisa dijelaskan apa bentuk kepercayaan antik yg dianut oleh warga dulu.

Baca pula : 7 Ikon Karya Arsitektur Dekonstruksi pada Dunia

Apakah ada upacara kurban atau tidak, apakah bentuk kepercayaannya, bagaimana sistem keluargannya, perekonomiannya dan sebagainnya. Bangunan yang mencerminkan sifat kebudayaan, lebih jau lagi dapat mencerminkan suatu negara tertentu beserta periodenya dalam sejarah. Bangunan serupa itu disebut  The Master Work.

Sebenarnya bagaimana arsitektur hadir dalam mulanya? Bila dia hadir? Dia hadir sejak manusia menciptakan ruang tempat tinggal, yang semata-mata merupakan tempat perlindungannya terhadap alam, dalam rangka mempertahankan hidupnya  jadi mula-mula arsitektur hadir dari kebutuhan semata-mata.

Setalah insan menggunakan mantap berhasil mempertahankan hidupnya,beliau mulai mencari kesenangan atas kepuasan bathin menurut benda-benda yang membuatnya dapat permanen mempertahankan hidupnya. Salah satu dari benda-benda itu merupakan loka tinggalnya.Menggunakan keahliannya dia mulai bermain dengan bentuk, warna,& tekstur yg bisa menyentuh perasaan, entah bahagia, takjub, takut atau yg lainnya.

Makin lama pengolahan-pengolahan ini makin berkembang. Dengan sedikit keahlian petukangan, pengetahuan membangun secara mudah dan secara impulsif serta dengan logika yang dipunyainya, beliau memecahkan secara logis kebutuhan-kebutuhan hiudupnya yg sangat dekat menggunakan alam.

Baca juga : Prospek Kerja Lulusan Arsitektur

Kebudayaanpun menuntut suatu kebutuhan yg lebih rumit, arsitektur 1 ruang menjadi arsitektur poly ruang , begitu jua jenis bangunan, dari tempat tinggal tinggal sebagai lebih bervariasi : lumbung padi, penggilingan padi dan sebagainya.

Bangunan-bangunan ini sangat dekat menggunakan alam, memakai bahan alam & dipecahkan secara alamiah. Bangunan ini dinamakan archetype. Karena jarang adalah hasil individu, melainkan hasil pemecahan bersama. Pada bangunan ini, bentuk-bentuk warna-warna dan arsitektur semakin diperhatikan.

Permainan bentuk semakin menajam untuk mendapatkan sesuatu yang indah. Keindahan brarti seni Visual, dan tak dapat disangkal lagi bahwa arsitektur  adalah bagian –dari seni visuil. Bahkan orang-orang jaman dahulu memberikan predikat ibu seni pada arsitektur. Pada masa sekarangpun kedudukan arsitektur didalam seni tidaklah goyah.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.