Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Penemuan Insinyur Sipil Indonesia yang Mendunia | HBS Blog

  • Share

Kita patut berbangga hati, ternyata ada karya Insinyur Indonesia yang diakui oleh dunia. Karya besar itu tidak sekedar diakui, bahkan hasil penemuan ini banyak diterapkan oleh negara baik di Asia, Eropa, bahkan di Amerika. Hasil penemuan Insinyur Sipil Indonesia itu adalah:

Konstruksi cakar ayam

Konstruksi cakar ayam merupakan keliru satu metode rekayasa teknik dalam pembuatan pondasi bangunan. Metode ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo.

Penemuan sistem pondasi cakar ayam ini telah mendunia , bahkan telah mendapat pengakuan paten internasional di 11 negara, yaitu: Indonesia, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.

Konstruksi (pondasi) Cakar Ayam ini lahir dari ilham ketika Prof Dr Ir Sedijatmo tahun 1961 PLN wajib mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol Jakarta. Menara yg berhasil didirikan hanya 2 menggunakan sistem pondasi konvensional, sedangkan residu yg 5 lagi masih terbengkelai. Menara ini buat menyalurkan listrik & sentra tenaga listrik di Tanjung Priok ke Gelanggang Olah Raga Senayan dimana akan diselenggarakan pesta olah raga Asian Games 1962.

Sebagaimana kita ketahui, pemakaian pondasi konvensional ini pada pengerjaannya memakan waktu dan sulit diterapkan didaerah rawa. Dari permasalahan inilah, Ir Sedijatmo memikirkan dan membentuk metoda baru pondasi sebagai penyangga menara itu. Konstruksi ini terdiri dari plat beton yang didukung sang pipa-pipa beton di bawahnya. Pipa dan plat itu melekat secara monolit (manunggal), dan mencengkeram tanah lembek secara meyakinkan.

Oleh Sedijatmo, hasil temuannya itu diberi nama sistem pondasi cakar ayam. Menara tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya, dan tetap kokoh berdiri di daerah Ancol yang sekarang sudah menjadi ka wasan industri. Bagi daerah yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainase dan sambungan kembang susut.

Struktur

Pondasi cakar ayam terdiri dari plat beton bertulang yang relatif tipis yg didukung oleh buis-buis beton bertulang yang dipasang vertikal & disatukan secara monolit menggunakan plat beton dalam jarak 200-250 cm. Tebal pelat beton berkisar antara 10-20 centimeter, sedang pipa-buis beton bertulang berdiameter 120 cm, tebal 8 cm dan panjang berkisar 150-250 cm. Buis-buis beton ini gunanya buat pengaku pelat. Dalam mendukung beban bangunan, pelat buis beton & tanah yg terkurung di pada pondasi berhubungan, sehingga menciptakan suatu siatem komposit yg di pada cara bekerjanya secara keseluruhan akan identik dengan pondasi rakit ralft foundation.

Mekanisme sistem podasi cakar alam pada memikul beban berdasarkan hasil pengamatan merupakan menjadi berikut: Bila diatas pelat bekerja beban titik, maka beban tersebut membuat pelat melendut. Lendutan ini mengakibatkan buis-buis cakar ayam berotasi. Hasil pengamatan dalam model memberitahuakn riotasi cakar terbesar merupakan pada cakar yang terletak pada dekat beban. Rotasi cakar memobilisasi tekanan tanah lateral pada belakang cakar-ayam dan adalah momen yang melawan lendutan pelat. Dengan demikian, cara mengurangi lendutan pelat, semakin akbar momen lawan cakar buat melawan lendutan maka semakin akbar reduksi lendutan. Momen versus cakar ditentukan oleh dimensi cakar & syarat kepadatan (kuat geser) tanah disekitar cakar,yaitu semakin panjang (dan jua lebar) cakar, maka semakin besar momen lawan terhadap lendutan pelat yg dapat diperoleh.

Banyak bangunan yang telah memakai sistem yang pada ciptakan sang Prof Sedijatmo ini, antara lain: ratusan menara PLN tegangan tinggi, hangar pesawat terbang menggunakan bentangan 64 m di Jakarta & Surabaya, antara runway dan taxi way serta apron di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta, jalan akses Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk pada Surabaya, kolam renang & tribune pada Samarinda, dan ratusan bangunan gedung bertingkat di aneka macam kota.

Teknik Sosrobahu

Teknik Sosrobahu ini ditemukan sang Ir. Tjokorda Raka Sukawati.

Teknik Sosrobahu pertama kali diterapkan pada proyek  jalan layang Cawang sampai Tanjung Periok, tepatnya pada tanggal 27 Juli 1988 pukul 10 malam. Pada waktu itu, proyek ini dikerjakan oleh PT. Hutama Karya.

Teknik Sosrobahu ini mendapatkan hak paten  dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta Paten dan Merek mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang memberinya pada tahun 1992. Saat ini teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan adalah buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Saat teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, “ Inilah temuan Indonesia , sekaligus buah ciptaan putra ASEAN”. Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.

Ide Besar ini lahir waktu Tjokorda memperbaiki kendaraannya, hidung mobil Mercedes buatan 1974-nya diangkat dengan bicu sehingga 2 roda belakang bertumpu pada lantai yang licin lantaran ceceran tumpahan oli secara nir sengaja. Begitu kendaraan beroda empat itu tersentuh, badan mobil berputar menggunakan sumbu btg bicu. Satu hal yang dia catat, pada ilmu fisika dengan meniadakan gaya geseknya, benda seberat apa pun akan gampang digeser. Kejadian tersebut menaruh inspirasi bahwa pompa hidraulik mampu dipakai buat mengangkat benda berat dan jika bertumpu pada permukaan yang licin, benda tadi gampang digeser. Bayangan Tjokorda merupakan menggeser lengan beton seberat 480 ton itu.

Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai menyeramkan (jangkar) baja yg disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yg berlubang pada tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan ketika sekitar 45 mnt dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan saat dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad).

Menurut Dr.Drajat Hoedajanto pakar struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang pada. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis.

Dari penemuan-penemuan Insinyur Sipil Indonesia yang telah mendunia diatas, mudah-mudahan kita sebagai anak bangsa terispirasi untuk meciptakan hal-hal baru, sesuai dengan bidang kita masing-masing.

Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia

Anda sedang membaca artikel tentang Penemuan Insinyur Sipil Indonesia yang Mendunia dan anda bisa menemukan artikel Penemuan Insinyur Sipil Indonesia yang Mendunia ini dengan url http://kontemporer2013.blogspot.com/2013/07/penemuan-insinyur-sipil-indonesia-yang-mendunia.html, dipersilahkan menyebarluaskan artikel ini, asal dengan gaya bahasa anda sendiri, jika artikel Penemuan Insinyur Sipil Indonesia yang Mendunia ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, dengan link Penemuan Insinyur Sipil Indonesia yang Mendunia sebagai sumbernya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.