Artikel: Hukum Tentang Konstruksi | HBS Blog

  • 2 min read
  • Apr 14, 2021

Indonesia adalah negara aturan, sang karena itu segala hal dan aspek-aspek dasar didalam kehidupan masyarakat & negara Indonesia diatur oleh aturan. Salah satunya merupakan hukum yang mengatur mengenai pelaksanaan proyek atau lebih dikenal dengan ?Aspek Hukum Konstruksi?. Aspek aturan kontruksi sangat penting dipelajari sang mahasiswa bidang teknik sipil terlebih lagi seseorang insinyur sipil, sang lantaran hal ini akan menjadi dasar atau landasan apabila seorang insiyur sipil akan merencanakan suatu proyek. Dengan mengetahui aspek-aspek aturan kontruksi, hal ini akan membantu seorang insiyur sipil untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan dan menjadi lebih paham mengenai hal-hal yg boleh & tidak, pula buat menghindari penipuan atau kecurangan pada menjalankan proyek.

Apakah diharapkan payung hukum ? Tentu, aturan sangat diperlukan karena hukumlah yg akan memilih kebenaran. Dengan adanya aturan yg mengatur tentang konstruksi, tentu akan sangat membantu dan menolong pihak-pihak yang terlibat pada urusan mengenai aturan kontruksi. Payung aturan dibutuhkan lantaran mencakup beberapa hal diantarannya merupakan :

  1. Kontrak
  2. KKN dalam Proyek
  3. Kegagalan dalam proyek
  4. Hak dan kewajiban stakeholder dalam proyek
  5. Claim arbitrase Negosiasi
  6. Resiko lain dalam Proyek

Pengertian Tender

Tender adalah proses pelelangan proyek, dimana pemilik proyek ingin menerima mitra kerja yg menyediakan jasa kontruksi sesuai yg diinginkan sang pemilik proyek tadi. Menurut Soeharto(1997), tender adalah proses pemilihan kontraktor yang meliputi rangkaian kegiatan mulai berdasarkan mengidentifikasi keperluan jasa kontraktor oleh pemilik, mempersiapkan paket lelang, hingga tanda tangan kontrak buat mengangani implementasi fisik proyek. Menurut Nugraha(1985) tender merupakan proses pemilihan konsultan perencana, pengawas, maupun kontraktor yg meliputi proses prakualifikasi, pengumuman pelelangan, penjelasan pekerjaan, pembukaan tender, proses evaluasi tender, penetapan, & penunjukan pemenang.

Dalam pelelangan proyek atau tender, sering terjadi kecurangan-kecurangan sang pihak-pihak eksklusif yg bertujuan buat merugikan pihak lain demi mendapatkan keuntungan pribadi. Umumnya instansi yang telah memenangkan tender akan menciptakan kontrak menggunakan owner menurut proyek tersebut, yg dimana kontrak itu mengatur tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sang penyedia jasa & owner yg bersifat mengikat & diatur dari UUD 1945, khususnya aturan yg mengatur tentang pekerjaan yang bekerjasama.

Jasa Konstruksi Secara Umum

Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa aplikasi pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi. Para pihak dalam suatu pekerjaan konstruksi terdiri berdasarkan pengguna jasa dan penyedia jasa. Pengguna jasa & penyedia jasa dapat merupakan orang perseorangan atau badan bisnis baik yang berbentuk badan hukum juga yang bukan berbentuk badan hukum. Penyedia jasa konstruksi yang merupakan perseorangan hanya dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi yang berisiko mini , yg berteknologi sederhana, dan yg berbiaya mini . Sedangkan pekerjaan konstruksi yg berisiko besar dan/atau yg berteknologi tinggi dan/atau yang berbiaya besar hanya bisa dilakukan sang badan usaha yg berbentuk perseroan terbatas atau badan usaha asing yang dipersamakan.

Sekian yang bisa aku bagikan ya, semoga berguna !!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − twelve =