Artikel: Jenis Kontrak dalam Proyek Konstruksi | HBS Blog

Posted on 4 views

Bagaimana cara mejamin kontraktor atau arsitek akan bekerja sinkron dengan waktu yang ditentukan ? Tentu saja dengan menggunakan sistem kontrak. Ada beberapa jenis kontrak proyek yang sanggup dilakukan oleh owner menggunakan penyedia jasa konstruksi.

Jenis Kontrak dalam Proyek Konstruksi

Dalam setiap jenis kontrak harus disebutkan dengan jelas jangka ketika penyelesaian proyek tadi bersama kewajiban yang wajib dipenuhi kontraktor apabila terjadi keterlambatan progres. Berikut merupakan jenis-jenis kontrak dalam proyek konstruksi.

Jenis Kontrak Berdasarkan Metode Pembayaran

Berdasarkan metode pembayaran yang dilakukan owner, jenis kontrak proyek dapat dibedakan menjadi berikut :

Kontrak Harga Satuan (Unit price Contract)

Dalam kontrak harga satuan, penilaian harga setiap unit pekerjaan dilakukan sebelum proses konstruksi dimulai. Penentuan besarnya harga satuan harus dapat mencakup seluruh biaya yang mungkin terjadi (seperti biaya overhead, keuntungan, biaya tak terduga, dan biaya untuk mengantisipasi risiko).

Kontrak Biaya Plus Jasa (Cost Plus Fee Contract)

Dalam sistem kontrak biaya plus jasa, kontraktor akan menerima sejumlah pembayaran atas pengeluarannya ditambah sejumlah biaya overhead dan keuntungan yang umumnya dihitung dari persentase biaya yang dikeluarkan dalam pekerjaan tersebut.

Penentuan fee atau bayaran buat kontraktor pada jenis kontrak porto plus jasa bisa dilakukan menggunakan cara-cara berikut ini :

Jumlah tetap (cost plus fixed fee)

Pembayaran pada kontraktor berupa biaya nyata (actual cost) yg telah dimuntahkan sang kontraktor ditambah biaya umum (overhead cost) & sejumlah keuntungan permanen (fixed fee). Kontrak semacam ini dipakai untuk pekerjaan yang sangat mendadak sebagai akibatnya nir memungkinkan mempersiapkan gambar rencana.

Persentase porto (cost plus percentage)

Kontraktor akan mendapat pembayaran kembali atau porto ganti atas semua porto nyata (actual cost) yang telah dimuntahkan ditembah menggunakan kompensasi yg besarnya berdasarkan persentase porto konkret sesuai konvensi bersama menggunakan pemilik proyek. Kontrak jenis ini jua dipakai buat pekerjaan mendesak yang nir memungkinkan mempersiapkan gambar planning, namun terdapat kemungkinan kontraktor akan memperlambat kecepatan kerjanya supaya kompensasi yang diterima menjadi lebih banyak.

Jaminan porto maksimum (cost plus fee with maximum guaranteed price)

Kontraktor akan diberikan balik seluruh porto yang sudah dikeluarkannya, ditambah menggunakan kompensasi yang besarnya dihitung menurut persentase yg sudah disepakati beserta dan dibatasi dalam jumlah maksimum tertentu.

Kontrak Biaya Menyeluruh (Lump Sum Contract)

Kontrak jenis ini digunakan pada kondisi kontraktor akan membangun sebuah proyek sesuai rancangan yang ditetapkan pada suatu patokan biaya tertentu (anggaran). Seandainya terjadi perubahan yang menyebabkan  terjadinya perubahan biaya, harus diadakan negosiasi antara pemilik dan kontraktor untuk menetapkan pembayaran yang akan diberikan kepada kontraktor.

Kontrak jenis ini wajib menunggu perencanaan & perhitungan RAB selesai sehingga mampu memakan lebih poly ketika. Tetapi semuanya sudah terjadwal sebagai akibatnya biaya pekerjaan lebih terukur.

Guaranteed Maximum Price Contract (GMP)

Dalam sistem kontrak ini, hubungan antara pemilik proyek dengan kontraktor yang diikat oleh suatu harga maksimum tertentu untuk menyelesaikan seluruh lingkup pekerjaan yang dipersyaratkan oleh pemilik proyek.

Jenis Kontrak Berdasarkan Aspek Pembagian Tugas

Dilihat berdasarkan aspek pembagian tugas, maka jenis kontrak proyek dibagi menjadi sebagai berikut  ini:

Kontrak Rancang Bangun (Design and Build contract)

Pemilik hanya menentukan persyaratan-persyaratan yang dimaksudkan dalam KAK/TOR kepada kontraktor utama untuk nantinya dikembangkan dan dirinci. Kontraktor dapat menunjuk konsultan perencana yang lebih ahli, namun tanggung jawab sepenuhnya tetap pada kontraktor tersebut. Sistem kontrak ini dapat mengurangi resiko kesalahan perhitungan harga karena keterlibatan kontraktor dalam proses perencanaan cukup kuat.

Kontrak Turnkey (Contractor?S Full Prefinancing Contract)

Kontraktor dalam hal ini bertanggung jawab untuk membiayai seluruh biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Pembayaran kepada kontraktor akan dilakukan setelah bangunan diserahkan dan siap dioperasikan oleh pemilik. Sebagai jaminan pembayaran, kontraktor menerima surat jaminan bank yang besarnya senilai biaya pembangunan. Surat jaminan bank tersebut bisa dicairkan langsung oleh kontraktor apabila pemilik gagal membayar pada waktu yang telah disepakati sementara kewajiban kontraktor sudah dipenuhi semua.

Engineering Procurement and Construction Contract (EPC)

Sistem kontrak yang mencakup lingkup tanggung jawab Engeneering (perekayasaan), procurement (pengadaan), construction (konstruksi) dan commissioning (uji-coba operasi) sampai menghasilkan sistem yang mampu berproduksi, misalnya pada proyek pembangunan pabrik.

Demikianlah mengenai jenis-jenis kontrak dalam proyek konstruksi, semoga berguna bagi sahabat aritur sekalian.

Referensi :

Ariestadi, Dian. 2008. Teknik Struktur Bangunan Jilid 1 buat SMK. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejurua

Pembangunan Perumahan (2003). Buku Referensi untuk Kontraktor Bangunan Gedung dan Sipil, Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published.