Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: JENIS PART MESIN TEKNISI MEKANIK DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

  • Share

Bisa beroperasinya mesin – mesin produksi di pabrik industri nir terlepas menurut berperan pentingnya part – part atau bagian – bagian onderdill menurut unit mesin tersebut. Perlu di ketahui bahwa proses mesin produksi pada pabrik industri merupakan program gabungan antara beberapa part atau onderdill unit dari mesin produksi tadi.

Sedangkan part – part onderdill dalam rangkaian mesin produksi tersebut terbagi sebagai beberapa bagian menurut berdasarkan bidangnya masing – masing merupakan sebagai berikut :

  • Part Mesin secara Mekanikal yang di handling oleh Teknisi Mekanik.
  • Part Mesin secara Elektrikal yang di handling oleh Teknisi Elektrik.
  • Part Mesin secara Instrumental yang di handling oleh Teknisi Instrument.

Dari sekian bagian part mesin di sini penulis mencoba menyampaikan dari segi bidang part mesin produksi secara mekanikal.

Pada dasarnya part – part onderdill mesin produksi secara Mekanikal mampu bergerak lantaran pada gerakkan oleh drive atau penggerak yaitu dari segi bidang Elektrikal melalui Program.

Part – part onderdill secara Mekanik merupakan seluruh part mesin yg pada gerakkan oleh drive atau motor dan yg di gerakkan proses melalui settingan program Elektrikal.

Adapun model part – part mesin atau benda kerja yang termasuk di bidang Mekanikal & merupakan tanggung jawab Teknisi Mekanik merupakan sebagai berikut :

1) Gear Box Unit.

Pengertian dari Gear Box Adalah Susunan roda gigi atau gear di dalam box unit yang mempunyai Ratio yang bervariasi.

Sedangkan fungsi gear box itu sendiri merupakan sebagai berikut :

  • Untuk mereduce speed jumlah putaran dari power utama atau motor drive menjadi putaran sesuai kebutuhan di benda kerja yang akan di gerakkan.
  • Untuk mensinkronkan kebutuhan putaran yang di perlukan oleh mesin benda kerja yang akan bergerak.
  • Mengubah speed putaran atau jumlah putaran dari kencang menjadi perlahan sesuai perbandingan ratio gigi.

Adapun model perawatan yg pada lakukan sang seseorang Teknisi Mekanik terhadap gear box adalah sebagai berikut :

  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi gear di dalam gear box dari keausan dan kondisi seluruh fisik gear.
  • Melakukan pengecheckan terhadap level volume oli di dalam gear box.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi temperatur bearing gear box.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi getaran gear box pada saat running.
  • Dan lain – lainnya.

2) Kopling.

Adapun fungsi kopling yang di pakai dalam mesin – mesin di pabrik industri adalah sebagai berikut :

  • Sebagai peredam kejut gerakan antara motor drive dengan benda kerja yang di gerakkan.
  • Sebagai penerima moment beban pertama dari motor penggerak sebelum beban gerak putar tersebut di terima oleh benda kerja yang di gerakkan.
  • Sebagai penghubung gerakan atau tenaga dari motor drive ke benda kerja yang akan di gerakkan.

Semua bentuk kopling yg pada pakai pada mesin produksi pabrik industri adalah Tanggung jawab berdasarkan Teknisi Mekanik baik secara perawatan, pemugaran maupun pengadaan spare partnya.

Adapun macam – macam contoh bentuk kopling yang biasa di pakai di dunia pabrik industri merupakan sebagai berikut :

  • Model Chain Kopling, yaitu kopling unit berupa gabungan antara Sprocket dan chain.
  • Model SF Falk Kopling, yaitu kopling unit berupa gabungan antara Gear dengan Spring.
  • Model Gear Kopling, yaitu kopling unit berupa gabungan antara gear dengan cover gear.
  • Model Plat Kopling, yaitu kopling unit berupa gabungan antara Flange dengan lembaran plat stainless steel.
  • Model Rubber Kopling, yaitu kopling unit berupa gabungan antara flange dengan Rubber mounting.

Adapun contoh perawatan yang di lakukan oleh seorang  Teknisi Mekanik terhadap kopling adalah sebagai  berikut :

  • Melakukan inspeksi pengecheckan kondisi gear kopling dan chainnya.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi grease lubrikasinya.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi seal koplingnnya.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi baut cover koplingnya.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi kekencangan lock baut tanamnya.

Tiga) Belt Conveyor.

Semua unit belt conveyor yang di gunakan mesin produksi di pabrik industri merupakan tanggung jawab Teknisi Mekanik baik berdasarkan segi perawatan, perbaikan dan pengadaan spare part unitnya.

Sedangkan macam – macam bentuk model dan bahan belt conveyor yang biasa pada pakai oleh pabrik industri adalah sebagai berikut :

  • Belt conveyor berbahan katun.
  • Belt conveyor berbahan karet.
  • Belt conveyor berbahan habasit.
  • Belt conveyor berbahan mesh logam stainless steel.
  • Belt conveyor berbahan roller teflon atau modular.

Adapun hal – hal yang adalah item perawatan yang di lakukan oleh Teknisi Mekanik terhadap belt conveyor merupakan sebagai berikut :

  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi centreing conveyor agar terhindar dari gesekan terhadap cover conveyor.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi tension belt conveyor agar selalu kencang dan belt conveyor tidak selip pada saat running.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi belt conveyor dari serabut benang belt conveyor.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi roll drive dan roll line dari kotoran material produksi yang menempel.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi joint belt conveyor.
  • Dan lain sebagainya.

4) Chain Drive.

Istilah umum menurut chain drive adalah rantai penggerak. Untuk berukuran atau size chain drive bermacam – macam tergantung kebutuhan dalam mesin produksi.

Berikut adalah contoh ukuran atau size chain drive  :

  • RS 35
  • RS 40
  • RS 50
  • RS 60
  • RS 80
  • RS 100
  • RS 120
  • Dan Seterusnya.

Adapun bagian – bagian dari chain drive merupakan sebagai berikut :

  • Roller chain yaitu sebagai Roda chain drive yang bersinggungan langsung dengan penampang sprocket.
  • Pin Roller chain yaitu pin pengikat antara roller chain satu dengan roller chain yang lain untuk bisa menjadi satu susunan roller chain.
  • Conecting link yaitu sambungan chain untuk menyambung antara mata chain satu dengan mata chain lainnya. Conecting link berbentuk satu mata chain connect atau sambungan.
  • Off set link yaitu sambungan chain yang berbentuk setengah mata chain.
  • Pin lock yaitu pin untuk mengunci sambungan pin roller chain.
  • Klip lock yaitu untuk mengunci joint mata chain.
  • Sprocket drive yaitu gear atau gigi penggerak benda kerja setelah menerima gaya putar dari motor drive yang di teruskan oleh chain drive.

Sedangkan hal – hal yg di lakukan oleh seorang Teknisi Mekanik buat melakukan perawatan terhadap chain drive merupakan sebagai berikut :

  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi chain drive dari segi lubrikasinya.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi tension chain drive.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi chain drive dari kondisi noisenya.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi chaindrive dari segi keausan roll chainnya.

Hanya saja antara gear box unit dengan cyclo drive memiliki perbedaan berdasarkan segi bentuk fisik & componen part saja.

Cyclo drive memiliki beberapa type berdasarkan type kecil sampai type besar sesuai kebutuhan di mesin produksi.

Bentuk perawatan seseorang Teknisi Mekanik terhadap Cyclo drive adalah sebagai berikut :

  • Melakukan pengecheckan terhadap level volume oli lubrikasi .
  • Melakukan inspeksi pengecheckan kondisi gear dan viscositas oli di dalam cyclo drive.
  • Melakukan pengecheckan kondisi lock baut tanam pada shaft cyclo drive.
  • Melakukan pengecheckan terhadap suara dan getaran pada cyclo drive saat kondisi running.
  • Melakukan pengecheckan kondisi baut pada base cyclo drive apakah terjadi kendor atau tidak

Demikian ulasan bagian pertama mengenai Jenis Part Mesin Teknisi Mekanik pada Pabrik Industri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.