Artikel: MACAM MACAM BELT PENGGERAK LINE DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

Posted on 3 views

Pada dasarnya sebuah pabrik industri yang menghasilkan output produk berskala akbar ada sebagian menggunakan alat bantu atau mesin Tranfer barang berdasarkan tempat satu ke loka yg lain yg berkecimpung secara automatis.

Perlu di ketahui bahwa di pada mesin yg berkecimpung pada Pastikan terdapat part tertentu yg menggerakkan benda kerja tersebut agar mampu beranjak Sesuai dengan manfaatnya.

Adapun part yg bertugas menggerakkan merupakan motor drive yang berfungsi sebagai penggerak atau drive side sedangkan part yang pada Gerakkan adalah work side atau part yg pada Gerakkan.

Banyak Sekali part – part mesin produksi yang di gerakkan sang motor drive, yg pada mana part yang di gerakkan motor drive tadi akan meneruskan gerakan motor drive buat keperluan menstranfer barang produk atau material produk dari loka satu ke loka lainnya.

Part – part mesin yang meneruskan gerakan motor drive tadi mampu pada namakan menjadi belt penggerak line yang berfungsi meneruskan gerakan menurut motor drive menjadi putaran kerja buat mentransfer material atau output produk dari tempat satu ke tempat lainnya.

Adapun fungsi menurut sebuah Belt Penggerak line pada pabrik industri ini adalah sebagai berikut :

  • Untuk mentransfer barang atau hasil produk dari tempat satu ke tempat berikutnya.
  • Sebagai landasan barang atau hasil produk dari proses produksi.
  • Untuk media pemilah antara hasil produk yang Ok dan NG.

Adapun part – part mesin yang berfungsi menjadi media belt penggerak line di pabrik industri merupakan sebagai berikut :

1) Penggerak Line Model Belt Conveyor.

Belt Conveyor adalah Sebuah belt penggerak line berupa lembaran yang mempunyai ukuran tertentu baik dari segi lebar, tebal dan ukuran panjang yang terbuat dari bahan kombinasi serat cotton dan karet, ada juga yang terbuat dari habasit, dan bahan material lainnya.

Unit belt conveyor di gerakkan sang putaran motor drive melalui mediator Roll drive. Maka selalu pastikan bahwa tension Conveyor selalu kencang supaya putaran conveyor tidak selip.

Belt conveyor adalah media penggerak line yg sanggup menstranfer atau mengirim benda atau hasil produk yang berbentuk misalnya :

  • Benda atau barang yang berukuran kecil seperti Nut, baut, paku dan benda kecil lainnya.
  • Benda atau barang yang berukuran sedang dan besar, seperti ban motor, ban mobil, accecoris komputer, dan lain – lainnya.
  • Benda atau barang berbentuk serbuk seperti pasir, tepung, gula dan lain – lainnya.
  • Benda atau barang cairan dalam kemasan seperti minuman botol, minumal kaleng, dan lain – lainnya.

Part – part unit pada Belt conveyor yang mampu membuat Belt conveyor sanggup berputar adalah sebagai berikut :

  • Motor drive unit yang berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak.
  • Sprocket dan Chain unit, yang berfungsi sebagai pemindah tenaga atau power gerak putar dari motor drive ke Roll conveyor.
  • Roll Conveyor, yang berfungsi sebagai tumpuan belt conveyor sekaligus sebagai pemindah putaran dari chain unit ke belt conveyor.
  • Roll tension, yang berfungsi sebagai roll line belt conveyor supaya tension belt conveyor stabil
  • Roll adjuster, yang berfungsi sebagai Roll untuk mengadjuster atau setting tension belt conveyor sesuai kebutuhan standart tension.

V – belt ini cenderung mempunyai profil penampang berbentuk V atau berupa Jajaran genjang. V belt ini cenderung tidak selaras dengan belt conveyor, jika belt conveyor bisa bergerak karena bertumpu pada Roll yg di gerakkan oleh motor drive.

Sedangkan V belt mampu berkecimpung lantaran bertumpu dalam Pulley yang di gerakkan oleh motor drive. Sehingga alur pulley mengikuti bentu penampang V – belt.

Fungsi V – Belt bermacam – macam misalnya:

a) Sebagai penghubung pribadi gerakan putaran menurut motor drive ke Roll Drive Belt Conveyor.

Fungsi V – Belt di sini adalah meneruskan gerakan putaran berdasarkan motor drive yg akan di hubungkan ke roll drive berpulley lalu roll drive tersebut menggerakkan belt conveyor.

B) Sebagai penggerak menurut Roll – roll unit yg tersusun sebagai Line.

Maksud berdasarkan fungsi V Belt di sini merupakan meneruskan mobilitas putaran menurut shaft pulley yang sebelumnya pulley tadi di gerakkan sang gerak putaran berdasarkan motor drive melalui chain drive penghubung.

Adapun bagian – bagian yang mampu menggerakkan menurut V – Belt unit ini merupakan menjadi berikut :

  • Motor drive unit yang berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak.
  • Sprocket dan Chain unit, yang berfungsi sebagai pemindah tenaga atau power gerak putar dari motor drive ke Pulley V – Belt.
  • Roll Drive, yang berfungsi sebagai penerus gerak putar dari chain drive ke pulley V – Belt.
  • V – Belt, yang berfungsi sebagai media penggerak Roll line yang di gerakkan sebagai media transfer barang atau benda hasil produk.
  • Pulley  Tension, yang berfungsi sebagai pulley line yang menjadi jalan untuk V belt agar V belt tidak keluar dari jalur.
  • Pulley adjuster, yang berfungsi sebagai Roll Pulley untuk mengadjuster atau setting tension  V belt sesuai kebutuhan standart tension.

3) Penggerak Line Model T – Belt.

Adapun part  bagian – bagian dari Model T belt Unit sebagai penggerak line adalah :

  • Motor drive unit yang berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak.
  • Pulley T Belt pada motor drive, yang berfungsi sebagai Pulley pengikat pada shaft motor drive yang sekaligus sebagai dudukan T – Belt.
  • Pulley T – Belt pada Benda kerja, yang berfungsi sebagai pulley pengikat pada shaft benda kerja yang sekaligus sebagai dudukan T – Belt.
  • T – Belt yang berfungsi sebagai penghubung gerakan dari motor drive untuk di teruskan ke shaft benda kerja.
  • Key Way, sebagai lock penumpu pada shaft sprocket agar sprocket tidak selip pada saat berputar.
  • Lock Baut tanam, yang berfungsi sebagai lock atau pengunci antara Shaft pulley dengan shaft motor drive dan lock pada shaft pulley dengan shaft benda kerja

Adapun part  bagian – bagian dari Model Chain Drive Unit sebagai penggerak line adalah :

  • Motor drive unit yang berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak.
  • Sprocket pada motor drive, yang berfungsi sebagai Sprocket pengikat pada shaft motor drive yang sekaligus sebagai dudukan Chain Drive.
  • Sprocket pada Benda kerja, yang berfungsi sebagai Sprocket pengikat pada shaft benda kerja yang sekaligus sebagai dudukan Chain Drive.
  • Chain atau Rantai Drive yang berfungsi sebagai penghubung gerakan dari motor drive untuk di teruskan ke shaft benda kerja.
  • Key Way, sebagai lock penumpu pada shaft sprocket agar sprocket tidak selip pada saat berputar.
  • Lock Baut tanam, yang berfungsi sebagai lock atau pengunci antara Shaft sprocket dengan shaft motor drive dan lock pada shaft sprocket dengan shaft benda kerja.

Demikian sedikit ulasan tentang Macam – macam Belt Penggerak Line Di Pabrik Industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.