Artikel: LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA | HBS Blog

Posted on 1 views

LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA

Landasan Historis

Bangsa Indonesia mengalami suatu proses sejarah yg relatif panjang menurut mulai zaman kerajaan kutai, Sriwijaya, Majapahit, & lain sebagainya sampai menggunakan zaman masa penjajahan berdasarkan mulai penjajahan Jepang hingga dengan zaman penjajahan Belanda. Sangat lama bangsa Indonesia berjuang buat dapat bebas merdeka dari para penjajahan-penjajah itu bahkan hingga beratus-ratus tahun lamanya hanya untuk menemukan jadi dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka, mandiri serta mempunyai suatu prinsip yang tersimpul dalam etos serta filsafat hidup berbangsa dan bernegara. Akhirnya setelah melalui proses yang sangat panjang bangsa Indonesia menemukan jati dirinya sebangai bangsa yg mempunyai cirri spesial , sifat, & karakter bangsa yg berbeda dengan bangsa yg lain, yg akhirnya sang para pendiri negara kita bisa menemukan suatu rumusan yg sederhana tetapi sangat mendalam yg meliputi lima prinsip/ lima sila yang diberi nama Pancasila yg dimana lima sila itu adalah.

Ketuhanan Yang Maha Esa

Kemanusiaan yang Adil & Beradab

Persatuan Indonesia

Kerakyatan yg dipimpin sang hikmat kebijaksanaan pada Permusayawaratan & Perwakilan

Keadilan sosial bagi semua warga Indonesia

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada zaman misalnya ini (masa reformasi) seharusnya bangsa Indonesia menjadi suatu bangsa harus memilika visi & pandangan hidup yang kuat supaya nir gampang tertinggal di tengah-tengah masyarakat internasional. Dengan istilah lain, bangsa Indonesia wajib memiliki rasa nasionalisme dan rasa kebangsaan yang tinggi. Hal ini dapat terealisasi bukan karena melalui suatu kekuasaan atau ideologi melainkan suatu pencerahan berbangsa & bernegara yg berlandaskan dalam sejarah bangsa Indonesia.

Jadi secara historis bahwa nilai-nilai yang terkandung pada setiap kalimat dari sila pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara Indonesia secara objektif historis sudah dimiliki sang bangsa Indonesia itu sendiri, sehingga dari dari nilai-nilai pancasila tersebut tidak jauh menurut konduite bangsa Indonesia itu sendiri, atau dengan istilah lain wangsit menurut pembuatan pancasila itu asal berdasarkan perilaku & perilaku menurut bangsa Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu dari berita secara pandangan historisnya kehidupan bangsa Indonesia nir bisa dipisahkan berdasarkan nilai-nilai yang terkandung pada pancasila. Maka atas dasar alasan historis inilah maka menjadi penerus bangsa Indonesia perlu mengkaji, tahu & mengusut menurut pendekatan ilmiah dengan istilah lain mahasiswa dapat mempunyai suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yg bertenaga berdasarkan nilai-nilai yg sudah dimilikinya sendiri.

Landasan Kultural

Setiap bangsa mempunyai cirri spesial dan pandangan hidup yg bhineka menggunakan bangsa lainnya. Negara komunisme & juga liberalism meletakkan dasar filsafat negaranya pada suatu konsep ideologi eksklusif tergantung dalam ideologi yg dianut pada negara tersebut.

Berbeda menggunakan bangsa yg lainnya, bangsa Indonesia mempunyai pandangan hidup yg dari pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam suatu asas cultural yg dimiliki & melekat pada bangsa itu sendiri.Pancasila bukan hanya adalah suatu karya konseptual seorang saja melainkan suatu karya yg diangkat dari nilai-nilai cultural yang ada atau dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri.

Satu-satunya karya terbesar bangsa Indonesia dimata internasional adalah hasil pemikiran mengenai bangsa & negara yg berdasar pada pandangan hidupsuatu prinsip nilai yang tertuang pada sila-sila pancasila.

Landasan Yudiris

Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional pada Pasal 1 ayat dua disebutkan bahwa sistem pendidikan nasional dari Pancasila. Hal ini menguatkan pandangan kita bahwa sesungguhnya Pancasila itu merupakan sumber hokum pendidikan nasional. Tetapi mata kuliah Pancasila nir dianggap dalam Undang-Undang Sisdiknas yang disebutkan dalam pasal 37 bahwa kurikulum pendidikan tinggi memuat: pendidikan kepercayaan , pendidikan kewarganegaraan, & pendidikan bahasa,

namun mata kuliah Pancasila adalah mata kuliah yang dapat mendidik warga  negara agar dapat memahami filsafat negaranya, nilai-nilai kebangsaan, serta kecintaannya terhadap tanah air. Selain itu landasan Pancasila berddasarkan yudiris yaitu SK Dirjen Dikti No. 43/DIKTI/KEP/2006  yang menjelaskan bahwa misi dari Pendidikan Pancasila adalah untuk menetapkan kepribadian kepada mahsiswa agar dapat mewujudkan nilai-nilai pancasila dan rasa kebangsaan terhadap tanah air.

Landasan Filosofis

Pancasila adalah sebuah dasar filsafat negara dan pandangan filosofis, oleh karena itu kita menjadi rakyat negara dapat secara konsisten merealisasikan nilai-nilai dalam pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini menurut dalam suatu kenyataan filosofis juga objektif bahwa bangsa Indonesia mendasarkan pada nilai-nilai yg tertuang dalam 5 sila pancasila yg memang secara filosofis merupakan filosofi bangsa sebelum pancasila itu sendiri dibuat.

Atas dasar pengertian filosofis bahwa nilai-nilai pancarila adalah dasar filsafat negara. Konsekuensinya dalam setiap aspek penyelenggaraan setiap warga negara wajib bersumber pada nilai-nilai pancasila termasuk juga peraturan perundang-undangan negara Indonesia.

TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Berdasarkan UU No. 20tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional dan juga yang terdapat di dalam Sk Dirjen Dikti. No.43/DIKTI/KEP/2006, menjelaskan bahwa tujuan materi Pancasila pada poin-poin Pendidikan kepribadian mengarah pada moral-moral yang nantinya akan terwujud dalam kehidupan sehari-hari, yakni perilaku yang mencerminkan pada keimanan dan ketakwaan setiap warga negara kepada Tuhan Yang Maha Esa dimana di dalam suatu negara terdapat berbagai macam agama yang dianut, beraneka ragam budaya, suku,dan kepribadian sehingga mahasiswa dapat memahami  maupun menerapkan nilai-nilai dasar dari Pancasila, rasa kebanggaan dan cinta pada tanah air dalam menguasai, menerapkan maupun mengembangkan ilmu pengetahuan , teknologi dan kesenian dengan penuh rasa tanggung jawab, beretika, dan bermoral.

Tujuan pendidikan bisa diartikan menjadi sebuah tindakan intelektual dengan penuh rasa tanggung jawab yang berorientasikan pada kompetisi pada bidangnya masing-masing sebagai akibatnya dapat terciptanya motivasi tersendiri buat mencapai sebuah keinginan yg dibutuhkan oleh mahasiswa. Kompetensi lulusan pendidikan Pancasila adalah sebuah tindakan intelektual yang penuh rasa tanggung jawab yang menjadikannya sebagai seorang warga negara yg dapat memecahkan banyak sekali perkara pada hidup, berbangsa dan bernegara dengan berlandaskan dalam nilai-nilai Pancasila yg telah terdapat sehingga mahasiswa dapat menjadi seseorang warga negara yang patuh terhadap peraturan yang sudah dibuat. Sifat intelektual tadi bisa tercermin pada kemahiran, ketepatan & keberhasilan pada bertindak, sedangkan sifat tanggung jawab dapat terlihat dari sebuah kebenaran tindakan yang ditilik menurut aspek iptek, etika maupun kepatutan agama dan kebudayaan.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan menurut menyelidiki pendidikan pancasila yaitu supaya mahasiswa dapat berperilaku :

Memiliki kemampuan buat merogoh sikap yg bisa bertanggung jawab sesuai menggunakan hati nuraninya.

Memiliki kemampuan untuk mengenali & memecahkan aneka macam kasus hidup dan kesejahteraan pada hayati berbangsa & bernegara.

Dapat mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan yang terjadi pada  ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, dan lain sebagainya.

Memiliki kemampuan yg dapat mamaknai proses dari insiden sejarah serta nilai-nilai budaya bangsa untuk melahirkan sebuah persatuan Indonesiayang kokoh.

Dengan adanya pendidikan Pancasila ini diharapkan setiap warga negara bisa memahami, menganalisis, dan menjawab persoalan-persoalan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini secara berkesinambungan & konsisten dari asa & tujuan bangsa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Prof.DR.Kaelan.M.S.2010.Pendidikan Pancasila.Yogyakarta:Paradigma.

Leave a Reply

Your email address will not be published.