Artikel: MACAM MACAM ALAT UKUR TEKNISI MEKANIK DI PABRIK INDUSTRI PART 1 | HBS Blog

  • 6 min read
  • Apr 29, 2021

Apakah sih yang pada sebut menggunakan indera ukur …?

Di global usaha misalnya pabrik industri pasti nir asing dengan yang namanya alat ukur, Karena hampir semua pabrik industri yg mempunnyai mesin – mesin produksi yg besar dan poly niscaya memiliki alat ukur

Di pabrik industri yang sering menggunakan alat ukur sebagai tool kerja atau alat kerja sehari – hari adalah section Teknisi Mekanik di Divisi Engineering, Teknisi atau operator mesin cutting tool work shop dan Section Laboratorium  di Divisi Quality Assurance.

Sedangkan Fungsi berdasarkan alat ukur tadi adalah sebagai indera bantu dalam pekerjaan atau aktifitas pekerja buat melakukan pengukuran dimensi benda kerja atau komponen mesin.

Di ulasan hari ini, penulis mencoba menghadirkan ulasan mengenai macam – macam indera ukur yang pada pakai oleh Teknisi Mekanik pada pabrik industri. Tetapi dalam dasarnya antara Teknisi Mekanik menggunakan Operator mesin cutting tool atau work shop merupakan menggunakan indera ukur yang sama.

Adapun macam – macam alat ukur yg pada pakai oleh seorang Teknisi Mekanik menjadi alat kerja adalah menjadi berikut :

1) Meteran.

Mungkin tidak asing untuk jenis alat ukur yang satu ini, karena hampir setiap orang mengenal dan mengerti tentang alat ukur meteran. Namun secara spesifik, alat ukur berupa meteran ini merupakan salah satu alat ukur yang di gunakan oleh seorang teknisi di dunia pabrik industri.

Adapun fungsi Alat ukur meteran buat Teknisi Mekanik merupakan menjadi berikut :

  • Sebagai alat ukur untuk mengukur sebuah dimensi benda kerja atau part mesin dari segi panjang, lebar dan tinggi.
  • Untuk mengukur kedalaman diameter atau lubang benda kerja atau part mesin produksi.
  • Untuk mengukur diameter luar dan diameter dalam dari benda kerja atau part mesin yang besar.

Bagian – bagian berdasarkan part meteran adalah sebgaai berikut :

  • Housing meteran, yang berfungsi sebagai rumah untuk plat meteran unit.
  • Lock knop, yang berfungsi sebagai pengunci plat meteran di saat kita melakukan pengukuran.
  • Plat angka indikator meter, yang berfungsi sebagai penunjuk angka jarak atau ukuran yang kita butuhkan pada saat mengukur benda kerja.
  • Head meteran, yang berfungsi sebagai batas maksimal pengukuran pada benda kerja atau part mesin.
  • Hanging atau cantolan, yang berfungsi sebagai tempat dudukan meteran unit.

2) Fuller Gauge.

Untuk dimensi berukuran fuller gauge unit bermacam – macam tergantung kebutuhan pemakaian di area mesin produksi.

Sedangkan fungsi menurut indera ukur fuller gauge unit merupakan menjadi berikut :

  • Untuk mengukur clearance atau celah atau pula bisa di katakan gap sebuah part mesin produksi.

Berikut contoh benda kerja atau part mesin produksi yg di ukur dengan memakai fuller gauge unit merupakan sebagai berikut :

  • Celah atau clearance antara body screw dengan casingnya.
  • Celah atau gap antara Roll calender yang satu dengan roll calender yang lain.
  • Celah atau clearance antara Shaft Roll dengan bushingnya.
  • Celah persinggungan antara Gigi gear satu dengan gigi gear lainnya.

Menggunakan alat ukur berupa fuller gauge mempunyai maksud & tujuan buat Memastikan berapa ukuran akbar dalam celah antar benda kerja tadi, Sehingga :

  • Kita bisa membuat patokan bahwa quality dari part mesin tersebut apakah masih masuk di toleransi pemakaian atau tidak.
  • Untuk membuat settingan clerance atau gap yang sama antara sisi satu dengan sisi lainnya pada part mesin sesuai settingan standart spec.
  • Untuk Mengetahui kondisi seberapa besar clearance atau celah keausan yang terjadi pada part mesin.

Adapun bagian – bagian berdasarkan part fuller gauge merupakan menjadi berikut :

  • Housing Fuller Gauge, yang berfungsi sebagai tempat tersimpanya plat – plat fuller gauge.
  • Plat Fuller gauge, yang berfungsi sebagai plat pengukur clearance atau gap yang kita butuhkan.
  • Lock Housing, yang berfungsi sebagai lock unit agar plat – plat gauge tidak tercecer atau lepas dari housing.

3) Skitmat atau Jangka Sorong atau Kaliper.

Jangka Sorong adalah sebuah alat ukur yg mempunyai tiga fungsi yang di satukan pada pada satu benda unit yaitu :

  • Untuk mengukur diameter luar dan ukuran lebar luar dari benda kerja atau part mesin produksi.
  • Untuk mengukur diameter dalam dan ukuran lebar dalam dari benda kerja atau part mesin produksi.
  • Untuk mengukur Kedalaman dari suatu benda kerja atau part mesin produksi.

Alat ukur jangka sorong kita gunakan menjadi alat ukur buat mengukur benda -benda kerja atau part mesin produksi untuk keperluan kita sket data sehingga pada saaat part mesin tersebut rusak kita bisa eksklusif menyiapkan part tersebut untukdi buat di work shop.

Adapun bagian – bagian berdasarkan part indera ukur Jangka Sorong merupakan menjadi berikut :

  • Rahang Tetap Atas, yang berfungsi sebagai batas maksimal untuk pengukuran diameter dalam pada benda kerja.
  • Rahang Sorong Atas, yang berfungsi sebagai rahang gerak atas untuk pengukuran diameter dalam benda kerja yang mengikuti besarnya diameter benda kerja.
  • Rahang Tetap bawah, yang berfungsi sebagai batas maksimal untuk pengukuran diameter luar dari benda kerja.
  • Rahang Sorong Bawah, yang berfungsi sebagai rahang gerak untuk pengukuran diameter luar benda kerja yang mengikuti besarnya diameter benda kerja.
  • Skala Utama, yang berfungsi sebagai indikator angka pengukuran nilai utama pada benda kerja.
  • Skala Nonius, yang berfungsi sebagai indikator angka pengukuran nilai di belakang koma atau nilai lebihnya dari nilai utama pada benda kerja.
  • Tangkai ukur kedalaman, yang berfungsi sebagai tangkai untuk mengukur kedalaman dari benda kerja.
  • Lock atau tombol kunci, yang berfungsi untuk mengunci Rahang sorong pada saat pengukuran agar tidak terjadi pergeseran pada rahang sorong atau tangkai kedalaman.

Untuk tampilan skala primer dalam indera ukur kaliper ada yg model digital dan model manual.

4) Micrometer Luar.

Micrometer pada pakai buat mengukur part – part pada pengerjaan membubut sebagai akibatnya dengan menggunakan indera ukur micrometer maka kita mampu memastikan bahwa berukuran diameter luar berdasarkan part tersebut sangat presisi sinkron sket benda kerja.

Adapun bagian – bagian part berdasarkan Micrometer Luar Adalah sebagai berikut :

  • Poros Tetap, yang berfungsi sebagai batas maksimal pengukuran diameter luar dari benda kerja.
  • Poros Geser, yang berfungsi sebagai poros yang bergerak mengikuti besarnya pengukuran diameter luar dari benda kerja.
  • Skala Utama, yang berfungsi sebagai nilai indikator utama di dalam pengukuran diameter luar dari benda kerja.
  • Skala Nonius, yang berfungsi sebagai nilai indikator nominal di belakang koma atau nilai lebih dari hasil pengukuran pada benda kerja.
  • Handle Pemutar Poros Geser, yang berfungsi sebagai handling untuk menggerakkan poros gerak maju dan mundur sesuai kebutuhan pengukuran.
  • Handle Rachet, yang berfungsi sebagai handle lock pengukuran sampai benar – benar poros geser tidak bisa bergerak lagi atau sudah maksimal close.
  • Lock Pengunci, yang berfungsi sebagai pengunci poros geser pada saat pengukuran agar tidak terjadi perubahan atau pergerakan poros geser pada saat pengukuran.

Lima) Micrometer Dalam.

Micrometer Dalam adalah keliru satu indera ukur yg pada pakai oleh Teknisi Mekanik atau pun operator mesin cutting tool work shop yg di gunakan buat mengukur diameter pada berdasarkan benda kerja atau part mesin.

Adapun bagian – bagian part berdasarkan indera ukur micrometer Dalam merupakan menjadi berikut :

  • Poros Tetap, yang berfungsi sebagai batas maksimal pengukuran diameter dalam dari benda kerja.
  • Poros Geser, yang berfungsi sebagai poros yang bergerak mengikuti besarnya pengukuran diameter dalam dari benda kerja.
  • Skala Utama, yang berfungsi sebagai nilai indikator utama di dalam pengukuran diameter dalam dari benda kerja.
  • Skala Nonius, yang berfungsi sebagai nilai indikator nominal di belakang koma atau nilai lebih dari hasil pengukuran pada benda kerja.
  • Handle Pemutar Poros Geser, yang berfungsi sebagai handling untuk menggerakkan poros gerak maju dan mundur sesuai kebutuhan pengukuran.
  • Handle Rachet, yang berfungsi sebagai handle lock pengukuran sampai benar – benar poros geser tidak bisa bergerak lagi atau sudah maksimal close.
  • Lock Pengunci, yang berfungsi sebagai pengunci poros geser pada saat pengukuran agar tidak terjadi perubahan atau pergerakan poros geser pada saat pengukuran.

6) Dial Gauge.

Dial Gauge adalah salah satu alat ukur yang di gunakan oleh Teknisi Mekanik atau Operator Mesin Work Shop Cutting Tool untuk melakukan atau mengukur kondisi centreing benda kerja atau part  mesin yang biasa di sebut dengan Leveling atau Allighment, untuk mengukur Radial Run Out ( RRO ) suatu benda kerja, Lateral Run Out, Kerataan permukaan benda kerja.

Adapun bagian – bagian part pada alat ukur Dial Gauge adalah sebagai berikut

  • Jig Magnet, yang berfungsi sebagai stand dudukan dial gauge unit agar di saat pengukuran tidak terjadi goyangan atau pergerakan dari unit dial gauge yang akan mempengaruhi hasil pengukuran.
  • Stick atau batang dial gauge unit, yang berfungsi sebagai dudukan dial meter sekaligus sebagai batang yang mengarahkan dial meter ke benda kerja.
  • Dial Meter, yang berfungsi sebagai indikator angka yang menunjukkan kondisi leveling dari benda kerja yang di allighment.
  • Tuas ON OFF magnet, yang berfungsi untuk on off magnet di saat di gunakan atau tidak dial gauge.
  • Batang Penyangga, yang berfungsi sebagai stand utama unit dial gauge.

Untuk contoh Dial meter pada Dial Gauge terdapat yg dengan tampilan nomor digital & manual

7) High Gauge.

Adapun fungsi berdasarkan Alat Ukur High Gauge yang lainnya adalah sebagai berikut :

  • Untuk membuat garis lurus yang simetris antara titik satu dengan titik yang lainnya.
  • Untuk menentukan garis pembagi pada permukaan benda kerja.
  • Untuk mencari titik tengah pada benda kerja yang berdiameter.
  • Untuk membuat garis di atas permukaan benda kerja.
  • Dan Lain – lainnya.

Sedangkan bagian -bagian part menurut alat ukur High Gauge Adalah sebagai berikut :

  • Landasan atau Base high gauge, yang berfungsi sebagai dudukan utama hugh gauge unit sekaligus sebagai penyeimbang high gauge.
  • Rahang Ukur, yang berfungsi untuk menggaris tanda pada titik yang di kehendaki atau yang akan di jadikan sebagai titik centre.
  • Skala Utama, yang berfungsi sebagai nilai indikator utama di dalam pengukuran dari benda kerja.
  • Skala Nonius, yang berfungsi sebagai nilai indikator nominal di belakang koma atau nilai lebih dari hasil pengukuran pada benda kerja.
  • Lock Skala Nonius, yang berfungsi untuk mengunci skala nonius di saat penentuan pembuatan garis pada permukaan benda kerja.
  • Penyetel  Nol, yang berfungsi untuk memposisikan garis skala utama dengan skala nonius sejajar di titik Nol.
  • Lock Penyetel Nol, yang berfungsi sebagai lock pengunci penyetel Nol agar skala tidak berubah pada saat pengukuran berlangsung.

Baca Juga tentang Alat ukur lainnya yang di gunakan di mesin pabrik industri.

Demikian Sedikit Ulasan tentang Macam – Macam Alat Ukur Teknisi Mekanik di Pabrik Industri.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − three =