Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Jenis – jenis Pondasi Berdasarkan Kedalamannya | HBS Blog

  • Share

Dalam Arsitektur dan Konstruksi bangunan, pondasi merupakan elemen struktur yang menghubungkan bangunan menggunakan tanah & memindahkan beban dari struktur ke tanah. Pondasi umumnya ada yang dangkal atau dalam sinkron dengan syarat tanah pada bawah bangunan.

Perancangan pondasi adalah pelaksanaan ilmu mekanika tanah & mekanika batuan (teknik Geoteknik) pada desain elemen pondasi struktur bangunan. Perancangan pondasi buat bangunan tinggi wajib melibatkan ahli struktur. Perhitungan pondasi dan menentukan jenis pondasi yg tepat adalah keputusan yg relatif penting, karena itu tidak boleh dilakukan sembarang orang.

Jenis - jenis Pondasi Berdasarkan Kedalamannya

Jenis – jenis Pondasi Berdasarkan Kedalamannya

Jenis Pondasi

Berdasarkan letak kedalaman tanah kuat yang digunakan sebagai  pendukungnya, pondasi digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Adapun penjelasan masing-masing jenis pondasi tersebut adalah sebagai berikut :

A.  Pondasi Dangkal

Jenis pondasi dangkal biasanya digunakan untuk konstruksi beban ringan dan kondisi lapisan permukaan yang cukup baik. Pondasi ini memiliki kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal, hanya beberapa meter masuknya ke dalam tanah yaitu sekitar 0,8 m – 1 m. Karena daya dukung tanah telah mencukupi. Pondasi dangkal terdiri dari :

  1. Pondasi Setempat (Single Footing)
  2. Pondasi Menerus (Continuous Footing)
  3. Pondasi Pelat (Plate Foundation)

Pondasi yang termasuk jenis pondasi dangkal, yaitu :

1. Pondasi Batu Kali

Pondasi Batu Kali

Pondasi Batu Kali

Jenis pondasi batu kali seringkali kita temui pada bangunan ? Bangunan rumah tinggal. Pondasi ini masih digunakan, lantaran selain bertenaga, pondasi ini pun masih termasuk murah. Bentuknya yg trapesium menggunakan berukuran tinggi 60 ? 80 Cm, lebar pondasi bawah 60 ? 80 Cm dan lebar pondasi atas 25 ? 30 Cm. Bentuk pondasi ini bisa dicermati dalam gambar.

Dua. Pondasi Telapak (Foot Plat)

Pondasi Telapak (Foot Plat)

Pondasi Telapak (Foot Plat)

Jenis pondasi telapak merupakan pondasi yg paling generik dipakai buat bangunan bertingkat rendah (1-5) pada Indonesia. Jenis pondasi telapak dibuat dari bahan beton bertulang, dengan kedalaman tanah kuat hingga mencapai dua m pada bawah permukaan tanah. Bentuk pondasi telapat dapat ditinjau pada gambar pada bawah.

Baca Juga : Contoh Gambar Detail CAD Pondasi Foot Plat

Pada bagian yg paling bawah masih ada semacam pelebaran kaki berbentuk trapesium ataupun pelat beton. Pondasi telapak ini umumnya digunakan dalam bangunan berlantai dua atau lebih menggunakan kondisi tanah yang baik.

Tiga. Pondasi Plat Beton Lajur

Pondasi pelat beton lajur sangat bertenaga

Pondasi pelat beton lajur sangat bertenaga

Pondasi pelat beton lajur sangat bertenaga, sebab seluruluhnya terdiri dari beton bertulang dan harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali. Ukuran lebar pondasi lajur ini sama dengan lebar bawah dari pondasi batu kali, yaitu 70 Cm. Sebab fungsi pondasi plat beton lajur adalah pengganti pondasi batu kali.

B. Pondasi Dalam

Jenis pondasi dalam digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati lapisan tanah yang lemah atau dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, selain itu juga digunakan untuk konstruksi beban berat. Berikut jenis pondasi dalam :

1. Pondasi Bored pile

Pondasi bored pile

Pondasi bored pile

Pondasi bore pile merupakan pondasi yg kedalamannya lebih dari dua meter. Digunakan buat pondasi bangunan ? Bangunan tinggi. Sebelum memasang bore pile, bagian atas tanah dibor terlebih dahulu menggunakan menggunakan mesin bor. Hingga menemukan daya dukung tanah yang sangat kuat buat menopang pondasi. Setelah dibor dilanjutkan menggunakan pemasangan casing.

Pemasangan casing diharapkan supaya tanah tidak jatuh ke pada lubang yg sudah di bor. Setelah pemasangan casing terselesaikan dilanjutkan dengan memasukan tulangan besi, lalu dicor dengan beton. Pondasi ini berdiameter 20 Cm keatas. Dan umumnya pondasi ini terdiri dari dua atau lebih yg diatasnya terdapat pile cap.

2. Pondasi Sumuran

Pondasi sumuran adalah suatu bentuk peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang. Pondasi sumuran sangat tepat digunakan pada tanah kurang baik dan lapisan tanah kerasnya berada pada kedalaman lebih dari 3m. Diameter sumuran biasanya antara 0.80 – 1.00 m dan ada kemungkinan dalam satu bangunan diameternya  berbeda-beda, ini dikarenakan masing-masing kolom berbeda bebannya. Disebut pondasi Sumuran, karena dalam pengerjaannya membuat lubang-lubang berbentuk sumur.  Lubang ini digali hingga mencapai tanah keras atau stabil.

Sumur-sumur ini diberi buis beton dengan  ketebalan kurang lebih 10 cm  dengan pembesian. Dasar dari sumur dicor dengan ketebalan 40 cm sampai 1,00 m, diatas coran tersebut disusun batu kali sampai dibawah 1,00 m buis beton teratas. Ruang kosong paling atas dicor kembali dan diberi angker besi, yang gunanya untuk mengikat plat beton diatasnya. Plat beton ini mirip dengan pondasi plat setempat, yang fungsinya untuk mengikat  antar kolom yang disatukan oleh sloof beton.

Pondasi Strauss Pile

Pondasi strauss pile merupakan kategori pondasi dalam yang masih satu jenis dengan pondasi bor pile tetapi kapasitas diameter dan kedalaman yang lebih kecil karena tenaga penggerak mata bor nya adalah tenaga manusia manual tanpa bantuan mesin.

Alat bor pile manual yang sederhana dan ringkas serta nir bising pada pelaksanaannya menciptakan pondasi ini lebih banyak pada pakai untuk pekerjaan pondasi rumah atau bangunan 2 – 3 lantai di lokasi padat perumahan, seringkali juga diterapkan buat pondasi ruko, gudang, pagar dan lainnya.

Tiga. Pondasi Tiang pancang

alat pancang, tiang pancang, tiang pancang kayu, tiang pancang beton

Pondasi tiang pancang, Jenis dan Pemasangannya

Tiang pancang pada dasarnya sama dengan bore pile, hanya saja yg membedakan bahan dasarnya. Tiang pancang memakai beton jadi yang langsung ditancapkan langsung ketanah menggunakan memakai mesin pemancang. Lantaran ujung tiang pancang lancip menyerupai paku, sang karenanya tiang pancang tidak memerlukan proses pengeboran.

Baca Juga : Pondasi Tiang Pancang, Jenis & Pemasangannya

Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, menggunakan syarat daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, syarat air tanah tinggi & tanah keras dalam posisi sangat pada. Bahan buat pondasi tiang pancang adalah : bambu, kayu besi/kayu ulin, baja, & beton bertulang. Berikut penjelasannya :

a. Pondasi Tiang Pancang Kayu

Pondasi tiang pancang kayu

Pondasi tiang pancang kayu

Pondasi tiang pancang kayu pada Indonesia, dipergunakan pada tempat tinggal -rumah panggung pada daerah Kalimantan, pada Sumatera, pada Nusa Tenggara, dan dalam tempat tinggal -tempat tinggal nelayan pada tepi pantai. Tiang pancang kayu tingginya terbatas pada tinggi kayu yang tersedia. Tetapi Pondasi tiang pancang kayu lebih digemari di wilayah pedalaman karena lebih mudah dihasilkan & harga pondasi beton pada sana sangat mahal.

B. Pondasi Tiang Pancang Beton

tiang pancang beton

tiang pancang beton

Pondasi tiang beton dipergunakan buat bangunan-bangunan tinggi (high rise building). Pondasi tiang pancang beton dapat dibentuk sangat pada dengan menggunakan pancang beton bertulang yang lebih kuat dari tiang pancang kayu.

Demikianlah mengenai jenis pondasi berdasarkan kedalamannya, sebelum menentukan jenis pondasi diharapkan uji tanah buat mengetahui letak atau kedalaman tanah keras di lokasi proyek. Hal ini memerlukan donasi ahli struktur.

Semoga artikel ini berguna & bisa menambah wawasan sahabat-sahabat pembaca sekalian.

Referensi :

  • Fleming, W. G. K. et al., 1985, Piling Engineering, Surrey University Press; Hunt, R. E., Geotechnical Engineering Analysis and Evaluation, 1986, McGraw-Hill.
  • Coduto, Donald P. Foundation Design: Principles and Practices 2nd ed., Prentice-Hall Inc., 2001.
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.