Artikel: KOPLING RUBBER MOUNTING DAN BAGIAN BAGIANNYA DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

Posted on 1 views

Bagi yang setiap hari bergelut dengan dunia pabrik industri, khususnya bagi mereka yang terjun di profesi teknisi mekanik, pasti  akan mengetahui dan mengerti tentang kopling beserta jenis – jenisnya.

Adapun beberapa jenis dan macam kopling yang di gunakan pada mesin produksi di sebuah pabrik industri adalah sebagai berikut :

  • Jenis kopling Rubber Mounting yaitu jenis kopling yang menggunakan rubber mounting sebagai penghubung antara shaft motor penggerak dengan benda  kerja yang di gerakkan.
  • Jenis kopling SF falk yaitu jenis kopling yang menggunakan model Spring dan flange gear sebagai penghubung antara shaft motor penggerak dengan shaft benda kerja yang di gerakkan.
  • Jenis Kopling Plat yaitu jenis kopling yang menggunakan media lembaran plat stainless steel sebagai penghubung antara shaft motor penggerak dengan shaft benda kerja yang di gerakkan.
  • Jenis Kopling Gear  yaitu jenis kopling yang menggunakan shaft gear dan flange gear sebagai media penghubung antara shaft motor penggerak dengan shaft benda kerja yang di gerakkan.
  • Jenis Kopling Chain yaitu jenis kopling yang menggunakan media chain dan shaft sprocket sebagai penghubung antara shaft motor penggerak dan shaft benda kerja yang di gerakkan.

Baca juga selengkapnya di Macam macam kopling di pabrik industri.

Mengapa setiap mesin yang bergerak harus menggunakan kopling sebagai penghubung antara motor penggerak dengan benda kerja yang akan di gerakkan…?

Berikut beberapa tujuan mengapa harus menggunakan kopling sebagai penghubung gerakkan antara motor penggerak dengan shaft benda kerja yang akan di gerakkan yaitu :

  • Kopling sebagai penerima beban putar pertama dari gerakkan motor penggerak sehingga beban gerak dari motor tidak sepenuhnya langsung di terima oleh shaft benda kerja yang di gerakkan. Dengan begitu kondisi shaft benda kerja atau mesin lebih awet dan aman dari kerusakan.
  • Kopling sebagai peredam gerak kejut awal dari motor penggerak sebelum gerakkan tersebut sampai ke shaft benda kerja sehingga mesin atau benda kerja lebih aman.
  • Kopling berfungsi sebagai penghubung gerakkan dari motor penggerak ke mesin atau benda kerja yang di gerakkan.

Dengan kondisi seperti itu secara otomatis kopling akan cenderung mengalami kerusakan terlebih dahulu sebelum merambat ke mesin atau benda kerja yang di gerakkan oleh motor penggerak, karena kopling merupakan penerima beban pertama dari beban putar dan gerak dari motor penggerak sebelum beban tersebut di teruskan ke benda kerja.

Dari sekian banyak jenis kopling yang di gunakan oleh mesin produksi di pabrik industri, di sini saya akan sedikit mengulas tentang Kopling jenis Rubber Mounting.

Berikut Bagian – bagian dari kopling jenis Rubber Mounting antara lain adalah :

1) SHAFT FLANGE.

Shaft flange merupakan bagian yang menempel atau mengikat pada shaft motor penggerak dan shaft flange satunya menempel atau mengikat pada shaft benda kerja.

Sedangkan bagian – bagian dari shaft flange adalah sebagai berikut :

  • Alur key way yang berfungsi sebagai alur dudukan key way shaft.
  • Ulir baut tanam yang berfungsi sebagai lubang dudukan baut tanam atau baut lock key way dan shaft motor penggerak dan shaft benda kerja.
  • Baut tanam atau baut lock yang berfungsi sebagai lock atau pengunci antara shaft flange kopling terhadap shaft motor penggerak dan shaft benda kerja yang di gerakkan.
  • Shaft yang berfungsi sebagai bagian yang mengikat pada shaft motor penggerak dan shaft benda kerja.
  • Flange yang berfungsi sebagai dudukan baut rubber mounting kopling.

Pemasangan shaft flange pada motor penggerak dan shaft benda kerja yang di gerakkan harus sejajar dan lurus sehingga pada awal pemasangan kedua flange tersebut harus melalui proses allighment.

Mengapa pemasangan shaft flange motor dengan shaft benda kerja harus level dan lurus..?

  • Agar tidak ada kerusakan fatal pada kedua shaft baik shaft motor penggerak dan shaft benda kerja yang di gerakkan pada saat berputar karena ke dua shaft tersebut tidak centre.
  • Agar tidak terjadi suara noise atau abnormal kondisi pada saat berputar dengan speed tinggi.
  • Agar tidak terjadi kerusakan fatal pada kopling, karena akan terjadi perputaran yang abnormal atau oleng.

Shaft flange pada jenis kopling rubber mounting ini mempunyai dua sisi yang berbeda yaitu satu sisi flange sebagai dudukan baut dan nut, sedang satu sisi shaft flange lainnya sebagai dudukan rubber mounting.

Rubber mounting merupakan part atau bagian pokok pada kopling jenis rubber mounting, karena tugas pokok dari rubber mounting adalah sebagai berikut :

  • Sebagai peredam getaran atau gerakkan awal yang di hasilkan dari motor penggerak sebelum gerakkan tersebut sampai ke benda kerja mesin yang di gerakkan.
  • Peredam suara abnormal pada gerakkan atau putaran kopling pada saat berputar.

Rubber mounting ini berbentuk bola yang mempunyai lubang diameter dalam yang berfungsi sebagai lubang tempat baut kopling, sedang diameter luar dari rubber mounting merupakan bagian yang bersinggungan dengan lubang yang ada pada flange kopling.

Sehingga dengan demikian, maka bagian diameter luar dari rubber mounting yang bersinggungan dengan lubang flange tersebutlah yang meredam gerakan dan getaran yang di hasilkan oleh putaran tinggi dari motor penggerak.

3) BAUT RUBBER MOUNTING.

Baut dan nut pada rubber mounting mempunyai tugas pokok sebagai pengikat rubber mounting pada shaft flange kopling.

Pada dasarnya baut kopling ini dibagai menjadi 2 bagian yaitu :

  • Pada bagian kepala baut sebagai dudukan rubber mounting.
  • Pada bagian ekor baut berbentuk ulir nut yang berfungsi sebagai dudukan nut lock atau pengunci baut rubber mounting.

Baut dan nut yang biasa di gunakan pada jenis kopling rubber mounting ini adalah baut dan nut jenis high pressure yaitu baut dan nut yang tahan terhadap daya putar dari motor penggerak sehingga baut tersebut tidak mudah patah pada saat running.

Sebagai seorang teknisi mekanik sudah selayaknya melakukan perawatan terhadap kopling jenis rubber mounting melalui inspeksi atau pengecheckan rutin 3 atau 4 bulan sekali setiap tahun.

Adapun hal – hal yang harus di lakukan di dalam pengecheckkan terhadap kopling jenis rubber mounting tersebut adalah sebagai berikut :

  • Pastikan lakukan pengecheckan terhadap kondisi Rubber kopling apakah terjadi keausan yang fatal atau tidak, jika terjadi keausan atau retak pada rubber kopling maka segera lakukan penggantian dengan part yang baru.
  • Lakukan pengecheckan terhadap kondisi fisik dari baut pengikat rubber mounting, apakah terjadi keausan pada kepala baut atau tidak.
  • Lakukan pengecheckan pada kondisi nut lock, apakah terjadi keausan pada ulir nut lock.
  • Lakukan pengecheckan pada kondisi flange kopling, apakah terjadi keausan pada lubang dudukan rubber mounting.
  • Lakukan pengecheckan pada shaft flange kopling, apakah terjadi kerusakan pada alur key way atau tidak.
  • Lakukan pengecheckan pada kondisi baut tanam shaft flange, apakah terjadi kendor atau tidak.
  • Lakukan pengecheckan pada kondisi key way shaft flange, apakah terjadi keausan atau tidak.

Demikian sedikit ulasan tentang Kopling Rubber Mounting dan bagian – bagiannya di pabrik industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.