Artikel: Jenis Agregat dan Batuan | HBS Blog

  • 5 min read
  • Mei 08, 2017

Hallo gan, sedang cari info mengenai agregat ya ? Nah disini aku menyediakan sedikit penerangan mengenai agregat dan batuan, siapa tau aja sanggup bantu bro/sist sekalian buat mengerjakan tugas kuliah (mungkin) ?? Atau mungkin buat nambah – nambah pengetahuan tapi disini nir jualan batu akik ya ??

AGREGAT

Kandungan agregat pada adonan beton sangat tinggi. Komposisi agregat berkisar antara 60%-70% menurut berat campuran beton. Walaupun fungsinya hanya menjadi pengisi tetapi lantaran komposisinya yg cukup akbar sehingga agregat inipun menjadi penting.

Agregat yang digunakan dalam campuran beton dapat berupa agregat alam atau agregat buatan (artificial aggregates). Secara umum, agregat dapat dibedakan berdasarkan ukuran yaitu agregat kasar dan agregat halus. Batasan ukuran antara agregat halus dan agregat kasar yaitu 4.80mm(British Standard) atau 4.75mm ( Standar ASTM). Agregat kasar adalah batuan yang ukuran butirnya lebih besar dari 4.80mm(4.75mm) dan agregat halus adalah batuan yang ukuran butirnya tidak lebih besar dari 4.80mm(4.75mm).

Agregat yg dipakai dalam campuran beton umumnya berukuran lebih mini berdasarkan 40mm. Agregat yang ukurannya lebih akbar dari 40mm digunakan buat pekerjaan sipil lainnya, misalnya buat pekerjaan jalan, tanggul penahan tanah,bendungan & lainnya. Agregat halus umumnya dinamakan pasir & agregat kasar dinamakan kerikil, spilit, batu pecah, kricak, dll.

BATUAN

Seorang insinyur sipil umumnya melihat batuan menjadi sebuah mineral yang keras, getas, acapkali kali tahan usang dan bertenaga, yang diatasnya bisa berdiri bangunan atau digunakan buat mendirikan bangunan. Batuan pada penggunaannya dipekerjaan teknik sipil, bisa dibedakan sebagai 2 bila dipandang menurut ilmu yg mempelajarinya.

  1. Geologis : batuan sebagai mineral, yang terbentuk melalui proses terbentuknya batuan.
  2. Geoteknik : batuan sebagai mineral yang diatasnya, didalamnya, atau denganya dapat dibangun berbagai konstruksi.

Jika dilihat dari proses terbentuknya, batuan sebagai mineral dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, batuan beku (magma), batuan endapan (sedimentasi), batuan peralihan (metamorph). Tidak ada yang terbentuk karena digosok gerinda ya ?? (Emangnya akik )

Batuan Beku (Magma)

Batuan magma atau batuan beku terbentuk dari proses pembekuan magma yang masih ada didalam lapisan bumi yang pada atau menurut hasil pembekuan magma yg keluar dampak letusan gunung merapi.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen atau batuan endapan terbentuk lantaran mengendapnya bahan-bahan terurai, sebagai akibatnya membentuk suatu lapisan endapan bahan padat yg secara fisik diendapkan sang angin,air,atau es. Batuan sedimen bisa juga terbentuk menurut bahan-bahan terlarut yg secara kimia terendapkan dilautan,sungai, danau.

Batuan Metamorf

Batuan metamorf terjadi karena proses metamorfosis, yaitu perubahan yg dialami sang batuan karena perubahan temperatur dan tekanan. Pada umumnya peningkatan temperatur dan tekanan akan mempengaruhi akbar butiran yg terbentuk.

Agregat di Indonesia

Indonesia mempunyai geografi, geologi, dan iklim panas dan basah yang berganti sepanjang tahun. Hal tersebut membuat batu-batuannya mengalami pelapukan dengan derajat yang bergantung pada jenis batu-batuan, iklim, derajat erosi, exposure, dan lainnya. Aspek-aspek yang mempengaruhi pelapukan batuan ini akan mempengaruhi produksi beton. Batuan di Indonesia umumnya terdiri dariigneous vulkanis yang muda seperti basalt,dolomit,andesit, porhyries,tuff,ashes,lebih dalam lagi dapat ditemukan granite dan batu-batuan sedimen dilaut, yaitu sandstone, limestone, dan malstone. Batu-batuan seperti ini biasanya didapat pada lipatan dan patahan pada gugusan atau pegunungan.

Karakteristik Agregat

Jika dilihat dari sumbernya, agregat dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu agregat yang berasal dari alam dan agregat buatan. Contoh agregat yang berasal dari sumber alam adalah pasir alami dan kerikil, sedangkan contoh agregat buatan adalah agregat yang berasal daristone crusher,hasil residu terak tanur tinggi,pecahan genteng, pecahan beton,fly ashdari residu PLTU,extended shale, expanded slagdan lainnya.

Pasir sungai dan batu-batuan yang digali

Pasir yang digunakan dalam campuran beton jika dilihat dari sumbernya dapat berasal dari sungai atau galian tambang (quarry). Agregat yang berasal dari tanah galian biasanya berbentuk tajam, bersudut, berpori dan bebas dari kandungan garam.

Mengolah Agregat Alam

Tujuan utama pengolahan agregat adalah untuk mendapatkan agregat dengan mutu tinggi dengan biaya yang rendah. Pengolahan agregat alam meliputi penggalian(excavating), pengangkutan(hauling), pencucian, pemecahan (crushing), dan penentuan ukuran.

Pada waktu penggalian bahan-bahan yang akan menambah berat seperti lempung dan lanau harus disingkirkan karena bahan-bahan tersebut tidak dikehendaki. Pemisahan bahan yang tidak dikehendaki tersebut dapat dilakukan dengan alatpower-shovels,draglines,atauscrapers.Bila bahan-bahan ini tidak terlalu banyak jumlahnya, cukup dilakukan pencucian yaitu dengan dilewatkan pada saluran buatan dan agregat tersebut akan disemprot dengan air. Proses  Kemudian agregat diperkecil ukurannya dengan menggunakan alat pemecah batu. Alat pemecah batu yang paling tua disebutJaw Crusheryang terdiri dari sebuah rahang yang bergerak dan satunya tetap.

Untuk memilih ukuran dari agregat, agregat kasar disaring memakai saringan bergetar sedangkan agregat halus disaring dengan menggunakan saringan hidrolik. Saringan tadi mempunyai disparitas dalam pembuatannya, kapasitas, serta efisiensinya.

Jenis Agregat

Seperti yang diuraikan diatas, agregat dapat dibedakan sebagai 2 jenis, yaitu agregat alam dan agregat protesis. Agregat alam & buatan inipun bisa dibedakan berdasarkan beratnya, asalnya, diameter butirnya(gradasi), dan tekstur permukaannya.

Jenis Agregat Berdasarkan Berat

Agregat dapat dibedakan berdasarkan beratnya. Ada tiga jenis agregat dari beratnya, yaitu agregat normal,agregat ringan dan agregat berat. Peraturan beton 1989 mencakup agregat normal & agregat ringan.

Jenis Agregat Berdasarkan Bentuk

Bentuk agregat ditentukan sang beberapa faktor. Secara alamiah bentuk agregat dipengaruhi oleh proses geologi batua. Setelah dilakukan penambangan, bentuk agregat dipengaruhi oleh cara peledakan & mesin pemecah batu dan teknik yg dipakai. Klasifikasi agregat dari bentuknya merupakan menjadi berikut.

a.       Agregat Bulat

b.      Agregat Bulat sebagian atau Tidak Teratur

c.       Agregat bersudut

d.      Agregat Panjang

e.       Agregat Pipih

f.       Agregat Pipih dan Panjang

Jenis Agregat Berdasarkan Tekstur Permukaan

Umumnya agregat dibedakan menjadi kasar, agak kasar, licin, agak licin. Berdasarkan pemeriksaan visual, tekstur agregat dapat dibedakan menjadi sangat halus (glassy), halus, granular, kasar, berkristal(crytalline), berpori, dan berlubang-lubang. Permukaan yang kasar akan menghasilkan ikatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan permukaan agregat yang licin. Secara umum susunan permukaan ini sangat berpengaruh pada kemudahan pekerjaan. Semakin licin permukaan ini sangat berpengaruh pada kemudahan pekerjaan. Semakin licin permukaan agregat maka semakin sulit pekerjaan beton. Umumnya jenis agregat dengan permukaan kasar lebih di sukai. Jenis agregat berdasarkan tekstur permukaannya dapat dibedakan sebagai berikut :

Ø  Agregat licin/halus(glassy)

Ø  Berbutir (granular)

Ø  Kasar

Ø  Kristalin (cristalline)

Ø  Berbentuk Sarang Labah (honeycombs)

Sifat-sifat Agregat pada Campuran Beton

Sifat-sifat agregat sangat berpengaruh dalam mutu adonan beton. Untuk menghasilkan kekuatan beton yang diinginkan maka sifat-sifat ini perlu dipelajari supaya bisa mengambil tindakan positif bila terjadi perkara.

Serapan Air dan Kadar Air Agregat

Pada ketika terbentuknya agregat kemungkinan terdapat terjadinya udara yg terjebak dalam lapisan atau terjadi lantaran dekomposisi mineral pembentuk akibat perbuhan cuaca, maka terbentuklah lubang atau rongga kecil didalam butiran agregat (pori). Pori didalam agregat memiliki bentuk yg bervariasa & pori-pori mungkin sebagai reservoir air bebas di pada agregat. Presentase berat air yg bisa diserap agregat didalam air dianggap sebagai serapan air, sedangka banyaknya air yg terkandung pada agregat disebut kadar air.

Agregat Jenis Lain & buat Hal-hal Khusus

1. Agregat Jenis lainnya

Ø  Batu pecah

Ø  Pecahan bata atau genteng

Ø  Tanah liat bakar

Ø  Herculite atau haydite

Ø  Agregat abu terbang

Ø  Benda limbah padat buangan

2. Agregat untuk hal-hal khusus

Untuk bahan yang harus kuat dan awet, agregat yang digunakan adalah corondum sintetik (Al2O3) dengan berat isi murni 3.9-4.0 kg/dm³ atausilicone carbidedengan berat murni 3.1-3.2 kg/dm³. Selain itu dapat juga menggunakan jenis agregat lain yang keras seperti batu alam misalnya basalt, terak tanur tinggi, jenis-jenis logam.

Agregat yang sangat ringan untuk isolasi terhadap panas atau yang tahan api adalah perlit, sejenis gelas dari batuan beku (vulkanik) dengan berat isi sekitar 0.6-0.2 kg/dm³, vermiculit dengan berat isi massa sekitar 0.07-0.09 kg/dm³ danfoamglass.

Agregat yang digunakan sebagai pelindung radiasi adalah jenis batuan dengan berat isi murni yang tinggisparyang memiliki berat isi murni 4.15-4.45 kg/dm³, magnet, biji besi dengan berat isi murni 4.40-5.00 kg/dm³ dan baja (dapat berbentuk pasir atau sebagai butiran-butiran) dengan berat isi murni 6.80-7.60 kg/dm³.

Oke sekian dari penerangan batu akiknya ?? Kalau bro/sist mau tempe lebih banyak, bisa cek diartikel yg lain ya !! Atau bila nir terdapat artikelnya yg diinginkan, boleh tinggalkan komentarnya ya ? Nanti bila sempat & bisa, akan aku jawab. Akan tetapi jikalau aku jua tidak memahami, kita coba tanya ke mbah google

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 12 =