Artikel: Inilah Rencana Lokasi Bandara Tulungagung | HBS Blog

  • 2 min read
  • Mei 21, 2017

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menaruh sinyal positif rencana pembangunan bandar udara Tulungagung & eksklusif menerjunkan tim kuesioner buat meninjau lokasi bakal calon Bandara Tulungagung. Ada empat usulan loka yang telah diajukan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang akan dipakai menjadi lokasi bandara penerbangan komersil ke Kementerian Perhubungan RI.

Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo mengatakan pihaknya sudah mengajukan proposal usulan calon huma. ?Namun, mana yg nantinya dipilih masih menunggu output kajian tim survei Kemenhub," ucapnya.

Syahri Mulyo menambahkan, empat calon lokasi bandara dimaksud masing-masing berada di daerah Kecamatan Rejotangan yang ada di Tulungagung bagian timur, Campurdarat di selatan Kota Tulungagung, Tanggunggunung di barat daya, atau pada Pakel yg terdapat tenggara kota setempat. "Salah satu lokasi yang diusulkan itu adalah lahan milik Perhutani. Kami akan segera koordinasikan bila akhirnya itu nanti yang dipilih," pungkasnya.

Diantara empat lokasi tadi yg paling akhir diajukan merupakan Kecamatan Rejotangan. Alternatif ini dipilih tim teknis dan perencanaan Pemkab Tulungagung, sebagai alternatif pembangunan bandara menggunakan alasan menghindari area berbukit. Run way pesawat pada Indonesia, khususnya Jawa, selalu menunjuk barat & timur, ad interim pada sisi timur & barat wilayah Kecamatan Campurdarat atau Kecamatan Pakel , terhalang deretan bukit & gunung. Meskipun demikian, keputusan pemilihan lokasi bandara sepenuhnya berada di tangan Tim Perencanaan dan Teknis Kementrian Perhubungan.

Selain Tulungagung, beberapa wilayah lain, misalnya Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan, kemungkinan akbar tidak akan sebagai pertimbangan oleh Kementerian Perhubungan, karena faktor geografisnya yg berbukit, nir memungkinkan buat dibangun bandara. Sementara wilayah Blitar dan Kediri, juga akan dikesampingkan karena keberadaan Gunung Kelud yang masih aktif.

Sementara itu, menurut Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak lokasi bandara diperkirakan dipilih pada daerah Tulungagug bagian selatan yg aksesnya nir jauh berdasarkan jalur lintas selatan. "Informasi menurut Kemenhub di Tulungagung selatan menggunakan asumsi kelak ketika JLS jadi akses menuju bandara gampang dijangkau oleh delapan daerah lebih kurang yang kemarin menandatangani petisi beserta ke Menko Polhukam saat itu, atau yang sekarang Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan," istilah Emil.

Alokasi Dana Pembebasan Lahan

Bandara Tulungagung rencananya akan terselesaikan dibangun dalam jangka ketika dua tahun menggunakan anggaran yg disiapkan sebanyak Rp700 miliar dari APBN. Menurut Syahri, diperkirakan kebutuhan luasan huma untuk bandara membutuhkan luasan antara 200-300 hektare. Mengingat persebaran penduduk yg hampir merata hingga kawasan pelosok desa, Syahri berkata pembangunan bandara diprediksi sebagian berdampak pembebasan huma penduduk. "Soal ganti rugi ini semoga nir dibebankan ke wilayah, karena itu akan memakan waktu lama & penganggaran yg tidak memadai," ungkapnya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 14 =