Artikel: Karakteristik Desain Waterfront | HBS Blog

  • 2 min read
  • Apr 28, 2021

Dalam karakteristik Desain Waterfront ini akan dibahas mengenai fungsi, pola jalan, struktur ruang, pola masa, interaksi air & daratan, arah orentasi masa, fungsi ruang terbuka & pola skyline.

Karakteristik Desain Waterfront

Karakteristik Desain Waterfront

Selain berdasarkan pada itu, pada sebuah area waterfront dituntut sebuah estetika pada fasade bangunan yang akan memberi nilai estetika dalam daerah waterfront. Berikut adalah ulasan singkat mengenai ciri rapikan ruang waterfront. (Siahaan, 2008).

A. Fungsi daerah

Mengetahui bagaimana hubungan fungsi baru terhadap fungsi lama maka fungsi kawasan dalam pembahasan ini dikelompokkan menjadi dua yaitu fungsi baru dan fungsi lama.

Prinsip berdasarkan fungsi tempat ini yaitu, jika fungsi lamanya tidak jelas, maka rancangan kegunaannya semakin bebas. Jika fungsi lamanya jelas maka rancangan fungsi barunya pun semakin nir bebas.

B. Pola Jalan Utama

Pola jalan pada perancangan sebuah waterfront merupakan pola jalan yg mengikuti pola air yang dapat dijadikan jua sebagai pembatas antara daratan dan perairan.

C. Struktur Ruang

Figure of space adalah struktur ruang yg mempunyai kejelasan batasan antara daratan & perairan. Batas antara perairan & daratan adalah keliru satu aspek penting pada daerah tepi air.

D. Pola Massa Bnagunan

Pola massa bangunan pada daerah waterfront mengikuti pola dari perairan atau pola berdasarkan garis pantai yang nantinya bisa membedakan antara daratan dengan perairan.

E. Hubungan Air dan Daratan

Hubungan air & daratan bisa dikelompokkan sebagai empat tipe yaitu :

  1. 1. Air dan darat dibatasi dengan dinding arsitektural.
  2. 2. Air dan dinding dibatasi dengan talut.
  3. 3. Air dan daratan saling menyatu.
  4. 4. Air merupakan dasar daratan.

Terdapat dua jenis tipe dalam perancangan sebuah rapikan ruang waterfront pada antaranya tipe yg sengaja didesain dengan tujuan buat mecegah abrasi & tipe yg alami dengan fungsi menjadi area renang.

F. Arah Orientasi Massa Bangunan

Orientasi utama dari masa bangunan menunjuk ke arah air yg mana fasade menurut bangunan ini akan mempunyai sebuah rapikan estetika yang baik. Hal tersebut dikarenakan bagian tersebut merupakan bagian utama atau bagian depan dari bangunan sebagai akibatnya fasade dibentuk semenarik mungkin. Selain berdasarkan dalam itu, masih ada pula orentasi masa bangunan yg menunjuk ke arah air & ke arah darat.

G. Fungsi Ruang Terbuka

Ruang terbuka ialah sebuah ruang yang difungsikan sebagai loka melakukan kegiatan atau tempat terjadinya interaksi antarmanusia yg berorientasi ke arah air.

H. Pola Skyline Kawasan

Skyline dibedakan menjadi dua bagian pada antaranya skyline yg membangun dinding batas & skyline yang menciptakan celah alur. Tipe skyline yang membangun dinding batas terjadi apa bila peletakan masa bangunan cenderung berhimpitan sedangkan tipe skyline yang membangun celah alur terjadi jika peletakan antarmassa bangunan cenderung berjauhan.

I. Estetika Fasade

Dalam estetika fasade bangunan pada kawasan tepi air diperlukan adanya kontekstual antara bangunan satu dengan yang lainnya maupun kontekstual antara bangunan yang terdapat di lingkungan sekitarnya sehingga tercipta sebuah keserasian atau keharmonisan tata bangunan dalam area kawasan tepi air tersebut.

Demikianlah tentang karakteristik desain waterfront, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − eight =