Artikel: Kansai International Airport: Bandara di Tengah Laut | HBS Blog

  • 2 min read
  • Feb 25, 2018

Kansai International Airport adalah bandara pertama pada Jepang yg dibangun di tengah bahari dalam bentuk seperti pulau buatan. Bandara ini pertama kali dibuka untuk generik dalam 4 September 1994. Sejarah pembangunan bandara ini bermula dalam awal tahun 1960 waktu Bandara Narita di Tokyo tidak sanggup lagi buat menampung jumlah penumpang yang akan diberangkatkan. Pengembang lalu menyusun sebuah rencana pembangunan bandara baru yang akan dibangun dekat dengan kota Kobe & kota Osaka. Rencananya bandara baru tersebut akan diberi nama Osaka International Airport. Pembangunan bandara ini urung dilaksanakan karena banyaknya protes yg berkaitan dengan polusi udara yg akan ditimbulkan jika pembangunan bandara ini jadi dilaksanakan. Untuk mengatasi perseteruan ini, pengembang pun mengusulkan agar bandara baru yang nanti akan dibangun tidak berada pada tengah pemukiman penduduk, tetapi dipindahkan ke daerah yg impak kerusakan lingkungannya nisbi kecil jika pembangunan bandara ini jadi dilaksanakan. Pembangunan bandara pun tetap dilaksanakan dengan loka pembangunan dilaksanakan di Osaka Bay yang relatif jauh berdasarkan pemukiman penduduk.

Pulau protesis yang dibuat buat pembangunan bandara memiliki panjang 4 km (2,lima mil) dan lebar (1,6 mil). Pembangunan bandara ini direncanakan sangat hati-hati lantaran memikirkan jua terhadap impak gempa dan badai yg mungkin saja dapat terjadi jika pembangunan bandara sudah selesai. Konstruksi bandara ini dimulai dalam tahun 1987 dengan fokus pertama merupakan pembangunan pondasi bagi pulau buatan ini. Konstruksi pembangunan pondasi ini memerlukan perencanaan yg sangat matang utamanya buat menentukan jenis pondasi yg akan digunakan dan jua bahaya ombak yang mungkin saja dapat masuk ke pada area bandara. Untuk pembuatan pondasi atau dinding laut ini diharapkan 48.000 balok beton berbentuk tetrahedral & jua material-material yang lainnya misalnya tanah yg diharapkan mencapai 21.000.000 m3. Waktu pembuatan pondasi atau dinding bahari ini selama dua tahun & selesai dalam tahun 1989. 10.000 pekerja & 80 kapal diperlukan buat menyelesaikan 30 meter (98 ft) lapisan pertama yg berada pada atas pondasi atau dinding laut ini. Pada tahun 1990, jembatan yang menghubungkan antara bandara di tengah laut menggunakan daratan telah rampung sepanjang 3 kilometer. Pertarunga utama yang dihadapi saat konstruksi adalah kemungkinan turunnya pondasi atau lapisan yang berada pada atas pondasi. Kemungkinan ini sudah diprediksikan sebelumnya mengingat syarat bandara yg dibangun di tengah bahari. Pada tahun 1991, pembangunan terminal bandara mulai dilaksanakan dan dilanjutkan menggunakan pembangunan runway, jembatan, dan jua fasilitas-fasilitas lainnya. Runway kedua dibangun dalam 2 Agustus 2007 buat menambah fasilitas runway lantaran volume penerbangan semakin semakin tinggi. Pada lepas 19 April 2001, Bandara Kansai menerima penghargaan ?Civil Engineering Monument of the Millennium? Yg diberikan oleh American Society of Civil Engineers. Biaya yang diperlukan buat untuk pembangunan bandara ini mencapai $ 20 billion yang mencakup porto reklamasi huma, pembangunan dua runway, pembangunan terminal bandara, pembangunan jembatan penghubung, dan pembangunan fasilitas-fasilitas lainnya.

Bandara Kansai melayani penerbangan internasional menurut seluruh global. Sebagai salah satu bandara internasional yang terdapat di Jepang, pihak pengelola bandara Kansai yaitu Kansai Internationa Airport Co., Ltd, melakukan aneka macam macam bisnis buat memberikan kenyamanan bagi para penumpang. Keamanan di pada & pada luar area bandara Kansai juga dilakukan dengan ketat. Transportasi yg dapat digunakan buat menuju ke bandara dapat menggunakan jembatan penghubung yg sudah disediakan. Jembatan penghubung ini dapat membawa penumpang langsung menuju ke areal bandara. Penumpang dapat pula memakai kereta, bus, dan pula kapal feri buat menuju ke bandara. Transportasi diatur sedemikian rupa sebagai akibatnya penumpang bisa menggunakan kondusif dan nyaman menuju ke bandara tanpa risi mengalami gangguan selama bepergian menuju ke bandara.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 10 =