Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Kategori Risiko Bangunan dan Non Gedung untuk Beban Gempa | HBS Blog

  • Share

Pentingnya mengetahui Kategori risiko bangunan berkaitan dengan taraf risiko yang diperbolehkan dalam bangunan yang direncanakan sesuai peruntukkannya. Singkatnya, perencana harus paham hal ini karena variabel kategori risiko digunakan pada desain bangunan.

Kategori Risiko Bangunan terhadap Gempa

Risiko Bangunan terhadap Gempa. (sumber: webuildvalue.Com)

Penentuan risiko bangunan didasarkan SNI 1726:2012 halaman  14. Nantinya, nilai kategori risiko bangunan digunakan untuk menentukan nilai faktor keutamaan gempa (Ie) sesuai dengan SNI 1726:2012 halaman 15. Lengkapnya bisa dilihat nilai faktor keutamaan gempa berikut ini.

Faktor Keutamaan Gempa (Ie)

  1. Kategori risiko 1 atau 2: Ie = 1.0
  2. Kategori risiko 3: Ie = 1.25
  3. Kategori risiko 4: Ie = 1.5

Tidak hingga pada situ saja, nantinya nilai-nilai tersebut saling mempunyai kaitan dalam hal analisis perencanaan terhadap gempa. Insya allah nanti mungkin ruang sipil akan buatkan contohnya.

Baiklah, langsung saja simak 4 Kategori Risiko Bangunan dan Non Gedung untuk Beban Gempa berikut ini.

Kategori 1

Gedung & non gedung yg mempunyai risiko rendah terhadap jiwa manusia pada waktu terjadi kegagalan, termasuk, akan tetapi tidak dibatasi buat, antara lain:

  1. Fasilitas pertanian, perkebunan, perternakan, dan perikanan
  2. Fasilitas sementara
  3. Gudang penyimpanan
  4. Rumah jaga dan struktur kecil lainnya

Kategori dua

Semua gedung & struktur lain, kecuali yg termasuk dalam kategori risiko I,III,IV, termasuk, tapi tidak dibatasi buat:

  1. Perumahan
  2. Rumah toko dan rumah kantor
  3. Pasar
  4. Gedung perkantoran
  5. Gedung apartemen/ rumah susun
  6. Pusat perbelanjaan/ mall
  7. Bangunan industri
  8. Fasilitas manufaktur
  9. Pabrik

Kategori 3

Gedung & non gedung yg memiliki risiko tinggi terhadap jiwa manusia pada ketika terjadi kegagalan, termasuk, akan tetapi nir dibatasi buat:

  1. Bioskop
  2. Gedung pertemuan
  3. Stadion
  4. Fasilitas kesehatan yang tidak memiliki unit bedah, unit gawat darurat
  5. Fasilitas penitipan anak
  6. Penjara
  7. Bangunan untuk orang jompo
  8. Pusat pembangkit listrik biasa
  9. Fasilitas penanganan air
  10. Fasilitas penanganan limbah
  11. Pusat telekomunikasi

Gedung dan non gedung yang tidak termasuk dalam kategori risiko IV, termasuk, tetapi tidak dibatasi untuk fasilitas manufaktur, proses, penanganan, penyimpanan, penggunaan atau tempat pembuangan bahan bakar berbahaya, bahan kimia berbahaya, limbah berbahaya, atau bahan yang mudah meledak) yang mengandung bahan beracun atau peledak di mana jumlah kandungan bahannya melebihi nilai batas yang disyaratkan oleh instansi yang berwenang dan cukup menimbulkan bahaya bagi masyarakat jika terjadi kebocoran.

Kategori 4

Gedung dan non gedung yg ditunjukkan sebagai fasilitas yang penting, termasuk, tetapi nir dibatasi buat:

  1. Bangunan-bangunan monumental
  2. Gedung sekolah dan fasilitas pendidikan
  3. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang memiliki fasilitas bedah dan unit gawat darurat
  4. Fasilitas pemadam kebakaran, ambulans, dan kantor polisi, serta garasi kendaraan darurat
  5. Tempat perlindungan terhadap gempa bumi, angin badai, dan tempat perlindungan darurat lainnya
  6. Fasilitas kesiapan darurat, komunikasi, pusat operasi dan fasilitas lainnya untuk tanggap darurat
  7. Pusat pembangkit energi dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan pada saat keadaan darurat
  8. Struktur tambahan (termasuk menara telekomunikasi, tangki penyimpanan bahan bakar, menara pendingin, struktur stasiun listrik, tangki air pemadam kebakaran atau struktur rumah atau struktur pendukung air atau material atau peralatan pemadam kebakaran ) yang disyaratkan untuk beroperasi pada saatkeadaan darurat Gedung dan non gedung yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi struktur bangunan lain yang masuk ke dalam kategori risiko IV.

Demikian pembahasan tentangKategori Risiko Bangunan dan Non Gedung untuk Beban Gempa. Untuk pembahasan yang lebih jelas bisa langsung baca SNI 1726:2012. Terima kasih.

Berlangganan update artikel modern via email:

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × 2 =