Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: MACAM – MACAM OLI DAN FUNGSINYA DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

  • Share

Oli merupakan suatu hal yg sangat krusial sekali bahkan penting buat sistem kerja dalam mesin yg berputar. Dengan syarat berputar dalam part – part mesin pasti terjadi persinggungan antar part pada pada unit mesin tersebut.

Adapun Fungsi Oli itu sendiri adalah menjadi berikut :

  • Sebagai pelumas pada benda kerja atau part mesin yang bergerak atau berputar.
  • Sebagai Film Oli di antara dua benda atau lebih yang saling bersinggungan agar tidak terjadi contak langsung pada benda kerja tersebut sehingga tidak terjadi keausan.
  • Sebagai peredam suara bising atau noise di part – part mesin yang berputar dan bergerak.
  • Sebagai peredam getaran yang di timbulkan dari proses kerja part – part unit mesin.
  • Sebagai Cooled atau pendingin pada part – part unit mesin yang panas effect dari sering berputar dan bergerak.
  • Sebagai media untuk menggerakkan part – part hydrolik Unit seperti Cylinder hydrolik, dan lain – lainnya.

Sedangkan jenis – jenis Oli yg biasa di pakai sang part – part mesin pada pabrik industri merupakan sebagai berikut :

1) Oli dengan Viscositas 42  – 43.

Oli yang memiliki Viscositas atau taraf kekentalan 42 – 43 termasuk oli yg nir begitu kental, sebagai akibatnya oli dengan viscositas 42 – 43 ini lebih pada kenal menjadi oli untuk media penggerak hydrolik unit.

Adapun aplikasi penggunaan oli dengan viscositas 42 – 43 ini adalah menjadi berikut :

  • Sebagai media oli hydrolik untuk menggerakkan cylinder hydrolik di mesin produksi.
  • Sebagai media oli hydrolik untuk mengoperasikan jack dongkrak hydrolik.
  • Sebagai media oli hydrolik untuk menggerakkan pin cylinder hydrolik.
  • Sebagai media oli hydrolik untuk menggerakkan lock benda kerja.
  • Dan lain – lainnya.

2) Oli dengan viscositas 52.

Oli yang mempunyai viscositas 52 memiliki kekentalan hampir sama dengan Oli viscositas 42 – 43. Hanya beda di tingkat gradenya saja, secara visual oli viscositas 52 sedikit lebih kental dari pada oli viscositas 42 atau 43.

Secara fungsi & kegunaan antara oli viscositas 42 atau 43 menggunakan oli viscositas 52 sama yaitu sebagai media oli hydrolik yang berfungsi buat menggerakkan part – part mesin produksi.

Tiga) Oli dengan viscositas 150.

Oli yg memiliki viscositas 150 lebih kental di bandingkan dengan oli viscositas 42 atau 43 & oli viscositas 52. Begitupun fungsi & pemakaian oli viscositas 150 tidak sinkron menggunakan pelaksanaan oli 42 atau 43 & oli 52.

Adapun fungsi dan aplikasi oli dengan viscositas 150 di mesin produksi pabrik industri adalah sebagai berikut:

  • Di gunakan sebagai oli lubrikasi pada part – part mesin yang bergerak pada tumpuannya, seperti shaft Roll yang berputar bertumpu pada Bushing atau bearing. Maka di celah antara shaft Roll dengan bushing tersebut di aliri oli 150 sebagai lubrikatornya.
  • Di gunakan untuk mencegah terjadinya keausan di antara shaft Roll dan Bushing atau bearing yang di gunakan sebagai tumpuan shaft tersebut.
  • Di gunakan sebagai cooled atau pendingin terjadinya gesekan atau singgungan di antara 2 part benda kerja tersebut.
  • Dan Lain sebagainya.

Grade kekentalan oli 220 pada atas sedikit dari oli 150, namun secara penggunaan hampir sama aplikasinya di mesin industri.

Karena mempunyai viscositas yang mendekati sama antara oli 150 dengan 220 maka sebuah pabrik industri biasanya cenderung menentukan salah satu pada antara dua jenis oli tersebut. Tapi kebanyakan memilih yang oli 150 mungkin berdasarkan segi cost dan sistem kerja yg pada part mesin.

Celah antara Roll shaft menggunakan tumpuannya atau bushing yg terlalu sempit, menciptakan Teknisi Mekanik cenderung menentukan oli yang 150 mengingat oli yg visvositas rendah bisa menyerap ke pori – pori bushing.

5) Oli dengan viscositas 320.

Oli yang memiliki viscositas 320 mempunyai kekentalan di atas grade Oli viscositas 220.

Oli dengan viscositas 320 di pakai menjadi pelumas dan lubrikasi Gear atau roda gigi yang memiliki kecepatan tinggi.

Adapun contoh penggunaan Oli viscositas 320 di pabrik industri merupakan menjadi berikut :

  • Sebagai oli pelumas pada roda gigi pada Gear Box unit.
  • Sebagai oli pelumas pada Roda gigi Cyclo drive.
  • Sebagai pelumas pada Roda Gigi Neck Gear work side.
  • Sebagai pelumas roda gigi penggerak Shaft Roll line.

Oli dengan viscositas 380 memiliki tingkat kekentalan pada atas oli dengan viscositas 320. Namun secara pemakaian di mesin produksi lebih poly menggunakan oli 320, karena mungkin hanya sedikit perbedaan grade level viscositasnya.

Oli menggunakan viscositas 380 pula pada pakai pada mesin produksi menjadi pelumas gigi – gigi di dalam coupling, lantaran memiliki beban kerja dan pressure yg berat.

7) Oli menggunakan viscositas 460.

Oli menggunakan viscositas 460 memiliki kekentalan pada atas oli 380. Sehingga oli 460 umumnya di pakai menjadi pelumas pada roda gigi yang mempunyai beban kerja yang lebih berat menurut mesin yang memakai oli 380.

Adapun penggunaan pelaksanaan oli menggunakan viscositas 460 di mesin produksi adalah sebagai berikut :

  • Sebagai pelumas gear atau roda gigi pada gear box unit yang mempunyai beban putar yang berat.
  • Sebagai pelumas gear atau roda gigi yang mengalami sedikit keausan, agar film oli selalu menempel di gear yang aus.

Demikian sedikit ulasan mengenai Macam – Macam Oli dan Fungsinya di Pabrik Industri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.