Artikel: Material Bangunan yang Paling Ramah Lingkungan | HBS Blog

Posted on

Membahas material bangunan yang ramah lingkungan adalah kaitan nya dengan arsitektur ramah lingkungan. Arsitektur ramah lingkungan juga dikenal menggunakan Eco friendly architecture, arsitektur hijau & masih banyak lagi sebutan lainnya.

Material bangunan yang paling ramah lingkungan dinilai berdasarkan beberapa segi. Termasuk segala sesuatu yang diperlukan buat menciptakan material tadi. Misalnya porto buat menciptakan material tersebut, biaya buat menumbuhkan asal material, porto untuk memelihara lingkungan asal material, biaya buat transportasi material tersebut sehingga kebutuhan air & asal daya alam lainnya yg berkaitan menggunakan material tersebut.

Material ramah lingkungan juga mengacu dalam pengaruh produksi material tersebut Terhadap gosip perubahan iklim pada lingkungan sekitarnya. Selain itu baru jua diperhatikan imbas bagi pemukiman di kurang lebih loka produksi material tadi.

Material Bangunan yang Paling Ramah Lingkungan

Berdasarkan beberapa kajian yang dikemukakan oleh banyak pakar bangunan ramah lingkungan disimpulkan bahwa ada beberapa material yang sangat ramah lingkungan. Material-material tersebut adalah sebagai berikut.

Bambu

bambu
Bambu

Bambu dianggap sebagai keliru satu material yang paling ramah lingkungan buat menciptakan bangunan di planet bumi ini. Hal tersebut nir lepas dari kemampuan tumbuh dari pohon bambu yg sangat cepat.

Bambu dapat tumbuh hingga 50 cm pada saat 24 jam saja. Bambu juga dapat tumbuh tanpa pemeliharaan yang khas layaknya menanam kayu. Bambu merupakan salah satu material yang bisa dipanen dengan cepat.

Dari segi kekuatan bambu mempunyai nilai yang cukup rupawan buat berukuran berat bambu yang relatif ringan. Selain itu dengan pemeliharaan yang benar bambu pula dikenal tahan lama & awet buat bahan bangunan.

Bambu sangat ringan sehingga sangat mudah diangkut & minimalisasi biaya transportasi. Selain itu bambu gampang diolah sebagai banyak sekali macam bentuk sinkron kebutuhan dalam bangunan. Menanam poly bambu jua tidak merusak lingkungan & tidak terlalu poly habiskan sumber daya air.

Cork

cork/gabus

Cork merupakan material yg asal berdasarkan kulit pohon, sebagian akbar berdasarkan pohon Quercus Suber atau dikenal dengan sebutan The Cork Oak, yg endemik di lebih kurang tempat Eropa Barat Daya & Afrika Barat Laut. Cork merupakan homogen gabus yg dibentuk berdasarkan kulit pohon yg masih hidup. Walaupun kulitnya diambil akan tetapi pohonnya masih permanen hidup & bisa memproduksi kulit lagi. Material ini sangat fleksibel dan mampu diolah dalam banyak sekali macam bentuk.

Baca jua : Jenis Gaya Pagar Kayu Yang Populer

Kayu siklus ulang

kayu daur ulang

Material kayu sebenarnya sangat kuat & tahan usang. Namun di banyak sekali loka banyak kayu bekas yang disia-siakan dan dibiarkan Lapuk begitu saja. Padahal jika diberikan treatment yang sahih kayu tadi masih mampu dipakai bahkan untuk struktur bangunan. Saat ini & penggunaan kayu bekas sudah mulai bermunculan pada negara-negara maju. Mereka sangat menghargai penggunaan kayu bekas lantaran dapat menyelamatkan pohon-pohon di hutan.

Metal daur ulang

metal/logam siklus ulang

Sama seperti kayu, logam-logam seperti besi aluminium maupun baca masih bisa didaur ulang dan dipakai pulang. Penggunaan balik secara eksklusif lebih dianjurkan daripada wajib melebur ulang logam tersebut buat membangun logam yang baru. Hal ini karena penggunaan tenaga buat melebur logam relatif akbar dan mampu mengakibatkan pemanasan. Logam yg dirawat dengan benar terutama stainless tidak akan mudah berkarat sebagai akibatnya mampu digunakan pulang pada bentuk utuh.

Baca juga : 10 Jenis Bahan Material Plafon Rumah Drop Ceiling

Beton Precast

beton pra cetak

Beton pracetak termasuk dalam material yang dianjurkan menjadi material yg ramah lingkungan. Beton pracetak bisa dicetak secara massal sebagai akibatnya mengurangi konsumsi tenaga dalam pembuatannya. Selain itu menggunakan sistem bangunan bongkar pasang sanggup menciptakan beton pracetak ini dipakai lagi buat bangunan baru sebagai akibatnya tidak perlu membuat beton lainnya lagi.

Demikian tentang material bangunan yang ramah lingkungan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

Gravatar Image
Saya Seorang Penulis Freelancer , menulis di beberapa media digital/web besar di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − twelve =