Artikel: METODE PENGUJIAN BATAS SUSUT TANAH (SHRINKAGE LIMIT) | HBS Blog

  • 2 min read
  • Mar 24, 2017

A. Tujuan

Untuk menentukan kadar air pada batas semi padat ke keadaan padat yang disebut batas susut dan digunakan untuk menentukan sifat-sifat tanah.

B. Dasar Teori

Batas susut tanah adalah kadar air minimum dimana masih dalam keadaan padat atau keadaan diantara keadaan semi padat dan keadaan padat.

 C. Alat dan Bahan

1. Prong plate

– Cawan porselin

 – Monel dish

– Cristalizing dish : – dish (beliau. 5 cm), overflow dish (dia. 9 centimeter)

dua. Spatula

tiga. Plat kaca – Plat kaca tanpa jarum – Plat kaca yang mempunyai tiga butir jarum/kaki (prong plate)

4. Gelas ukur

5. Timbangan

6. Air raksa

7. Oven

 D. Cara kerja

1. Letakkan tanah tersebut dalam porselin dish, tambahkan air suling sedikit demi sedikit untuk               mengisi seluruh pori-pori tanah. Kira-kira sedikit lebih tinggi diatas penambahan air untuk                   pengujian batas cair.

 2. Olesi bagian dalam monel dish dengan vaselin/grease secara merata untuk mencegah lekatan             benda uji dengan monel dish.

3. Isi 1/3 bagian monel dish dengan pasta tanah yang telah dipersiapkan lalu pinggir monel dish              diketuk-ketuk ringan sehingga pasta tanah mengisi rongga monel dish secara merata dan memadat.    Lakukan hal yang sama untuk lapisan berikutnya sehingga pasta tanah mengisi monel dish sampai      penuh dan padat dan tidak ada gelembung udara yang terperangkap.

4. Ratakan bagian atas benda uji yg mengisi monel dish menggunakan spatula.

5. Timbang monel dish dan benda uji basah, keringkan di udara pada temperature ruang hingga               nampak perubahan warna dari warna gelap ke warna terang. Kemudian masukkan ke dalam oven       dengan temperature constant yaitu ± 5°C selama 24 jam.

6. Tentukan volume benda uji basah menggunakan cara menjadi berikut :

6.1 Tentukan berat monel dish kosong.

6.2 Letakkan monel dish diatas criztalizing dish, isi monel dish dengan air raksa sampai meluap,              tekan permukaan monel dish dengan plat kaca agar air raksa dapat mengisi seluruh volume monel      dish.

6.3 Tentukan volume monel dish dengan menentukan berat air raksa yang terdapat pada monel dish.        Volume monel dish merupakan volume benda uji basah (Vb).

7. Tentukan volume benda uji kering dengan cara menjadi berikut :

7.1 Tentukan berat criztalizing dish dalam keadaan kosong.

7.2 Ulangi langkah mekanisme 6.2 , buang air raksa yg melimpah dalam criztalizing dish.

7.3 Masukkan benda uji yang sudah kering ke dalam monel dish yang berisi air raksa, tekan dengan         menggunakan prong plate sampai benda uji tenggelam dan nampak benda uji tertutup seluruhnya      oleh air raksa.

7.4 Catat berat air raksa yang melimpah pada criztalizing dish. Berat ini menunjukkan volume benda       uji kering (Vk).

(Foto:uji batas susut tanah)

 (Karena buat meningkatkan kecepatan proses praktikum , mengingat mahasiswanya pula banyak maka berdasarkan itu untuk proses pengeringannya memakai metode pembakaran dengan spirtus)

 E. Data & perhitungan

Untuk menentukan volume benda uji basah maupun kering dengan cara sebagai berikut :

F. Pembahasan

 Dari pengujian batas susut tanah (SL) yang telah dilakukan, tanah memiliki kadar air = 43,62%. Dan untuk batas susut tanah tersebut sebesar 16,64%.

 G. Kesimpulan

  1. Semakin banyak kadar air mendekati nilai optimum makan semakin padat.
  2. Semakin banyak kadar air maka semakin tinggi nilai susut.
  3. Sebaliknya semakin sedikit kadar air semakin rendah kadar susutnya

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + two =