Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Merencanakan Penerangan Taman | HBS Blog

  • Share

Penerangan taman diharapkan dan semestinya direncanakan saat membuat denah taman tersebut. Taman yg baik & indah adalah memiliki spot yang rupawan untuk berfoto & fungsional pada hal fasilitas yang berada di taman tersebut bisa digunakan, misalnya hal-nya berdasarkan segi tata letak meliputi tempat duduk, area pedagang, bermain anak, air mancur atau monument.

Mungkin tidak semua taman terdapat monumen & air mancur, tetapi tentu setiap taman memerlukan penerangan yang baik, tulisan ini membahas bagaimana cara merencanakan penerangan taman dengan baik, pembahasan diantaranya jenis lampu taman yg dipakai dan bagaimana sudut arah penyorotan lampu tadi jika terdapat monument & air mancur.

Penerangan Taman

Seringkali buat taman dipakai TL menjadi sumber penerangan karena paling murah dibanding lampu pelepasan gas lainnya. Bila yang digunakan lampu pijar misalnya lampu halogen yang umumnya menggunakan armatur baur (difus) yg terbuat berdasarkan akrilik atau gelas baur yg dipasang dalam puncak atau sisi tiang.

Lampu natrium baik SOX juga SON tepat buat taman kota yang luas menggunakan pemasangan lampu dalam sisi tiang.

Jika Taman Terdapat Air Mancur

Air mancur pada taman kadang dilengkapi dengal lampu sorot baik yg dipasang pada bawah maupun pada atas bagian atas air. Lampu sorot yang dipasang pada pada air armaturnya wajib kedap air & terisolasi dengan baik sedangkan buat armatur pada atas bagian atas air wajib mampu melindung lampu terhadap percikan.

Jika Taman Terdapat Monumen

Kalau dalam taman masih ada monumen maka penyorotannya diadaptasi dengan relief monumen sehingga tampilan monumen lebih manis. Distribusi cahaya buat monumen tidak perlu merata sebagai akibatnya terjadi bayangan pada bagian monumen yg disorot.

Model lampu sorot untuk monumen seperti ditinjukan pada gambar dibawah.

Salah Satu Model Lampu Sorot Untuk Monumen

Salah Satu Model Lampu Sorot Untuk Monumen

Berdasar pertimbangan estetika maka direkomendasikan penyorotan bangunan monumen yg mini memakai kuat penerangan tinggi sebaliknya buat monumen yg akbar dibutuhkan kuat penerangan rendah seperti ditunjukan pada tabel.

Tabel rekomendasi kuat penerangan buat lampu sorot & objek

Jenis dan situasi obyek lampu sorot

Kuat penerangan rata (Lx)

Bangunan besar yang berdiri sendiri atau monumen bangunan disekitar jalan atau taman), dengan situasi:

3 hingga 6,5

Sekelilingnya gelap

6,5 hingga 10

Sekelilingnya sedang

10 hingga 13

Sekelilingnya terang

13 hingga 16

Untuk monumen kecil dipakai lampu sorot dengan reflektor parabola nir silindris sebagai akibatnya cahaya sebelum dan sesudah dipantulkan tidak menyebar (menggunakan lampu pijar) atau terfokus sedangkan untuk sorot cahaya yg menyebar digunakan reflektor parabola silindris (memakai lampu berbentuk barang, antara lain TL, lampu metal halida).

Arah penyorotan terhadap bangunan atau monument ±450 dari arah pandang tegak lurus muka bangunan dengan demikian menimbulkan bayangan pada bagian muka monumen tersebut.

Penyorotan dilakukan hanya berdasarkan satu sisi bangunan sebagai akibatnya rasio penerangan pada bagian muka gedung nir sama (satu sisi lebih gelap menurut sisi lainya). Sedangkan urrtuk monumen berupa patung (bagian atas tidak rata) penyororan dapat dilakukan menurut beberapa arah.

Penerangan luar ruangan dan penerangan taman sudah dibahas dalam blog ini, buat postingan berikutnya masih sama hal-nya menggunakan penjelasan tetapi ini merupakan penerangan lapangan olah raga, misalnya sepak bola dan lapang tenis.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.