Artikel: KOMPOSISI DAN BAHAN DASAR GREASE SEBAGAI PELUMAS MESIN | HBS Blog

Posted on

Karena sebuah pelumas mesin merupakan suatu hal yang sangat penting untuk kondisi performa mesin beserta komponen – komponen mesin lainnya, maka pelumas mesin berupa grease atau gemuk perlu di design sedemikian rupa sehingga mampu mengondisikan atau membuat komponen mesin aman dari kerusakan.

Sedangkan kompisi pembuatan pelumas mesin berupa grease atau gemuk adalah sebagai berikut :

1) Base Oli.

Base Oli adalah oli dasar yang merupakan salah satu komposisi yang di gunakan untuk membuat grease atau gemuk.

Adapun jenis Bahan Oli Dasar tersebut adalah sebagai berikut :

  • Sintetis yaitu bahan dasar Oli atau base Oli yang di buat dari hasil gabungan antar beberapa bahan sehingga pelumas tersebut mempunyai kualitas yang tinggi.
  • Petroleum yaitu Base Oli atau bahan dasar oli yang terbuat dari hasil sulingan minyak bumi.
  • Hewani atau Nabati yaitu Base Oli atau Bahan Dasar Oli yang terbuat dari unsur minyak binatang atau tumbuh – tumbuhan.

2) Zat Additive.

Zat Additive merupakan zat tambahan yang mempunyai fungsi sebagai berikut :

  • Untuk menambah daya fungsi dari base oli.
  • Untuk melindungi peralatan atau mesin dari zat tertentu yang bisa merusak permukaan logam dari benda kerja atau komponen mesin.
  • Untuk melindungi produk dari perubahan kimia.

Sedangkan zat additive tersebut mempunyai sifat seperti berikut :

  • Cocok dengan additive yang lain apabila di satukan.
  • Mempunyai daya stabilitas yang tinggi.
  • Tidak dapat atau susah bereaksi dengan air.
  • Mampu memberi warna yang sesuai dan cocok.
  • Dapat bercampur dengan base oli.

Adapun beberapa contoh tugas sebagai zat additive pada pelumas adalah sebagai berikut :

  • Menetralkan asam sebagai akibat dari oksidasi.
  • Mampu menghilangkan karat karena air dan uap.
  • Melindungi terhadap serangan kimia pada permukaan logam.
  • Menghindari terjadinya busa
  • Mampu menghilangkan bau yang tidak sedap.
  • Bisa membersihkan permukaan logam serta kotoran – kotoran yang ada.
  • Mampu menambah kekuatan lapisan pelumas dan kapasitas menahan beban.
  • Memberikan perlindungan terhadap permukaan logam yang bergerak dan berputar.
  • Menambah kelebihan fungsi dari pelumas dan  mengurangi kotoran pada permukaan benda logam.
  • Menurunkan tingkat perubahan kekentalan dengan terjadinya perubahan suhu.

Penebal merupakan zat – zat yang membuat susunan bahan – bahan komposisi grease menjadi menebal atau memadat.

Adapun yang termasuk zat penebal tersebut adalah sebagai berikut :

  • Dari jenis sabun atau soap seperti zat Lithium, Calcium, Sodium, Barium, Alumunium.
  • Dari jenis non sabun seperti Carbon Black, Polyethylene, Poly Urea, Colloidal Silica.

4) Bahan Pengisi atau Filler.

Selain 3 unsur yang di atas, grease atau gemuk di buat dengan melibatkan bahan pengisi seperti Nylon, Tantalum, PTFE, Graphite, Tungsten, dan lain – lainnya.

Demikianbeberapa unsur komposisi dan bahan dasar di dalam pembuatan grease sebagai pelumas mesin di pabrik industri.

Sedangkan grease itu sendiri mempunyai spesifikasi sebagai berikut :

  •  Mempunyai warna tertentu sesuai kebutuhan atau kehendak.
  • Mempunyai daya tahan terhadap air.
  • Grease atau gemuk mempunyai daya kestabilan di saat di pengaruhi oleh oksigen atau udara.
  • Mempunyai dropping point yaitu meleleh pada suhu tertentu.

Pada dasarnya grease atau gemuk merupakan salah satu pelumas mesin yang di gunakan oleh pabrik industri untuk menjaga agar komponen mesin produksi aman dari kerusakan yang fatal karena di sebabkan oleh keausan.

Keausan pada benda kerja atau komponen mesin bisa terjadi karena benda kerja tersebut terjadi gesekan atau persinggungan dengan benda kerja lainnya. Maka dari itu di titik inilah sebuah pelumas mesin berupa grease atau gemuk hadir untuk membentuk film oli di antara benda kerja yang bergerak atau berputar supaya antar dua benda yang bergerak tersebut tidak langsung bersinggungan atau bergesekan.

Adapun cara preventive di dalam melakukan penanganan kondisi pelumasan yang menggunakan grease atau gemuk pada mesin produksi adalah sebagai berikut :

  • Selalu pastikan dengan mengecheck visual bahwa kondisi spare pelumas mesin atau grease stand by dan siap di pakai setiap saat.
  • Pastikan kondisi volume pelumas mesin berupa grease yang ada pada komponen mesin.
  • Gantilah dengan pelumas yang baru apabila kondisi grease pada komponen mesin sudah berubah warna dan meleleh akibat putaran mesin karena viscositas grease sudah menurun.
  • Pastikan grease yang ada pada komponen mesin bisa bersirkulasi atau grease yang lama dapat terbuang dengan grease yang baru.
  • Gunakan viscositas jenis grease sesuai dengan kondisi beban kerja mesin.

Demikian sedikit ulasan tentang Komposisi dan Bahan Dasar Grease Sebagai Pelumas Mesin di pabrik industri.

Gravatar Image
Saya Seorang Penulis Freelancer , menulis di beberapa media digital/web besar di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =