Artikel: METODE PENGUJIAN BATAS CAIR TANAH (LIQUID LIMIT) | HBS Blog

  • 3 min read
  • Feb 06, 2015

Merupakan rangkuman Praktikum yg kelima , liquid limit atau batas cair tanah ini dipengaruhi menggunakan alat yang namanya merupakan cassagrandee. Yang jika kita melekukan pengujian ini misalnya mainan, hehe.

Lansung saja pada materi yang akan kita bahaskan yaitu metodenya menjadi berikut :

A. Tujuan

 Mencari kadar air dalam batas antara keadaan cair dengan cara Cassagrandee, yang akan dipakai buat menentukan sifat dan klasifikasi tanah.

Rangkumantekniksipil.Blogspot.Com

 B. Dasar Teori

Batas cair tanah adalah keadaan antara cair dan plastis/keadaan air tanah bisa diputar 25 kali ketukan menggunakan alat Cassagrande, tanah sudah dapat merapat (sebelumnya terpisah pada jalur yang dibentuk menggunakan solet). Batas cair didefinisikan menjadi kadar air yang paling rendah dimana tanah berada dalam keadaan cair atau suatu keadaan dimana tanah berubah menurut keadaan cair sebagai plastis. Batas cair dalam persen berat kering, dimana ke 2 penampang tanah yg hampir bersentuhan tetapi tidak saling melimpahi satu terhadap yang lain.

 C. Alat dan Bahan

1. Alat batas cair standart (Atterberg)

2. Alat penghasil alur (grooving tool)

tiga. Spatula

4. Botol, berisi air suling (botol semprot)

5. Mangkuk porselin

6. Tin box/cawan

7. Desicator

8. Oven

9. Neraca

 D. Cara Kerja

  1. Siapkan mangkok batas cair, bersihkan dari lemak atau kotoran yang menempel dengan menggunakan eather.
  2. Atur ketinggian jatuh mangkuk, dengan cara sebagai berikut :
  3. – >>Kendurkan kedua baut penjepit, lalu putar handel/tuas pemutar sampai posisi mangkuk mencapai tinggi jatuh setinggi 10 mm.
  4. – >>Untuk menentukan tinggi jatuh mangkuk, kendurkan baut belakang, angkat mangkuk masukkan bagian ujung tungkai pemutar alur ASTM tepat masuk diantara dasar mangkuk dan alasnya, kencangkan kembali baut bagian belakang.
  5. Ambil sampel tanah sekitar 100 gram yang lolos saringan no.40 lalu letakkan didalam mangkuk porselin.
  6. Tambahkan air suling sedikit demi sedikit, aduklah sampel tanah tersebut menggunakan spatula sampai homogeny.
  7. Setelah mendapat campuran yang homogeny, ambil sampel tanah tersebut, masukkan kedalam mangkuk alat batas cair. Ratakan permukaannya sehingga sejajar dengan dudukan alat. Bagian yang paling tebal harus ± 1 m.
  8. Buatlah alur dengan jalan membagi dua benda uji dalam mangkuk tersebut, gunakan alat pembuat alur (grooving tool) melalui garis tengah mangkuk secara simetris dengan posisi tegak lurus permukaan mangkuk.
  9. Putarlah tuas/handel pemutar dengan kecepatan 2 putaran perdetik (dalam 1 detik mangkuk jatuh 2 kali) sampai kedua sisi tanah bertemu sepanjang ½ “ (12.5 mm). Catat jumlah pukulan yang terjadi untuk mencapai kondisi yang bersinggungan tersebut.
  10. Ambil sebagian benda uji dari mangkuk tersebut dengan menggunakan spatula, masukkan ke dalam cawan, tentukan kadar ai tanah.
  11. Ulangi prosedur pengujian mulai dari prosedur no. 4 s/d no.7 dengan variasi penambahan air yang berbeda.

 Baiklah seperi biasa buat melihat output analisanya mampu diDownload di SINI, lantaran hasilnya kesinambungan jadi wajib diunudh terlebih dahulu didalam file jua sudah terdapat grafik dan semacamnya.

E. Pembahasan

      Batas cair tanah yaitu jumlah air terbanyak yang bisa ditahan oleh tanah.Hal ini tidak sinkron dengan istilah kapasitas lapang yang menampakan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan tanah pada keadaan alami.

   Pada hasil percobaan menggunakan Cassagrande di peroleh data cawan 1 timbang kosong mempunyai berat 6,7 gr, kemudian setelah ditambahkan sampel tanah yang diambil berdasarkan bagian tengah cawan menggunakan menggunakan colet mempunyai berat 38,7 gram, & selesainya dioven beratnya sebagai 30,6 gr. Pada cawan 2 timbang kosong mempunyai berat 6,7 gr, lalu setelah ditambahkan sampel tanah yg diambil menurut bagian tengah cawan menggunakan menggunakan colet memiliki berat 20,2 gram, dan setelah dioven beratnya menjadi 17,4 gr. Pada cawan 3 timbang kosong memiliki berat 6,lima gram, lalu selesainya dibubuhi sampel tanah yang diambil menurut bagian tengah cawan dengan menggunakan colet memiliki berat 30 gram, & setelah dioven beratnya menjadi 25,6 gr. Pada cawan 4 timbang kosong mempunyai berat 5,7 gram, kemudian setelah ditambahkan sampel tanah yg diambil menurut bagian tengah cawan dengan memakai colet memiliki berat 25,4 gr, dan sesudah dioven beratnya menjadi 22 gram.

    Dari hasil percobaan cassagrande (batas cair) diperoleh data kadar air (Ka) buat cawan 1 = 33,89%, cawan 2 = 26,17%, cawan 3 = 23,04% & cawan 4 = 20,86%. Dengan ketukan masing-masing sebanyak 12,15,34 & 37. Pada kadar air % sampel tanah pada cawan 1 akan mengalami perubahan konsistensi berdasarkan plastis menjadi cair.

      Pengolahan tanah seharusnya pada kandungan air tanah yang tepat, yaitu nir terlalu basah dan nir terlalu kering. Faktor tumbuhan & iklim memiliki efek yang berarti dalam jumlah air yang bisa diadsorpsi dengan efisien tanaman dalam tanah. Kelakukan akan ketahanan dalam kekeringan, keadaan & taraf pertumbuhan merupakan faktor tumbuhan yg berarti.

    Temperatur dan perubahan udara merupakan perubahan iklim dan berpengaruh pada efisiensi penggunaan air tanah dan penentuan air yang dapat hilang melalui saluran evaporasi permukan tanah. Diantara sifat khas tanah yang berpengaruh pada air tanah yang tersedia adalah hubungan tegangan dan kelembaban, kadar garam, kedalaman tanah, strata dan lapisan tanah. Banyaknya kandungan air tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. Kemampuan tanah dapat menahan air antara lain dipengaruhi oleh tekstur tanah. tekstur kasar mempu menahan air yang lebih kecil daripada tanah yang teksturnya halus.. (Hardjowigeno, S., 1987)

Rangkumantekniksipil.Blogspot.Com

F. Kesimpulan         Bahwa nilai batas cair tanah (Liquid Limit) dapat dilihat dari besaran kadar air dalam persen yang ditentukan dari 25 pukulan pada pengujian batas cair maka nilai kadar air tersebut dapat dilihat dari grafik yang telah dibuat yaitu

        Dari peroleh persamaan grafik tersebut bahwa semakin kecil ketukan maka makin poly kadar airnya, kebalikannya semakin banyak ketukannya maka semakin sedikit kadar airnya.

Sekian mungkin itu yang bisa penulis rangkum dalam materi praktikum uji batas cair tanah , apabila ada saran & kritik silahkan menurut pembaca buat menorehkan dikolom komentar .

 Sekian dari RTS semoga bermanfaat

Terima Kasih

Salam Sipil

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 5 =