Artikel: Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah | HBS Blog

  • 1 min read
  • Mei 05, 2017

Suatu bangunan gedung dapat memiliki lebih dari satu fungsi atau kombinasi fungsi dalam bangunan gedung, misalnya kombinasi fungsi hunian dan fungsi usaha, seperti bangunan gedung rumah-toko (ruko), rumah-kantor (rukan), apartemen-mal, dan hotel-mal, atau kombinasi fungsi-fungsi usaha, seperti bangunan gedung kantor-toko dan  hotel atau mal.

Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Agar pemenuhan persyaratan teknis setiap fungsi bangunan gedung lebih efektif & efisien, fungsi bangunan gedung tersebut diklsifikasikan menurut taraf kompleksitas, taraf permanensi, tingkat resiko kebakaran, zonasi gempa, lokasi, ketinggian, dan kepemilikan. Pengklasifikasian bangunan gedung ini diatur pada Pasal lima Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung.

Tabel Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah

KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG

Tingkat Kompleksitas

Sederhana

karakter, kompleksitas dan teknologi sederhana

Tidak Sederhana

karakter, kompleksitas dan teknologi tidak sederhana

Khusus

penggunaan dan persyaratan khusus

Tingkat Permanensi

Permanen

umur layanan di atas 20 tahun

Semi Permanen

umur layanan 5 s/d 10 tahun

Darurat / Sementara

umur layanan s/d 5 tahun

Tingkat Resiko Kebakaran

Resiko kebakaran tinggi

mudah terbakarnya tinggi

Resiko kebakaran sedang

mudah terbakarnya sedang

Resiko kebakaran rendah

mudah terbakarnya rendah

Zonasi Gempa

Zona 1

daerah sangat aktif

Zona 2

daerah aktif

Zona 3

daerah lipatan dengan retakan

Zona 4

daerah lipatan tanpa retakan

Zona 5

daerah gempa kecil

Zona 6

daerah stabil

Lokasi

Lokasi Padat

di pusat kota

Lokasi Sedang

di daerah pemukiman

Lokasi Renggang

di daerah pinggiran kota

Ketinggian

Bertingkat Tinggi

lebih dari 8 lantai

Bertingkat Sedang

5 s/d 8 lantai

Bertingkat Rendah

s/d 4 lantai

Kepemilikan

Milik Negara

Milik Badan Usaha

Milik Perorangan

Fungsi & Klasifikasi bangunan gedung wajib sinkron dengan peruntukan lokasi yg diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota, Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP), &/atau Rencana Tata Bangunan & Lingkungan (RTBL). Fungsi & Klasifikasi bangunan gedung diusulkan oleh pemilik bangunan dalam pengajuan permohonan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dengan memperhatikan pembagian terstruktur mengenai bangunan di atas dibutuhkan rakyat lebih peduli dengan resiko-resiko pada pembangunan sehingga meminimalisasi nomor kecelakaan pada penggunaan bangunan. Semoga artikel ini bermanfaat & menambah wawasan bagi pembaca.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × four =