Artikel: Keunggulan dan Kelemahan Angkutan Kereta Api | HBS Blog

  • 3 min read
  • Mei 05, 2021

Gambar 1

Sumber : Google.Com

KEUNGGULAN ANGKUTAN KA :

1. Moda angkutan jalan rel merupakan tipe moda angkutan yang memungkinkan jangkauan pelayanan orang/barang pada jarak pendek, sedang & jauh dengan kapasitas yang akbar (angkutan massal), tergantung pada keadaan topografi wilayah yang memungkinkan buat dilewati secara baik oleh kereta (Gambar dua).

Gambar 2

Sumber : Google.Com

dua. Pemakaian tenaga untuk transportasi menduduki peringkat tertinggi (40,58%) dibandingkan industri lainnya (Gambar tiga). Ini menempatkan taraf penggunaan BBM buat industri jasa sangat signifikan. Penghematan tenaga/BBM pada bidang industri jasa akan memberikan impak perekonomian yang cukup tinggi terhadap pemakaian tenaga nasional pada Indonesia. Angkutan kereta api memiliki potensi penggunaan energi/BBM yang nisbi kecil, seperti dalam Tabel 2.1, dihitung dalam pemindahan satu ton barang dengan perhitungan tenaga kuda. Terlihat bahwa kereta barah memiliki kebutuhan tenaga yg relatif kecil, bahkan dengan dikembangkan energi penggerak baterai berdasarkan sumber listrik memungkinkan penggunaan yg irit energi, terutama mengurangi penggunaan BBM. Efek dari penggunaan energi yg nisbi kecil jika dibandingkan menggunakan akbar kapasitas angkutnya yg bisa terlayani akan dapat memberikan kemungkinan porto produksi kegiatan insan semakin mini . Gambar 4 menjelaskan perbandingan pemakaian BBM angkutan kereta barah & moda lainnya dengan parameter orang/liter BBM.

Gambar tiga

Sumber : Google.Com

Gambar 4

Sumber : Google.Com 3. Keselamatan perjalanan akan lebih baik dibandingkan moda lainnya, karena mempunyai jalur (track) dan fasilitas terminal tersendiri, sehingga tidak terpengaruh oleh kegiatan lalu lintas non kereta api yang menjadikan sangat kecil terjadinya konflik dengan moda lainnya

4. Keandalan ketika cukup tinggi, karena selain mempunyai jalur tersendiri, kecepatan nisbi lebih konstan, sehingga kemudahan pada pengaturan & risiko keterlambatan kecil & tidak terlalu ditentukan sang cuaca.

Lima. Tingkat keandalan keselamatan bepergian nisbi tinggi, dapat menjadi angkutan wisata pada tempat pariwisata (tourism trip).

6. Perkeretaapian merupakan angkutan yang ramah lingkungan, dengan emisi gas buang kecil & pengembangan teknologi kereta berbasis energi listrik, memungkinkan menjadi moda angkutan yang sanggup menjawab perkara lingkungan hidup insan pada masa tiba.

7. Dapat dipergunakan menjadi pelayanan aktivitas khusus, lantaran daya angkut besar , & memiliki jalur sendiri, sebagai akibatnya perjalanan suatu aktivitas spesifik dilaksanakan tanpa banyak menaruh dampak sosial. (contohnya, buat Hankam, Pengiriman Sembako, Layanan Bahan Pabrik, dll.)

8. Kecepatan perjalanan KA bervariasi, berdasarkan kecepatan rendah sampai tinggi, misalnya dari KA berbasis batu bara menggunakan kecepatan 40-60 km/jam hingga KA Levitasi Magnetik dengan kecepatan 400-600 km/jam.

9. Mempunyai aksebilitas yang lebih baik dibandingkan angkutan air & udara.

10. Biaya total variabel (porto operasionalnya) perhitungan per hari relatif tinggi, namun biaya variabel pada per ton tiap km sangat rendah (lantaran kapasitas angkut besar ) dibandingkan dari perkembangan moda. Keuntungan lainnya :

  • Memberikan pelayanan yang cepat
  • Barang-barang yang banyak dapat diangkut
  • Menawarkan akses yang baik sepanjang jalur itu. Rel KA dapat berfungsi sebagai magnet industri
  • Merupakan tipe transportasi yang bersih (relatif) Cocok untuk pengangkutan penumpang, murah, nyaman, aman, khususnya untuk jarak < 500 km

KEKURANGAN ANGKUTAN KA :

Meskipun demikian, menurut beberapa keunggulan pada atas masih terdapat aspek kelemahan angkutan perkeretaapian terutama dalam aspek operasinya. Tabel pada bawah menyebutkan beberapa aspek kelemahan pengoperasian moda angkutan kereta barah terhadap angkutan lainnya, disamping itu masih terlihat beberapa aspek yg unggul misalnya penentuan tarif & penguasaan terminal.

Sumber : Google.Com

1. Memerlukan fasilitas infrastruktur khusus yang tidak bisa digunakan oleh moda angkutan lain, sebagai konsekuensinya perlu penyediaan indera angkut yg khusus (lokomotif & gerbong).

2. Investasi yg dikeluarkan tinggi lantaran KA memerlukan wahana spesifik.

Tiga. Pelayanan jasa orang/barang hanya terbatas dalam jalurnya (tidak door to door).

4. Teknologi wahana tinggi, sehingga tidak langsung bisa diterapkan dalam jalur yang telah terdapat.

Lima. Bila ada hambatan (kecelakaan) pada jalur tadi, maka tidak bisa segera dialihkan ke jalur lainnya.

6. Dapat merusak perkembangan fisik kota, persilangan KA dan jalan raya dibatasi.

Kekurangan lainnya :

a. Biaya operasional & pemeliharaan tinggi

b. Untuk jarak yg dekat, biayanya tinggi

c. Pelayanan nir fleksibel karena jalurnya nir mudah dialihkan. Kalau akan mengubah jalur wajib melalui stasiun

d. Rutenya tidak mudah dipindah misal harus memutar

e. Tidak dapat mengakomodasi muatan yg tidak pantas.

F. Jalur yang telah lama menaruh beban keruangan yg sangat besar

g. Mengganggu jenis transportasi yg lain misal jalan raya

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =