Artikel: Ketentuan Perhitungan Konstruksi Bangunan | HBS Blog

Posted on

Perhitungan konstruksi harus dilakukan secara keilmuan/ keahlian menggunakan teliti, & didasarkan atas keadaan yg paling tidak menguntungkan konstruksi, mengenai pembebanan, gaya-gaya yg bekerja dan tegangantegangan yg terjadi pada konstruksi.

Beban-beban yang perlu diperhatikan adalah beban-beban mangkat termasuk beban permanen dan berat sendiri, beban-beban bermanfaat, tekanan angin, gayagaya gempa bumi dan pula tekanan air, tekanan tanah, getaran-getaran & tumbukan-tumbukan yang mungkin muncul.

Untuk konstruksi-konstruksi sederhana yg bukan konstruksi beton atau baja, atas pertimbangan ketua Bagian Teknik nir disyaratkan adanya perhitu ngan- perhitungan konstruksi.

Konstruksi Atap

Secara generik konstruksi atap wajib berdasarkan atas perhitungan-perhitungan yg teliti & dapat dipertanggungjawabkan, kecuali buat konstruksi atap yang sederhana, tidak disyaratkan adanya perhitungan-perhitungan.

Bentuk atap yg biasa dipakai merupakan bentuk atap datar berdasarkan konstruksi beton bertulang & bidang atap yang miring berdasarkan genteng, sirap, seng gelombang atau asbes semen gelombang.

Atap yg rata datar, tidak mempunyai ruang udara penyekat panas, sinar matahari yang terus menyinari atap membuat ruang pada bawah atap terasa panas.

Untuk mengurangi panas, maka sebaiknya letak langit-langit agak diturunkan, sebagai akibatnya antara langit-langit dan atap beton membentuk ruang udara penyekat panas.

Pada bidang atap yang miring mendaki, paling poly memakai penutup genteng, lantaran cukup awet dan murah meskipun genteng bisa diresapi air dan kotoran, sehingga warnanya cepat berubah sebagai hitam.

Penutup atap genteng susunannya tidak dapat kedap sekali, maka air & debu dapat merembes masuk, terutama ketika hujan disertai angin, buat menghindari masuknya air hujan terhembus angin, maka kemiringan atap genteng dibentuk cukup curam, yaitu sudutnya antara 35-60 derajat sehingga air hujan dapat cepat mengalir ke bawah.

Penutup atap berdasarkan sirap atau asbes semen gelombang, selain lebih ringan, jua susunannya lebih kedap dan rata, maka air hujan tak gampang merembes meskipun dihembus angin, sebagai akibatnya kemiringan atap sirap atau asbes semen gelombang bisa kurang dari 35 derajat, sudut terlandai bisa 5 derajat, tetapi usahakan sudut kemiringannya pada antara 15 hingga 90 derajat, sudut tegak 90 derajat biasa digunakan buat list plank penutup sisi.

Karena rapatnya epilog atap berdasarkan seng gelombang atau asbes semen gelombang, maka tekanan angin dalam muka atap ini lebih besar dibanding atap genteng, sehingga atap seng gelombang atau asbes semen gelombang usahakan dibuat dengan sudut miring yang kecll (landai), dan terutama digunakan untuk pembuatan penutup atap bangunan-bangunan akbar menggunakan muka bidang atap yg luas & terletak di daerah yg poly angin, misalnya untuk pabrik-pabrik atau gudang-gudang pada lapangan luas, hanggarhanggar pesawat pada lapangan terbang dan gudang-gudang di pelabuhan bahari.

Bentuk dari bidang atap yang miring terdapat beberapa macam, namun yang biasa digunakan buat perumahan adalah:

a)   Bentuk atap joglo, yang mencerminkan bentuk bangunan Jawa klasik.

b)   Bentuk atap pelana atau zadeldak, karena konstruksinya yang sederhana, maka banyak digunakan pada perumahan umum (public housing).

c)   Bentuk atap limasan atau Schilddak, bentuknya lebih rajin, sehingga banyak digunakan untuk perumahan baru yang modern.

d)   Bentuk atap sengkuap atau sisir pisang (lessenaardak), biasa untuk membuat ruangan kecil di sisi tembok yang tinggi, dan digunakan sebagai rumah samping.

e)   Bentuk atap gerigi gergaji atau zaagdak, terutama digunakan untuk pabrik-pabrik, dengan gerigi diarahkan ke selatan, agar dapat menerima cahaya penerangan dan menghindarkan masuknya panas sinar matahari.

Seluruh berat atap dipikul sang kuda-kuda, melalui konstruksi yg tersusun dari reng-reng, usuk-usuk (kasau-kasau) dan gording-gording. Pada tembok, buat meratakan tekanan usuk dan mengikat kedudukan usuk, maka pada muka atas tembok dipasangkan balok tembok/blandar (muurplaat).

Ukuran kayu yg umum digunakan adalah:

a)   Reng, ukuran 2 x 3 cm, jarak pemasangannya disesuaikan dengan besar kecil genteng atau sirap yang digunakan.

b)   Usuk (kasau), ukuran 4 x 6 cm atau 5 x 7 cm, jarak antara usuk-usuk ialah 50 cm.

c)   Gording, ukuran 8 x 12 cm atau 8 x 16 cm, jarak antara masing-masing gording ialah 2,50 – 3 m.

d)   Balok tembok, ukuran 8 x 10 cm atau 8 x 12 cm.

Dengan adanya beragam bentuk atap, aneka macam kemiringan bidang atap dan banyak sekali jenis penutup atap menggunakan berat yang tidak sinkron, jua mengingat akbar kecilnya bentang berdasarkan ruangan, maka terdapat juga aneka macam bentuk konstruksi kuda-kuda.

Langit-Langit (Celing)

Di bawah kuda-kuda dipasang epilog yang diklaim langit-langit, & umumnya terbuat berdasarkan bahan-bahan:

a)   Pelat asbes semen rata setebal 3,2-4 mm, ukuran yang banyak_digunakan ialah 1 x 1 meter. Kebaikan langit-langit dari pelat asbes semen rata ialah murah dan awet, tetesan air dari kebocoran atap tidak mempengaruhi, juga tidak dapat terbakar.

b)   Kepang bambu kulitan, untuk digunakan penutup langit-langit biasa dibuat lebih halus dan rapat, meskipun harganya lebih murah, tapi kurang awet, langit-langit kepang bila sudah agak lama akan menjadi cembung dan tidak rata lagi, sehingga tampak kurang rajin.

Pada langit-langit kepang bambu, tidak boleh dilabur menggunakan kapur, karena serpih-serpih kapur gampang jatuh dah bisa mengganggu kesehatan.

c)   Papan kayu atau papan triplex dan lain sebagainya.

Tujuan pemasangan langit-langit artinya:

a)   Untuk menutupi seluruh konstruksi atap dan kuda-kuda penyangganya, agar tidak terlihat dari bawah, sehingga ruangan akan terlihat bersih dan indah.

b)   Untuk menahan jatuhnya debu dan kotoran lain, juga menahan tetesan air hujan yang merembes melalui celah-celah atap.

c)   Untuk membuat ruang antara yang berguna sebagai penyekat panas, sehingga panas atap tidak mudah menjalar ke dalam ruangan di bawahnya.

Dinding

Dinding-dinding wajib tegak lurus benar , supaya dapat memikul berat sendiri, beban tekanan angin & jika sebagai dinding pemikul, wajib juga bisa memikul beban-beban di atasnya.

Dinding-dinding harus terpisah dari pondasi oleh suatu lapisan rapat air (cement-raam atau trasraam) sekurang-kurangnya 15 centimeter pada bawah bagian atas tanah sampai 20 centimeter di atas lantai bangunan supaya air tanah nir bisa meresap naik ke atas, sebagai akibatnya dinding tembok terhindar dari basah & lembab, & tampak bersih nir berlumut.

Dinding-dinding pada kamar mandi dan kakus, dengan tinggi sekurang-kurangnya 1,50 m pada atas permukaan lantai wajib kedap air. Dinding bangunan biasa dibentuk menurut batu bata, batu cetak tras/kapur dan batu alam.

Pada dinding ringan buat penyekat ruangan, dapat dipakai kayu, papan triplex atau asbes semen.

Dinding pasangan batu bata adalah’yg terbanyak digunakan, tetapi batu bata pada lndonesia sifatnya kurang keras dan rapat, jika dibanding dengan batu bata yang dibuat di Eropa, hal ini disebabkan oleh bahan dasar & cara membakar dalam pembuatan batu bata masih sangat sederhana; sang karenanya, buat menambah keawetan terhadap pengaruh iklim dan memperkuat ikatan, maka pasangan dinding batu bata selalu diplester dalam kedua sisinya.

Batu bata yg bentuknya teratur, lebih mudah dipasang sebagai dinding tembok daripada batu alam/orisinil, pasangan batu bata buat dinding-dinding luar pada bangunan nir bertingkat, & dinding dalam pembagi ruangan, bisa digunakan pasangan batu bata 1/2 batu, tetapi karena dinding-dinding tipis terlalu lemah buat menunda gaya tekan vertikal & gaya horisontal/gaya gempa, maka buat memperkuat berdirinya tembok 1/2 batu.

Harus digunakan rangka pengkaku yang terdiri pilaster-pilaster atau kolom dan balok beton bertulang setiap luas tembok 12 m2, ukuran tebal kolom dan balok beton itu diambil sama dengan tebal tembok, agar tembok tampak rata dan bersih, dan kolom-kolom beton selalu dipasang di sudut-sudut, pertemuan dan persilangan dinding, dan pada jarak antara kira-kira 3 m, balok-balok beton horisontal sekeliling bangunan dipasang setiap jarak tinggi kira-kira 3 m.

Lubang jendela dan pintu pada dinding, bila lebar lubang kurang menurut 1 m, dapat diberi pasangan batu bata tersusun tegak (roolag) pada atas lubang, jika lebar lubang lebih berdasarkan 1 m, di atas lubang wajib dipasang balok latei menurut beton bertulang, baja atau kayu yg awet.

Spesi yg biasa digunakan buat pasangan dan plesteran tembok batu bata merupakan:

a)   Untuk pekerjaan tidak rapat air:

–        1 kapur : 1 semen merah : 2 pasir

–        1 semen Portland : 4 pasir.

b)   Untuk pekerjaan rapat air:

–        1 semen portland : 2 pasir.

–        Dan tiap hari hanya dipasang batu bata setinggi 1 m.

Lantai

Lantai-lantai wajib cukup kuat menunda Seban-beban pada atasnya, & bahan lantai digunakan ubin, beton dan kayu.

Lantai dari ubin adalah yg terbanyak dipakai pada bangunan perumahan, ini disebabkan faktor-faktor:

a)   Lantai ubin murah dan tahan lama.

b)   Lantai ubin dapat mudah dibersihkan dengan air, tanpa merusak bahannya.

c)   Lantai ubin tidak dapat dirusak oleh rayap.

Lantai ubin yang biasa dipakai pada bangunan perumahan artinya ubin batu alam & ubin semen portland atau terrazzo. Ubin batu alam yg populer merupakan berdasarkan batuan trachite berwarna kelabu pasir berdasarkan wilayah Cirebon, dan ubin batu gunung atau batuan andesit yg berwarna kelabu-biru; ubin-ubin ini permukaannya datar namun kasar, biasa digunakan dalam gudang, garasi, terras & ruangan yang nir penting.

Ubin semen Portland atau terrazzo merupakan ubin batu protesis, ukurannya biasa 15 x 15 centimeter, 20 x 20 cm menggunakan tebal2 cm & 30 x 30 centimeter dengan tebal 2,5 centimeter, permukaan halus, rata dan datar, kecuali buat ruang mandi, kakus, terras dan emper yang tak jarang tersiram air, agar tidak licin digunakan ubin-ubin menggunakan permukaan beralur atau ubin-ubin wafel.

Lantai ubin dipasang eksklusif pada atas dasar pasir higienis, lapis pasir ini sedikitnya tebal 20 cm pada atas muka tanah yg sudah dipadatkan, & lapis pasir sendiri jua harus dipadatkan dengan disiram air dan ditumbuk hingga padat betul, lantai ubin dalam bangunan perumahan biasa, dipasang menggunakan mortel tersusun dari 1 kapur : 3 pasir atau 1 semen portland : 3 pasir, buat memasang ubin (tegel), tidak boleh menggunakan mortel dengan semen merah.

Pekerjaan lantai baru dilaksanakan selesainya pekerjaan-pekerjaan atap, langit-langit dan tembok terselesaikan, pula pipa-pipa saluran air atau gas dan lainlain sudah terpasang.

Pondasi Bangunan

Pondasi bangunan penting/berat, wajib diletakkan dalam dasar tanah yang cukup bertenaga menahannya; untuk tujuan itu dilakukan penyelidikan tanah, guna memilih dalamnya tanah padat menggunakan daya dukung yang relatif akbar, sebagai akibatnya mengklaim kekokohan landasan pondasi bangunan.

Pondasi bangunan harus diperhitungkan dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban-beban berguna dan gaya-gaya luar, seperti tekanan angin, gempa bumi dan lain-lain, dan tidak boleh terjadi penurunan pondasi setempat ataupun penurunan pondasi yang merata lebih dari batas-batas tertentu, yaitu:

Jenis bangunan Penurunan maximum
Bangunan umum 2,54 cm
Bangunan pabrik 3,81 cm
Gudang 5,08 cm
Pondasi mesin-mesin 0,05 cm

Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan & keadaan tanah bangunan, sedang dalamnya pondasi dipengaruhi sang letaknya tanah padat yg mendukung pondasi.

Pondasi dalam tanah bangunan yang miring lebih menurut 10 %, maka pondasi bangunan harus dibentuk rata atau adalah tangga menggunakan permukaan dan bawah pondasi mendatar, karena jika pondasi dibuat melereng mengikuti miring tanah bangunan, maka masih ada bahaya pondasi akan tergeser sang tekanan bangunan.

Pondasi yg terbanyak dipakai untuk bangunan perumahan adalah pondasi eksklusif, buat bangunan besar /berat atau apabila letak tanah padat sangat pada, dipakai pondasi tiang. Pondasi langsung atau pondasi dangkal (shallow foundation), dipakai jika lapisan tanah padat dengan daya dukung yang relatif akbar, letaknya tidak dalam.

Dasar pondasi pribadi selain wajib terletak pada atas tanah padat, jua wajib terletak pada bawah lapisan-lapisan tanah yang masih dipengaruhi oleh iklim, diantaranya gerusan erosi, susut muai atau retak-retak pada tanah liat di musim kering. Lantaran itu kedalaman dasar pondasi minimal 0,80 m sampai 1 m di bawah permukaan tanah.

Pondasi pribadi dapat dibuat menurut pasangan batu kali atau batu bata, beton/beton bertulang, tetapi yang terbanyak digunakan adalah batu kali, lantaran pasangan batu kali murah, awet & daya dukungnya besar , & buat pondasi dinding, ukuran lebar zenit pondasi wajib sekurang-kurangnya lima cm lebih tebal dari dindingnya.

Pondasi tiang dianggap pondasi pada (deep foundation), digunakan bila lapisan tanah menggunakan daya dukung yang cukup kuat, terletak jauh di bawah permukaan tanah. Pondasi tiang dapat dibuat menurut tiang-tiang kayu, baja, beton bertulang atau beton pratekan, ukuran panjang tiang nir boleh lebih dari 45 kali diameternya, dan beban tiang-tiang tidak boleh melebihi daya dukungnya.

Bila digunakan tiang-tiang pancang, maka kepala & ujung tiang harus dijaga jangan sampai rusak sang pekerjaan pemancangan. Jika digunakan tiang-tiang berdasarkan beton bertulang atau beton pratekan yang tidak dicor di tempat, maka tiang-tiang ini harus relatif bertenaga juga buat diangkut dan dikerjakan.

Dalam pelaksanaan pondasi bangunan, lapisan humus harus dikeruk dulu dari tempat bangunan, bila keadaan tanah dasar masih jelek, dengan daya dukung tanah kurang dari 0,5 kg/cm2, maka galian pondasi diteruskan sampai mencapai kedalaman tanah yang cukup kuat, dengan daya dukung lebih dari 0,5 kg/cm2.

Tetapi kota-kota besar pada lndonesia poly terletak di tepi pantai atau sungai, dengan tanahnya terdiri dari lempung, lumpur dan pasir halus atau campurannya yg tidak padat, sebagai akibatnya lapisan tanah keras hanya didapat jauh pada bawah bagian atas tanah.

Gravatar Image
Saya Seorang Penulis Freelancer , menulis di beberapa media digital/web besar di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − one =