Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Jenis Kerusakan Girder Beton | HBS Blog

  • Share

Permasalahan di lapangan ketika mengerjakan proyek konstruksi akan menjadi kendala untuk keberlangsungan proyek tersebut, selain itu akan berdampak buruk bagi ketahanan struktur bangunan tersebut, salah satu permasalahan di lapangan adalah kegagalan material. Terjadinya cacat fisik pada girder disebabkan oleh banyak factor seperti pembuatan, perakitan, perlengkapan peralatan pabrik dan pengoperasian. Dalam postingan ini saya mengulas deskripsi jenis kegagalan girder, penyebab cacat atau rusak girder, pengaruh dari kerusakan tersebut sampai dengan pencegahan dan perbaikan girder. Dalam hal kerusakan girder mencakup untuk berbagai macam jenis girder fabrikasi yang terbuat dari bahan material beton.

Kerusakan Girder

Girder merupakan salah satu item dari konstruksi jembatan atau jalan layang/tol, bagaimana bila sebelum proses instalasi girder tetapi girder tersebut mengalami kerusakan, beberapa metode digunakan untuk melakukan Analisa kerusakan pada girder, seperti Analisa termal, microtoming, Analisa stress, Analisa identifikasi, uji mekanik hingga Teknik nondestruktif testing, dari beberapa metoda tersebut, analaisa yng dilakukan untuk mengetahui kerusakan girder adalah menggunakan metode pengamatan visual. Jenis Keruskan seperti ini dapat terlihat oleh mata, apakah girder tersebut retak karena terkena benturan atau kurang apik-nya saat proses pengangkutan. Dibawah ini merupakan jenis kerusakan pada girder:

1) Retak Sudut

–        Deskripsi:

Retak diagonal berada pada bagian atas maupun bawah PCU Girder dan dapat terjadi dimana saja sepanjang element struktur.

–        Penyebab:

Penanganan yang kurang tepat, Benturan tepi pada saat pengangkatan, Pemasangan pengganjal yang tidak rata, Produksi yang kurang tepat, Lekatan beton pada cetakan yang sukar dilepas, Pelat dasar cetakan pada ujung balok tidak rata, Cleaning cetakan kurang maksimal.

–        Pencegahan:

Lakukan penanganan dengan tepat, Beri keleluasaan ruang yang cukup pada saat penanganan, Gunakan ganjalyang mempunyai ukuran yang seragam, Perbaikan metoda produksi, Jaga agar cetakan selalu dalam keadaan bersih dan diberi form oil secukupnya, Jaga agar pelat dasar cetakan terpasang merata, Jaga agar pemukaan.

–        Pengaruh:

Retak diatas maupun dibawah PC-U Girder dapat mereduksi luas tumpuan dan membuat tulangan menjadi terbuka. Namun retakini biasanyatidak terlalu mempengaruhi kapasitas struktur.

–        Perbaikan:

Daerah yang mengalami gompal harus ditambal (ex. Sikadur dan sikatop atau material setara), Setiap tindakanperbaikan harus mendapat persetujuan engineering terlebih dahulu.

2) Patah

–        Deskripsi:

Patah pada struktur girder dibagian seprator tepi.

–        Penyebab:

Kurangnya pengawasan pada saat pengangkatan produk sehingga baut penguncinya belum terlepas namun dipaksa saat pelepasan.

–        Pencegahan:

Dilakukan pengawasan selama proses produksi hingga pengangkatan produk

–        Pengaruh:

Mengurangi kualitas performa produk, meskipun tidak berpengaruh terhadp kekuatan beton.

–        Perbaikan:

Beton yang patah di bobok untuk kemudian dicor ulang dengan mutu beton

Setiap tindakan perbaikan harus mendapat persetujuan engineering terlebih dahulu.

3) Retak Susut

–        Deskripsi:

Retak halus dan dangkal pada permukaan atas PC. U Girder dengan polayang acak atau sejajar dengan tulangan.

–        Penyebab:

Susut Permukaan: Air yang berlebih pada beton, Kehilangan air yang terjadi dengan cepat, Tidak dilakukan curing, Pemadatan yang tidak cukup

–        Pencegahan:

Lakukan pencampuran dan perawatan dengan benar: Kurangi air dalam beton, Gunakan air/ curing compoung dipermukaan girder, Lakukan pemadatan yang cukup untuk mengeliminasi rongga yang terbentuk dibawah tulangan atas.

–        Pengaruh:

Retak ini bersifat minor namun dapat menjadi serius dalam lingkungan yang agresif.

–        Perbaikan:

Tambah dengan bahan grouting, Setiap tindakan perbaikan harus mendapat persetujuan engineering terlebih dahulu.

4) Lingkungan kerja kotor

–        Deskripsi:

Kurang apiknya penataan cetakan ataupun barang-barang lain yang sedang tidak digunakan serta sampah pelastik ataupun sisa beton yang tidak langsung di bersihkan. Terutama disekitar lone produksi.

–        Penyebab:

Kurangnya kepedulian pekerja atau pelaksana di sekitar line produksi, Kurang atau penyalahgunaan fasilitas kebersihan dan Kurangnya tenaga kerja untuk kebersihan.

–        Pencegahan:

Peringatan berkala pada media safety patrol, Menegur langsung pada pelaksana jika line produksi terlihat kotor.

–        Pengaruh:

Kurangnya maksimalnya ruang kerja karena terhalang barang-barang yang tidak diletakan di tempat seharusnya, Mengakibatkan terseumbatnya saluran air, Rusaknya beberapa cetakan.

–        Perbaikan:

Saat load produksi berkurang, pelaksana diberi kewajiban untuk membersihkan line produksinya, Penyediaan fasilitas kebersihan.

5) Air Surface Void

–        Penyebab:

Produksi yang kurang tepat, Vibrasi / penggetaran saat pengecoran terlalu lama dan Pengolesan minyak begisting yang terlalu banyak.

–        Pencegahan:

Lakukan pengawasan pada saat pengecoran dan Lakukan pengawasan pada saat proses   oiling dinding cetakan.

–        Pengaruh:

Dapat mengurangi kualitas performa.

–        Perbaikan:

Ditutup dengan menggunakan campuran semen putih dan semen hitam, kemudian Setiap tindakan   perbaikan harus mendapat persetujuan engineering terlebih   dahulu.

Dalam hal kerusakan girder, merupakan tanggung jawab perusahaan produsen girder yang membuat girder tersebut, kerusakan yang disebabkan pada proses fabrikasi, pengiriman girder ke lokasi proyek hingga pengawasan ketika pencetakan dan pengangkatan produk merupakan tugas bagian produksi girder yang di upayakan untuk menjaga kualitas girder tersebut.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 5 =