Artikel: Jenis Dinding pada Bangunan | HBS Blog

Posted on 3 views

Elemen vertikal berdasarkan sebuah bangunan merupakan dinding atau tak jarang diklaim jua dengan tembok. Dinding terbagi menjadi beberapa jenis yg tidak sinkron sinkron fungsi & letaknya. Berikut ini dijelaskan masing-masing jenis dinding yg terdapat dalam bangunan :

Jenis Dinding dalam Bangunan

Jenis Dinding dalam Bangunan

01. Load Bearing Walls

Lead Bearing Walls atau dinding pemikul beban adalah dinding sebagai elemen struktural. Dinding ini dapat menahan berat rumah dari atap dan lantai atas, sampai ke fondasi. Dinding ini mendukung komponen struktural seperti balok, plat dan dinding di atas lantai.

Dinding yg sempurna di atas balok disebut menggunakan bearing wall. Dinding ini bisa berfungsi untuk membawa beban vertikal. Jenis dinding ini posisinya tegak lurus menggunakan balok lantai atau punggungan. Beton merupakan bahan yang ideal untuk dinding ini, tetapi juga bisa dibuat menggunakan pasangan bata menggunakan kolom simpel. Berikut ini merupakan beberapa jenis dinding pemikul beban :

  • Precast Concrete Wall
  • Retaining Wall
  • Masonry Wall
  • Pre Panelized Load Bearing Metal Stud Walls
  • Engineering Brick Wall
  • Stone Wall

02. Non-Load Bearing Wall

Dinding yang tidak membantu struktur disebut juga dengan Non-load bearing wall. Dinding ini tidak mendukung beban atap dan lantai di atasnya. Dinding tersebut merupakan bagian dari interior yang tujuannya adalah untuk membagi bangunan menjadi kamar dan dibangun lebih ringan.

Kita bisa menghilangkan dinding ini tanpa membahayakan struktur bangunan. Dinding non-struktur ini bisa diketahui sang keberadaan balok dan langit-langit. Dinding ini tidak terikat bongkar pasang, & dibuat menggunakan kolom mudah yang lebih irit biaya . Dinding ini dianggap menjadi "dinding gorden". Jenis dinding Non-Load Bearing Wall diantaranya sebagai berikut :

  • Hollow Concrete Block
  • Facade Bricks
  • Hollow Bricks
  • Brick Walls

03. Dinding Berongga (Cavity Wall)

Cavity Wall atau Dinding rongga terdiri dari dua dinding tipis yang terpisah oleh ruang isolasi. Kedua dinding itu dikenal sebagai daun dalam dan daun luar. Keduanya dapat mengurangi bobotnya di atas fondasi dan bertindak sebaik isolasi suara. Dinding ini juga bisa digunakan untuk memasukan dan menyembunyikan sliding door.

Dinding rongga menaruh isolasi termal yg lebih baik daripada dinding padat lainnya karena ruang penuh menggunakan udara dan mengurangi transmisi panas. Dinding ini memiliki tingkat genre panas yang 50 persen lebih rendahdari dinding yg kokoh. Secara irit lebih murah daripada dinding padat lainnya. Selain itu, dinding rongga membantu buat menghindari kebisingan suara.

04. Dinding Geser

Shear Wall atau Dinding Geser dirancang untuk menahan kekuatan lateral. Kekuatan lateral ini berasal dari luar dinding, dari lantai, atap hingga fondasi tanah. Penggunaan dinding geser penting, terutama di bangunan besar dan tinggi seperti skyscraper.

Dinding geser umumnya dibangun menggunakan material tetap seperti beton atau batu. Dinding ini memiliki sistem struktural yang sangat baik untuk menahan gempa. Sistem ini bisa menaruh kekakuan dalam arah vertikal dan horizontal. Dinding geser nir menunjukkan masalah stabilitas.

05. Dinding Partisi

Digunakan untuk membagi bangunan menjadi ruang-ruang yang lebih spesifik. Itu bisa berupa dinding padat, dibangun dari batu bata atau batu. Dinding partisi biasanya dikaitkan ke lantai, langit-langit, dan dinding lainnya.

Dinding partisi relatif kuat buat membawa bebannya sendiri. Cukup stabil dan bertenaga buat mendukung gantungan ringan dalam dinding misalnya lukisan atau rak gantung. Dinding pula partisi berfungsi sebagai isolasi suara dan dinding tahan barah.

Demikianlah tentang jenis dinding yang kita kenal dalam bangunan. Membuat jenis dinding hendaknya diubahsuaikan dengan kebutuhan & ciri masing-masing dinding. Semoga artikel ini bisa berguna dan menambah wawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.