Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Klasifikasi Diesel dan Gasoline Engine dan Prinsip Kerja Engine | HBS Blog

  • Share

Lebih lanjut mengenai artikel ruang sipil yg herbi indera berat, kali ini kami akan membahas Klasifikasi Engine & Prinsip Kerja Engine itu sendiri. Untuk artikel terkait engine, telah pernah kami bahas penjabaran ruang bakar dan jua pengenal alat berat yaitu di artikel ini dia.

Cek satu daftar artikel pengenalan indera berat:

  • Pengenalan Alat Berat Wheel Loader
  • Pengenalan Alat Berat Motor Grader
  • Pengenalan Alat Berat Dump Truck
  • Pengenalan Alat Berat Forklift
  • Pengenalan Alat Berat Hydraulic Excavator
  • Pengenalan Alat Berat Buldozer
Klasifikasi Engine

Klasifikasi Engine.

Klasifikasi Engine

Diesel engine merupakan salah satu tipe dari internal combustion engine (motor bakar dalam). Internal combustion engine (motor bakar dalam) merubah energi panas yang dibangkitkan dari hasil pembakaran fuel menjadi energi mekanik. Combustion engine (motor bakar) dapat diklasifikasikan menjadi internal combustion engine (motor bakar dalam) dan external combustion engine (motor bakar luar).

Combustion engine

Combustion engine.

Combustion engine dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Diesel Engine dan Gasoline Engine.

Klasifikasi Diesel Engine dan Gasoline Engine

Diesel Engine

Pada diesel engine udara yg terhisap ke dalam ruang bakar dikompresi sebagai akibatnya mencapai tekanan & temperatur yg tinggi. Bahan bakar (fuel) diinjeksikan & dikabutkan ke pada ruang bakar sehingga terjadi pembakaran.

Prinsip Kerja Diesel Engine

Gasoline Engine

Pada gasoline engine dilengkapi dengan karburator menjadi loka pencampuran udara & bahan bakar. Campuran udara & bahan bakar dihisap ke pada ruang bakar dan dikompresikan hingga mencapai tekanan dan temperatur tertentu. Pada akhir langkah kompresi, busi memercikkan api sebagai akibatnya terjadi pembakaran.

Prinsip Kerja Gasoline Engine

Perbedaan Diesel Engine dan Gasoline Engine

Perbedaan Diesel Engine dan Gasoline Engine

Selain disparitas diatas, pada bawah ini dijelaskan mengenai laba & kerugian diesel engine.

Keuntungan Diesel Engine

  • Biaya pengoperasian lebih ekonomis karena harga bahan bakar lebih murah.
  • Thermal efficiency tinggi (motor bensin adalah 20-30% dan motor diesel adalah 30–35%).
  • Bahaya kebakaran lebih rendah karena titik nyala (flashing point) fuel relative lebih tinggi.
  • Tidak membutuhkan sistem penyalaan (ignition device) dan carburator.
  • Dapat menghasilkan tenaga yang besar pada putaran rendah.

Kerugian Diesel Engine

  • Berat output horse power lebih tinggi.
  • Getaran selama operasi lebih besar dan suara lebih berisik (noise) lebih besar.
  • Start lebih sulit.
  • Biaya pembuatan (manufacturing) lebih tinggi.

Engine 4 Langkah & Engine dua Langkah

Prinsip Kerja Engine 4 Langkah

Prinsip Kerja Engine 4 Langkah

Langkah hisap (intake stroke)

Piston berkiprah berdasarkan Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB). Intake valve terbuka dan exhaust valve tertutup, udara murni masuk ke pada silinder melalui intake valve.

Langkah kompresi (Compression stroke)

Udara yg berada pada dalam silinder dimampatkan sang piston yang bergerak dari Titik Mati

Bawah (TMB) ke Titik Mati Atas (TMA), dimana kedua valve intake dan exhaust tertutup.

Selama langkah ini tekanan naik 30-40 kg/cm2 dan temperatur udara naik 400-500 derajat celcius.

Langkah Kerja (power stroke)

Pada langkah ini, intake valve dan exhaust valve masih pada keadaan tertutup, partikel-partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh nozzle akan bercampur dengan udara yg mempunyai tekanan dan suhu tinggi, sehingga terjadilah pembakaran yang membentuk power/temaga. Akibat berdasarkan pembakaran tersebut, tekanan naik sebagai 80~110 kg/cm2 dan temperatur naik menjadi 600~900 0 C.

Langkah buang (exhaust stroke)

Exhaust valve mulai sesaat sebelum piston mencapai titik meninggal bawah sehingga gas pembakaran mulai keluar. Piston beranjak dari TMB ke TMA mendorong gas buang keluar seluruhnya.

Empat kali langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft membuat satu kali pembakaran.

Prinsip Kerja Engine dua Langkah

Prinsip Kerja Engine dua Langkah

Langkah piston ke atas (Upward stroke)

Piston berkecimpung ke atas berdasarkan TMB menuju TMA, campuran udara & bahan bakar masihmengalir ke pada silinder melalui saluran ( scavenging passage ). Sebaliknya gas hasilpembakaran secara terus menerus dikeluarkan hingga lubang exhaust tertutup. Saat lubangexhaust ditutup sang gerakan piston yang menuju TMA, adonan udara dan bahan bakarditekan, sehingga tekanan dan temperaturnya naik. Pada waktu itu, lubang intake terbukapada akhir langkah kompresi sebagai akibatnya udara segar terhisap masuk ke pada crank case.

Langkah piston ke bawah (Downward stroke)

Campuran udara dan bahan bakar yang dimampatkan diberi percikan bunga barah dari busiyang menyebakan terjadinya pembakaran sebagai akibatnya tekanan dan temperatur diruang bakarnaik. Dan piston terdorong kearah titik mati bawah. Pada akhir langkah piston, lubangexhaust terbuka & gas output pembakaran mulai keluar, lalu adonan bahan bakardan udara yang berada pada crankcase masuk ke pada silinder.

Dua kali langkah piston atau satu kali putaran crank shaft membentuk satu kali pembakaran.

Keuntungan & Kerugian Engine 4 Langkah

  • Keuntungan engine 4 langkah adalah:
  • Pembakaran lebih sempurna, sehingga lebih ramah lingkungan.
  • Penggunaan fuel lebih ekonomis, karena bahan bakar terbakar lebih sempurna.
  • Tekanan kompresi lebih tinggi.
  • Efisiensi engine (ratio fuel comsumption per output) lebih tinggi.

Kerugian engine 4 langkah adalah:

  • Ukuran dan berat lebih besar.
  • Harga lebih mahal.

Keuntungan & Kerugian Engine dua Langkah

Keuntungan engine 2 langkah merupakan:

  • Ukuran dan berat lebih kecil.
  • Dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar.
  • Harga lebih rendah karena tidak menggunakan valve dan struktur yang lebih sederhana.
  • Putaran lebih halus karena ukuran flywheel lebih kecil.

Kerugian engine 2 langkah merupakan:

  • Pembakaran tidak sempurna. Karena tidak menggunakan mekanisme valve maka gas hasilpembakaran tidak terbuang seluruhnya dan menyebabkan pembakaran tidak sempurna .
  • Penggunaan fuel tidak ekonomis karena sebagian campuran bahan bakar dan udara ikutkeluar bersama dengan gas buang (saat proses exhaust).
  • Tidak dapat menaikkan tekanan kompresi karena waktu yang diperlukan untuk langkahintake singkat sehingga jumlah campuran yang masuk sedikit.
  • Efisiensi engine (ratio fuel comsumption per output) lebih rendah dibandingkan denganengine 4 langkah.
  • Crank case harus rapat tidak boleh ada kebocoran udara.

Sekian dulu untuk pembahasan kita tentang Klasifikasi Diesel dan Gasoline Engine dan Prinsip Kerja Engine. Semoga membantu dalam menambah referensi sobat teknik sekalian. Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel modern via email:

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.