Artikel: Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon | HBS Blog

  • 5 min read
  • Mei 09, 2021

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diharapkan, demi menjaga keutuhan bagian komponen berdasarkan bangunan tadi ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu item bangunan menjadi salah satu fokus yg harus diketahui sang energi teknis atau manajemen gedung, dibuatnya goresan pena ini buat mengetahui perseteruan apa saja yg terjadi dan bagaimana cara pemeliharaanya, terlebih bahan material plafon bermacam jenisnya.

Pemeliharaan Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Saat ini beberapa bahan yang biasa digunakan menjadi prafon adalah kayu, gipsum, dan metal. Di beberapa desain bangunan yg telah relatif lama masih ada yg memakai plafon tripleks. Namun, hal tersebut hanya terkait menggunakan tren desain.

Plafon Gipsum

Musuh utama material plafon gipsum adalah air, sebagai akibatnya gipsum hanya dipakai dalam bagian ruang dalam atau interior. Pada dasarnya pemeliharaan yg dilakukan hanya menurut perkara debu atau sarang keuntungan-laba yg bisa dibersihkan dengan alat-alat sapu atau kemoceng, Tetapi, bila terkena air lantaran bocoran maka kebocorannya harus segera diperbaiki dan diganti menggunakan yg baru.

Pemeliharaan yang dilakukan diantaranya:

1)   Perhatikan plafon gipsum yang berada pada sisi luar bangunan gedung. Apabila terkena air akibat atap yang bocor, segera ganti dengan yang baru atau diperbaiki.

2)   Apabila bagian plafon gipsum rusak terkena air maka koreklah bagian yang telah rusak oleh air.

3)   Tutup dengan bahan gipsum pawderyangtelah diaduk dengan air.

4)  Ratakan dengan mempergunakan penggaris atau alat perata dari triplek atau plastik keras sampai rata dengan permukaan sekitarnya.

5)   Tunggu hingga kering, lalu ampelas dengan ampelas halus.

6) Tutup dengan plamur tembok dan cat kembali sesuai dengan warna yang dikehendaki.

Plafon Akustik

Pemeliharaan yang dilakukan diantaranya:

1)   Sebelum pekerjaan dimulai, berikut adalah peralatan kerja yang harus dilengkapi, yailu: obsolute sproyer, octivotor, enzyme atau deterjen, spon, ember, dan kain majun. Cek mesin yang harus siap pakai. Apabila ada kabel yang terkelupas maka harus diperbaiki dahulu karena sangat berbahaya bagi keselamatan.

2)   Semprotkan formula enzyme atau deterjen ke permukaan plafon akustik, tunggu beberapa detik, lalu sapukan merata. Gunakan extension poles dan pasang spon (drop clothes) sehingga kotoran yang melekat akan terangkat sampai ke pori-porinya. Ulangi kembali apabila masih kotor.

3)  Campurkan formula activotor untuk memudahkan pengangkatan kotoran kuat. Tunggu beberapa detik, lalu sapukan dengan spon. Spon yang telah kotor dibilas air bersih agar dapat digunakan kembali.

4)  Untuk menjaga kebersihan lantai, jangan terlalu banyak menggrlnakan cairan. Gunakanlah- secara bertahap atau gunakan alas plastik di bawahnya.

5)   Lakukan pembersihan setiap 2 bulan sekali.

Plafon Tripleks

Plafon tripleks akan rusak terutama dalam bagian luar bangunan gedung sesudah lebih menurut 10 tahun penggunaan.

Pemeliharaan yg dilakukan:

1)   Bersihkan kotoran yang melekat sekurang-kurangnya 3 bulan sekali.

2)   Gunakan sikat atau kuas sebagaialat pembersih.

3)   Bila plafon rusak permukaannya karena kebocoran atau plafon retak akibat mutu yang kurang bagus, segera ganti dengan yang baru.

4)  Bekas noda akibat kebocoran ditutup dengan cat kayu, baru kemudian dicat dengan cat emulsi serupa.

5)   Untuk perbaikan, cat lama harus dikerok sebelum melakukan pengecatan ulang.

Pemeliharaan Tripleks dalam Plafon Bagian Dalam

1) Periksa langit-langit ruangan (plafon) dari tanda-tanda yang menunjukkan kebocoran pada atap, adanya panel plafon yang melendut, rusak, hilang, dan sebagainya. Perbaiki atau ganti sesuai kerusakannya. Jika kebocoran telah terlihat dengan jelas, perbaiki segera.

2)   Pada langit-langit ruangan pasti terdapat bukaan yang menuju ke bagian bawah rangka atap, periksalah bagian antara rangka atap dan plafon ini. Jika rangka atap terbuat dari kayu, periksa keadaan kayu dari serangan rayap, pembusukan karena lembab, dan sebagainya. Ganti atau potong bagian yang terkena rayap atau pembusukan.

3)   Pastikan sebelum pemasangan, kayu harus diberi antirayap terlebih dahulu. Baut atau paku sambungannya harus dikencangkan atau diganti jika longgar atau hilang.

4)   Jika panel langit-langit (plafon) ternoda atau rusak karena terkena bocoran atap maka panel harus diperbaiki, dicat ulang, atau diganti tergantung keadaannya. Perawatan inidilakukan setelah kebocoran pada bagian atap diperbaiki.

5)   Jika noda-noda yang timbul dapat dicat ulang, lakukanlah proses pengecatan saat panel plafon telah benar-benar kering. Lapisi dulu permukaannya dengan cat dasar (meni), lalu lapisi kembali dengan 2 lapis cat emulsi hingga memiliki warna yang sama dengan panel plafon lainnya.

6)   Jika rangka penahan plafon mengalami pembusukan atau terkena rayap, panel-panel plafon harus dilepaskan terlebih sebelum perawatan lebih lanjut dilakukan. Jika panel plafon tidak mengalami kerusakan yang parah, lepaskan panel dan lakukan perawatan lalu pasang kembali. Jika kerusakannya parah maka panel plafon harus diganti. Berilah pemeliharaan pada rangka penahan plafon sebelum dipasang kembali.

7)   Sesuaikan keadaan panel plafon (tripleks atau asbes) yang baru dengan panel-panel sebelumnya. Caranya dengan memberikan cat dasar (meni) terlebih dahulu dan melapisi dengan 2 lapis cat emulsi, lalu memasang pada tempatnya.

8)   Ketuklah paku-paku yang menonjol serta beri dempul pada bagian yang tidak rata atau berlubang sebelum melakukan proses pengecatan.

Pemeliharaan Tripleks pada Plafon Bagian Luar

Panel-panel plafon dalam bagian luar ruangan yg berhadapan dengan outdoor secara eksklusif akan cepat rusak karena terkena udara luar dan sinar mentari eksklusif juga hujan, serta rawan terkena bocoran atap. Pemeliharaan langit-langit (plafon) luar akan memakan porto tinggi bila ingin terus terlihat bagus & rapi.

1)  Jika bangunan memiliki plafon luar maka untuk pemeliharaan sebaiknya panel-panel plafon dilepas dan dibersihkan sesering mungkin daripada menggantinya.

2) Bagian-bagian kayu rangka atap yang berada di atasnya mendapatkan pemeliharaan yang diperlukan seperti pemberian oli mesin sebagai antirayap dan tindakan lainnya.

3)   Masih menjadi perdebatan apakah pemasangan plafon pada bagian beranda akan mengurangi kebisingan yang sampai ke ruang kelas serta memperbaiki pencahayaan di dalam ruangan.

Plafon Kayu

Pemeliharaan yg dilakukan:

1) Bersihkan permukaan kayu dari kotoran yang melekat dengan menggunakan kuas, sapu, atau alat lain yang serupa.

2)   Lakukan setiap 2 bulan sekali.

3)  Perindah kembali dengan menggunaka n teok oil bila perlu dipelitur atau dicat kembali.

Plafon Bambu

Plafon berdasarkan bambu menggunakan penutup atap pada atasnya menurut alang-alang sebesar 7 lapis memerlukan pemeliharaan khusus lantaran rentan terhadap hujan, serangga, dan lain-lain. Maka maksimalsetiap 5 tahun sekali harus diganti.

Plafon Metal

Masalah yang tak jarang muncul pada pemakaian penutup atap metal, yaitu:

1)   Baut penahan lembaran atap menjadi longgar dan menyebabkan kebocoran.

2)   Bubungan bagian atas dan samping atap bergeser atau longgar

3) Bagian papan samping atap listplank (tepi atap yang miring) sampaitritisan samping (tepi atap) bergeser atau longgar

4)   Lembaran atap metal berkara

Pemeliharaan yg dilakukan:

1)  Bersihkan permukaan metal dari kotoran yang melekat dengan menggunakan kuas, sapu, atau atat lain yang serupa. Lakukan setiap 2 bulan sekali.

2)  Bersihkan permukaan komponen dengan cairan sabun atau deterjen, lalu bilas dengan air bersih dan alat penyemprot manual (bottle sproyer).

3)  Tanda-tanda awal yang menunjukkan bagian penutup atap bergeser atau longgar adalah bercak-bercak kelembaban yang timbul pada panel langitlangit (plafon). Untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, segera kencangkan atau ganti sekrup atau paku yang longgar atau hilang

4)  Tanda-tanda yang sama akan muncul jika bagian papan samping atap tistptank (flashing) sampai tritison samping (tepi atap yang miring) bergeser atau longgar.

5)   Segera kencangkan atau ganti sekrup atau paku yang longgar atau hilang.

6)   Pasang lembaran atap dari bawah menuju ke atas dengan gelombangnya menuju arah vertikal dan gunakan sekrup yang memilki cincin karet pada bagian bawahnya (berfungsi sebagai sambungan rapat atau seol kedap air serta mencegah karat) jika memungkinkan. Jika tidak ada, gunakan sekrup yang diberi bulu kempa pada bagian bawahnya. Jika lubang sekrup-sekrup membesar, sambunfan rapat lem silikon (silicon sealer) dapat digunakan di sekeliling baut untuk memperbaikinya.

7)  Jika terjadi tanda-tanda karat pada lembaran atap metal, penanggulangannya dengan pengecatan untuk memperpanjang umurnya.

8)   Bersihkan lembaran metal dari kotoran, debu, dan karat dengan menggunakan sikat kawat. Kemudian, amplas dengan menggunakan amplas halus, yaitu amplas yang terbuat dari karbon dan silikon (corborundum).

9)  Jika kita lakukan pada lembaran atap metal yang memiliki lapisan pelindung (galvanished) maka perlu memberikan lapisan cat dasar besi (meni besi) terlebih dahulu supaya cat tidak mengelupas.

10)  Jika ternyata karat yang terjadi cukup parah maka gunakan cat dasar meni besi red-oxide,lalu berikan 2 lapisan cat tahan ai (gloss paint/ weothershield).

11)  Gunakanlah selalu warna-warna terang yang dapat memantulkan sinar matahari.

12)Melakukan perbaikan pada atap metal yg memiliki lapisan pelindung (golvonished) wajib dilakukan dengan hati-hati lantaran lembaran metal relatif tipis. Apabila memungkinkan, pakai papan resistor berat (crawl boord) yang bertumpu pada bubungan waktu berada di atap dan hindari menginjak lembaran atap metal dalam bagian tengah lembaran. Berpijaklah pada kaso.

13)  Jika menggunakan paku dan bukan baut, saat mencabut paku dari atap gunakan palu-cakar (claw hommer) yang ditahan oleh sepotong papan untuk meratakan beban dan tidak merusak lembaran atap. Gunakan palu dengan ukuran tepat untuk mencabut paku.

Plafon lambresing Logam

Pemeliharaan yg dilakukan:

1) Bersihkan permukaan lambresing logam darl kotoran yang melekat dengan menggunakan kuas, sapu, atau alat lain yang serupa

2)   Lakukan setiap 2 bulan sekali.

3)  Bersihkan permukaan komponen dengan sabun atau deterjen, lalu bilas dengan air bersih dan alat penyemprot.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − seventeen =