Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Metode Pelaksanaan Dan Pengawasan Pilar Jembatan | HBS Blog

  • Share

Pelaksanaan pekerjaan pilar adalah suatu aktivitas demi rampung-nya jembatan. Pada aplikasi-nya orang yg mempunyai pendidikan teknik sipil wajib mampu mengurai & menemukan solusi yg dianggap ideal ketika proses pelaksanaan & supervisi tadi berlangsung.

Pada postingan ini saya mengulas tahapan pekerjaan pilar berdasarkan mulai pekerjaan pondasi, pilar, pier head serta penulangan-nya. Dengan postingan ini penulis bertujuan buat memudahakan setiap orang terutama mereka yg sedang menempuh kuliah teknik sipil dan akan menghadapi sidang kerja praktek, tentu ketika sidang harus bisa mengungkapkan bagaimana pelaksanan & pengawas di lapangan, buat itu berikut merupakan tahapan demi tahapan-nya.

Pekerjaan Pilar/Pier

Pada pekerjaan struktur pilar/pier mencakup beberapa tahapan yaitu:

Pekerjaan Pondasi

Metode Pelaksanaan Dan Pengawasan Pilar Jembatan

Proses Pekerjaan Pilar Jembatan

Pekerjaan ini dilaksanakan sebelum Pekerjaan Pier kolom dengan menggunakan mutu beton K 350. Proses pekerjaannya meliputi pemasangan tulangan, kemudian pemasangan bekisting, pada saat pemasangan tulangan untuk badan Pondasi   digunakan besi D 19 uril untuk tulangan pokok dan digunakan besi D 13 uril untuk tulangan sengkang.

Setiap aplikasi pekerjaan bangunan konstruksi berdasarkan dalam desain awal perencanaan yg telah rampung, apabila pada perencanaan menggunakan mutu beton K-500 dan menggunakan besi diameter yang berbeda dengan yg tercantum di atas maka laporan pekerjaan & supervisi pula harus sinkron. Seperti yg saya utarakan, ini hanya pembahasan suatu laporan menurut proyek sebenernya dan bias dijadikan model atau bahan acum saat anda menyebutkan suatu item pekerjaan baik saat bekerja di lapangan atau sidang kerja praktek dan tugas akhir.

Pekerjaan Pier Kolom

Setelah pengecoran pile cap terselesaikan maka mulai dipersiapkan untuk penyetelan pier kolom. Sambungan overlap antara tulangan memanjang merupakan 40 diameter sinkron PBI 1971. Beton decking setebal 5 centimeter wajib sudah terpasang sebelum bekisting ditempatkan dalam tulangan. Jarak antara beton decking dipasang per 40 cm dalam grid. Setelah penyetelan tulangan terselesaikan (kapasitas produksi penyetelan lihat penyetelan besi pile cap) & beton decking terpasang seluruhnya maka mulai pemasangan metal form menjadi bekisting.

Pada waktu pemasangan bekisting ini harus dicek semua ikatan terpasang kuat. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan memakai mutu beton K 350 dan K 450. Proses pekerjaannya yaitu: pemasangan tulangan, lalu pemasangan bekisting, kemudian pengecoran. Pada ketika pemasangan tulangan buat pier kolom digunakan besi D 32 uril buat tulangan utama & digunakan besi D 13 uril buat tulangan sengkang.

Pengecoran dapat dilaksanakan jika Pemasangan tulangan sudah selesai, kebersihan sudah menerima approval menurut engineer, pada pengecoran pier ini dipakai concrete pump sebagai alat bantu pengecoran beton. Bekisting sudah bisa diangkat minimal tiga hari setelah pengecoran (beton dengan additive superplastisizer), setalah bekisting diangkat beton segera dipelihara (curing) menggunakan menyemprotkan curing compound dalam bagian atas beton.

Pekerjaan Pier Head

Setelah curing beton buat pier kolom minimal dilaksanakan 7 hari maka mulai buat pekerjaan pier head, sebelum penyetelan tulangan maka bekisting deck wajib sudah terpasang diatas scaffolding pada posisi benar setelah dilaksanakan posisi vertikal & horizontal sang tim survey. Ikatan bekisting deck ini kemudian dimatikan agar tidak berkecimpung pada waktu bekerja menyetel tulangan pier head.

Setelah pekerjaan pemasangan bekisting selesai kemudian di lanjut dengan pengerjaan penyetelan tulangan, dan setelah itu sebelum pengecoran dilaksanakan tim survey akan melakukan pengecekan total baik elevasi maupun kevertikalan pier head, lalu ikatan bekisting dimatikan. Pengecoran dibantu oleh conrete pump sesudah mendapat approval engineer, & bekisting dinding bisa dilepaskan minimal 3 hari sesudah pengecoran, sedangkan bekisting deck tetap terpasang minimal 10 hari sehabis pengecoran.

Pekerjaan ini dilaksanakan menggunakan menggunakan mutu beton K 350 dan K 450. Proses pekerjaannya yaitu: pemasangan bekisting, kemudian pemasangan tulangan, kemudian pengecoran. Pada saat pemasangan tulangan buat pier head dipakai besi D 13 ? D 25 uril.

Pembahasan Lanjut

Pada bagian ini saya memperjelas kata yang sudah aku tadi bahas seperti PBI 1971, adalah singkatan berdasarkan peraturan beton Indonesia, isinya berupa pasal-pasal pada aplikasi desain beton Indonesia, sama hal-nya misalnya SNI, standar nasional Indonesia, setiap bangunan konstruksi memiliki rujukan/pedoman yg harus dilakukan sinkron prosedur.

K-350 atau K 450, merupakan mutu dari beton yg dipakai pada proyek tadi, K adalah ciri, K-350 berarti mutu beton tersebeut ciri 350. Mutu beton K-350 adalah fc 29,05, darimana nilai 29,05? Jawabanya mutu beton tersebut dikalikan factor koreksi yaitu 0,083. Jadi 350 x 0,083 hasilnya 29,05.

Fc merupakan kuat tekan beton, sementara buat baja namnya fy. Karakteristik beton pada uji pada kubus berukuran 15 centimeter menggunakan satuan kg/cm2, ad interim fc kuat tekan satuan nya adalah Mpa.

D 19. D merupakan diameter tulangan besi yangdigunakan merupakan 19 mm, waktu pada suatu fakta dituliskan D 19-10, berati besi diameter 19 sebesar 10 buah.

Sambungan overlap, merupakan sambungan antar tulangan, dalam pilar niscaya beton akan menjadi satu kesatuan dengan pondasi dan pier head. Tentu besi pula memiliki rangkaian antar sambungan. Ketentuan Panjang sambungan overlap merupakan diameter besi dikali 40.

Pile cap & pier head, pile cap merupakan keliru satu cara buat mengikat pondasi sebelum didirikan pilar pada bagian atasnya ad interim pier head merupakan kepala pilar yang terletak di permukaan pilar, dipakai buat bertumpunya girder & perawatan.

Beton decking atau tahu-tahu merupakan beton yg dibentuk & dibuat menggunakan tujuan buat pekerjaan pengecoran, dimana beton decking tadi menahan & memberikan ruang ketika tulangan telah dipasangi bekisting, ukuran betin decking dibuat bervariasi, sesuai dengan selimut beton yang telah direncanakan.

Concrete pump merupakan indera pada kendaraan beroda empat yg manfaatnya buat menyalurkan adonan beton dari mobil molen menggunkan pipa & pada salurkan dalam item konstruksi yg akan pada cor, ad interim scaffolding merupakan struktur yg dibentuk sementara dimaksudkan sebgai penyangga material, manusia buat akses ke setiap item bangunan, kalua dlam Bahasa Indonesia scaffolding adalah perancah, material ini terbuat berdasarkan besi yg didesain seperti lego, terdapat pula yg dibuat menurut kayu atau bambu, kalua dipedesaan disebutnya jajangkar.

Istilah yg terakhir merupakan curing beton, merupakan kegiatan perawatan saat beton cor telah pada syarat mengeras, dimaksudkan buat beton permanen dalam mutu awal yg sudah direncanakan menggunakan cara menjaga suhu atau kelembaban beton tadi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eleven + 4 =